29 Jun

KETUA KPU KOTA BATU : KEPUTUSAN MK ADIL, MASYARAKAT HARUS DEWASA

Tlekung, kpu-kotabatu.go.id (28 Juni 2019) – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Kamis malam (27/06/2019) kemarin. Hasil keputusan menyebutkan, MK menolak seluruh permohonan pemohon dengan alasan bahwa dalil tidak dapat diterima serta tuduhan kecurangan tidak dapat dibuktikan. Merespons keputusan MK ini, baik pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Salahaduin Uno, menyampaikan menerima hasil tersebut.

Menanggapi hal tersebut Ketua KPU Kota Batu (Mardiono) mengungkapkan jika setiap proses persidangan yang diselenggarakan oleh MK sangat baik dan bersifat transparan. Sehingga, menurutnya, keputusan MK telah bersifat adil dan seharusnya bisa diterima semua pihak dengan besar hati. “Selama ini kita sama-sama telah menyaksikan bagaimana persidangan di MK berjalan. Persidangan berjalan dengan baik dan terbuka, bahkan seluruh masyarakat dapat menyaksikan. Kami menilai MK telah adil dalam memberi keputusan,” tuturnya.

Keadilan itu, menurut Mardiono, berdasarkan atas penilaian bahwa para hakim MK telah menjawab setiap keberatan pemohon dengan detail dan alasan yang kuat. Ia juga menuturkan jika keputusan bulat kesembilan hakim konstitusi menunjukkan bahwa hal-hal yang diajukan kuasa hukum pemohon tidak memiliki dasar kuat untuk pertimbangan keputusan hakim. “Berdasarkan Rapat Permusyawaratan Hakim semuanya menyatakan tidak menerima (gugatan pemohon). Keputusan hakim bulat, bahkan tidak ada dissenting opinion dari para hakim.” terangnya.

Untuk itu Mardiono berharap masyarakat dapat menerima hasil keputusan MK tersebut dengan dewasa, sekaligus menghilangkan prasangka terhadap independensi dan integritas MK. “Kita semua yakin MK selalu independen dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu masyarakat harus menerima keputusan MK dengan dewasa,” tandasnya. (ats/pdp)

25 Jun

PERSIAPKAN PHPU DPR RI, KPU SE-JATIM GELAR RAKOR

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (25 Juni 2019) – Persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pasangan Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) hampir selesai. Baik pemohon maupun termohon tinggal menunggu hasil keputusan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang rencananya akan diumumkan pada 28 Juni 2019 atau bahkan lebih cepat satu hari. Sesuai jadwal, agenda persidangan MK akan berlanjut untuk PHPU Legislatif yang akan dilaksanakan 15-30 Juli 2019.

Guna mempersiapkan proses PHPU Legislatif tersebut, KPU Jawa Timur bersama 38 KPU kabupaten/kota mengadakan Rapat Koordinasi Penyiapan Kronologi dan Alat Bukti Permohonan PHPU Legislatif Pemilu 2019, Senin-Selasa (24-25/06/2019) di Hotel JW Marriot, Surabaya. Dalam hal ini Komisioner Kota Batu Divisi Hukum (Thomi Rusy Diantoro) dan Kasubbag Hukum KPU Kota Batu (Badrut Tamam) hadir sebagai peserta rakor tersebut. Ketua KPU Jawa Timur (Choirul Anam) menyebutkan jika tujuan rapat koordinasi tersebut adalah untuk pembekalan awal bagi Divisi Hukum KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur serta penyiapan alat bukti dan kronologi sidang sengketa PHPU Legislatif, khususnya DPR RI.

Choirul menerangkan jika tahapan PHPU menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian panjang Pemilu 2019. Menurutnya, adanya persiapan yang baik menghadapi PHPU akan berdampak pada hasil keputusan akhir pemilu dan penilaian masyarakat terhadap kinerja KPU. “Hal ini (PHPU) menjadi tidak bermakna bila pembuktian tidak disiapkan dengan baik. Menjadi penting untuk membuktikan bahwa KPU telah bekerja dan melaksanakan Pemilu tahun 2019 dengan benar sesuai perundang-undangan,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Choirul berpesan kepada perwakilan 38 KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur agar mempelajari sekaligus mencermati proses persidangan PHPU Pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang telah dilakukan di MK beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi persidangan PHPU DPR RI. “Sidang PHPU PWPW yang telah dilaksanakan MK sebelumnya dapat digunakan sebagai pandangan bagaimana pelaksanaan sidang PHPU Pemilihan Legislatif ke depan,” tandasnya. (ats/pdp)

24 Jun

KPU KOTA BATU LENGKAPI DOKUMEN KECELAKAAN KERJA BADAN AD-HOC

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (24 Juni 2019) – Sebagai tindak lanjut kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan SDM dan Evaluasi Badan Ad-hoc Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Jawa Timur beberapa waktu lalu, hari ini, Senin (24/09/2019) KPU Kota Batu berangkat ke Kantor KPU RI di Jakarta. Tugas yang dijalankan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM & Parmas (Marlina) dan Sekretaris KPU Kota Batu (Thomas Maydo) tersebut guna melengkapi berkas administrasi para anggota badan Ad-hoc KPU Kota Batu yang mengalami kecelakaan kerja pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Marlina menerangkan jika penyelesaian urusan kelengkapan administrasi tersebut sesuai dengan instruksi KPU Jawa Timur sebagai bagian dari keselamatan kerja. Ia menyebutkan jika KPU kabupaten/kota masing-masing harus mengambil langkah cepat agar proses penyelesaian segera tuntas. “Hari ini kita berangkat ke Jakarta guna melengkapi berkas Jaminan Kecelakaan Kerja badan ad-hoc saat pemilu kemarin. Hal ini merupakan perintah dari KPU Jatim, sekaligus sesuai isi Keputusan KPU RI Nomor 926,” terangnya.

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 926 dijelaskan bahwa badan Ad-hoc KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 meliputi anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutsan Suara (PPS), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan Petugas Ketertiban TPS. Kriteria kecelakaan kerja yang berhak mendapatkan santunan antara lain keadaan meninggal dunia, cacat tetap, luka/sakit berat, dan luka/sakit sedang. Adapun besaran santunan yang diberikan, yakni paling rendah Rp. 2.000.000,- hingga paling tinggi Rp. 36.000.000 untuk kasus kematian.

Di Kota Batu sendiri anggota badan Ad-hoc KPU Kota batu yang mengalami kecelakaan kerja saat penyelenggaraan Pemilu 2019 beberapa waktu lalu sebanyak 7 orang, terdiri dari 6 anggota TPS dan 1 anggota PPK Bumiaji. Sedangkan indikasi musibah yang dialami meliputi faktor sakit, kelelahan, dan kesalahan teknis di lapangan. (ats/pdp)

14 Jun

KOMISIONER BARU KPU KOTA BATU RESMI DILANTIK

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (14 Juni 2019) – Hari Kamis (13/06/2019) kemarin lima orang komisioner baru KPU Kota Batu resmi dilantik. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) di Hotel JW Marriott Surabaya. Acara yang difasilitasi oleh KPU Provinsi Jawa Timur tersebut secara bersama melantik 180 anggota komisioner terpilih dari 36 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan KPU RI Nomor 1052/PP.06-Kpt/05/KPU/VI/ 2019 tanggal 11 Juni 2019 tentang Penetapan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Jawa Timur Periode 2019-2024. Dengan adanya pelantikan ini menandakan 180 komisioner KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur siap bekerja keras menyukseskan agenda demokrasi lima tahun ke depan.

Ketua KPU RI (Arief Budiman) dalam sambutannya mengatakan jika terdapat empat prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh komisioner terpilih, yakni transparansi, profesionalisme, integritas dan teamwork. Menurutnya jika keempat prinsip tersebut dijaga dengan kuat maka dapat menciptakan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Misalnya, ia mencontohkan bahwa selama ini KPU telah berusaha membangun kinerja yang transparan dengan maksud agar seluruh masyarakat dapat mengakses setiap informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. “Semua tahapan pemilu bisa diakses, bisa dilihat oleh siapapun, dari manapun, orang Indonesia bisa ngakses, orang luar Indonesia bisa ngakses. (Hal ini) karena KPU menyediakan pemilu yang bisa diakses oleh siapapun. Jadi, saya ingin berpesan (bahwa) prinsip pertama yang harus dipegang sebagai penyelenggara adalah bekerja transparan,” terangnya.

Pada prinsip profesionalisme Arief menekankan pentingnya pemahaman penyelenggara terhadap kepemiluan, sedangkan prinsip integritas menurutnya dengan taat pada kebenaran. Lalu, ketiga prinsip itu harus dipadukan dengan kerja sama tim yang baik. “Di KPU itu kerjanya kolektif kolegial. Setiap keputusan yang diambil KPU harus diputuskan dalam rapat pleno,” tegasnya.

Selain acara pelantikan, di dalamnya juga ada pembekalan materi, baik oleh KPU RI maupun KPU Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara harapannya 180 komisioner terpilih tersebut dapat bekerja dengan baik di masing-masing daerahnya. (ats/pdp)

12 Jun

UNDANG MEDIA, KPU KOTA BATU SHARING PASCA PELAKSANAAN PEMILU 2019

Kpu-kotabatu.go.id (11 Juni 2019) – Suasana santai dan penuh rasa kekeluargaan terlihat dalam acara Temu Media Pasca-Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Batu, Selasa (11/06/2019). Acara yang berlangsung di aula lantai 2 kantor KPU Kota Batu tersebut dihadiri oleh para jurnalis, baik tv, radio, koran, maupun portal berita online. Hangatnya suasana pertemuan merupakan gambaran keharmonisan antara KPU Kota Batu dengan media yang telah terbangun dengan baik sejak Pilwali 2017 hingga Pemilu 2019.

Dalam sambutan mengawali acara tersebut Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) menerangkan jika acara temu media ini sengaja diadakan guna menguatkan tali silaturahmi sekaligus sebagai ajang KPU melakukan sharing kepada media terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 yang telah usai. Saifudin berpendapat jika keberadaan media massa selama proses Pemilu 2019 memiliki arti penting. Menurutnya, media sangat membantu kerja KPU dalam memberikan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Komisioner KPU Kota Batu yang lain, yakni Erfanudin dan Heru Joko Purwanto, menyebutkan jika kerja sama yang terjalin baik tersebut berdampak baik dalam terwujudnya kesuksesan Pemilu 2019 di Kota Batu, salah satu ialah meningkatnya partisipasi masyarakat. “Kerja sama yang baik antara KPU dan rekan-rekan media selama ini berdampak baik. Salah satu hal yang bisa dilihat ialah tingginya partisipasi masyarakat Kota Batu dalam Pemilu 2019. Angkanya (seperti yang sudah di-share) mencapai 87 persen. Ini merupakan prestasi kita semua,” terang Heru.

Heru juga mengajak para undangan yang hadir untuk menyampaikan evaluasi dan gagasan masing-masing terkait catatan-catatan penting dalam pelaksanaan Pemilu 2019, baik sebelum, selama, dan setelahnya. Adanya sharing, menurut Heru, merupakan sarana penting untuk saling memberikan masukan demi kebaikan penyelenggaraan pemilu pada waktu yang akan datang. “Silahkan teman-teman yang hadir agar bisa menyampaikan sesuatu untuk kita sharing-kan bersama,” tutur Heru mempersilakan.

Dhani Rahman (Times Indonesia) mewakili rekan-rekan sesama jurnalis menyampaikan jika ia mengapresiasi KPU yang telah bekerja keras menyukseskan Pemilu 2019. Pada sisi lain ia juga geram melihat pihak-pihak yang mencaci maki KPU dengan tuduhan negatif. “Saya betul-betul menyaksikan bagaimana teman-teman di TPS bekerja, mulai pagi hingga tengah malam, besoknya bekerja lagi. Pasti sangat lelah. Saya menyesalkan jika ada pihak yang menuduh KPU berbuat curang dan lain-lain,” ungkapnya.

Pada sisi lain Dhani juga memberikan masukan kepada KPU Kota Batu agar ke depan lebih memasifkan lagi kegiatan sosialisasi sehingga dapat menjangkau semua lapisan di dalam masyarakat. Ia mencontohkan jika kegiatan Relawan Demokrasi (Relasi) belum terpublikasikan dengan baik. “Misalnya kegiatan teman-teman relasi, selama ini belum sampai kepada kita. Padahal kegiatan sosialisasi, seperti kepada kelompok disabilitas, sangat perlu disebar-luaskan,” terangnya.

Adapun dalam acara temu media tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan ATV, JTV, Batu TV, Arema TV, RRI, Malang Post, Harian Bhirawa, Harian Surya, Times Indonesia, Malang Voice, dan Malang Times. Selain para jurnalis juga hadir perwakilan Bawaslu, PPK, Korem, dan Polres Kota Batu. (ats/pdp)

12 Jun

PURNA TUGAS SEBAGAI KETUA KPU KOTA BATU BEGINI RENCANA SAIFUDIN

Kpu-kotabatu.go.id (11 Juni 2019) – Masa jabatan komisioner KPU Kota Batu segera berakhir, tepatnya pada Rabu, 12 Juni 2019. Dari kelima komisioner, tiga orang yakni Mardiono, Erfanudin, dan Heru Joko Purwanto mendaftar kembali sebagai calon komisioner KPU Kota Batu periode 2019-2024, namun dua orang lainnya tidak terlihat dalam 10 daftar nama calon komisioner KPU Kota Batu. Ashar Chilmi tidak bisa mencalonkan lagi dikarenakan telah menjabat selama 2 periode, sedangkan Saifudin Zuhri memiliki alasan lain.

Setelah selama beberapa waktu banyak pihak menanyakan alasan tidak ikut sertanya Saifudin dalam pencalonan komisioner KPU Kota Batu periode berikutnya, akhirnya pada acara Temu Media Pasca-Pemilihan Umum 2019 pada Selasa (11/06/2019) ia memberikan keterangan kepada rekan-rekan media yang hadir. Kepada media Saifudin mengungkapkan jika keputusannya tidak mendaftarkan diri sebagai calon komisioner bukan karena alasan politik maupun keengganan terlibat sebagai penyelenggara pemilu. Ia menegaskan jika setelah purna tugas sebagai ketua KPU dirinya ingin fokus menekuni bidang wirausaha.

“Hari ini merupakan hari terakhir saya duduk di sini (sebagai ketua KPU). Besok masa jabatan saya sudah habis. Banyak yang menanyakan tentang alasan saya tidak ikut daftar jadi komisioner lagi hingga memunculkan beberapa spekulasi. Saya jawab dengan gamblang bahwa setelah ini saya ingin fokus berwiraswasta,” jelasnya disambut antusias.

Ketika ditanya lebih jauh tentang usaha apa yang akan dijalankan, Saifudin tidak memberikan keterangan secara detail. Ia hanya menjawab jika apa dan bagaimana bentuk usahanya hanya urusan waktu. “Tunggu saja nanti,” jawabnya diplomatis.

Dalam kesempatan tersebut Saifudin juga menyampaikan ucapan terima kepada seluruh rekan media yang selama proses Pemilu 2019 dapat bekerja sama dengan baik dan kooperatif. Menurutnya hubungan baik ini berdampak pada adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus menghasilkan partisipasi tinggi Pemilu 2019 di Kota Batu. (ats/pdp)

21 Mei

KPU RI UMUMKAN HASIL REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA PEMILU 2019

Batu, kpu-kotabatu.go.id (21 Mei 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 pada Selasa (21/05/2019) dini hari tadi. Pengumuman ini dilakukan satu hari lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 22 Mei 2019. Hal ini dikarenakan proses rekapitulasi yang meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri telah selesai dilakukan.

Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) berjabat tangan dengan perwakilan saksi TKN 01 dan BPN 02 seusai mengikuti rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilihan Umum tahun 2019

Hasil rekapitulasi perolehan suara melalui keputusan 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 tersebut langsung dibacakan oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 01.46 Wib. “Memutuskan menetapkan KPU tentang penetapan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilihan Umum tahun 2019,” terang Arief.

Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan KPU RI tersebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli perolehan suara dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Adapun jumlah perolehan suaranya, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh 55,50 persen suara (85.607.362 suara) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno memperoleh 44,50 persen suara (68.650.239 suara). Dengan kata lain selisih perolehan suara mencapai 11 persen, Jokowi-Ma’ruf menang di 21 provinsi dan Prabowo-Sandi menang di 13 provinsi. (ats/pdp)