19 Feb

SERAHKAN DONASI, PLT KETUA KPU HARAP JAJARANNYA BISA KEMBALI KERJA NORMAL

Mamuju, kpu-kotabatu.go.id (19 Februari 2021) – Donasi keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bencana alam yang terjadi di tiga daerah pada Januari 2021, akhirnya tiba di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU RI Ilham Saputra hadir langsung untuk menyerahkan donasi ini, yang selanjutnya akan diberikan kepada keluarga KPU Sulbar dan masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 6,2 tersebut.

Sebelumnya kepedulian KPU se-Indonesia ini telah disampaikan kepada keluarga KPU korban longsor di Sumedang Jawa Barat dan banjir di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Ilham pada kesempatan ini menyemangati para korban gempa untuk tetap tabah dalam menghadapi ujian. Dia mengatakan bahwa kedatangannya selain ingin melihat langsung kondisi korban pascagempa juga untuk mengetahui kondisi Kantor KPU Sulbar yang mengalami kerusakan.

Pria asal Aceh memastikan lembaganya akan mencari jalan keluar atas situasi yang tidak diharapkan ini, salah satunya dengan memverifikasi kebutuhan apa saja yang bisa diberikan. Meski dia mengungkapkan anggaran yang ada terbatas mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. “Harapan kami seluruh jajaran KPU Provinsi Sulbar dapat bekerja dengan baik, aman dan nyaman,” jelas Ilham.

Untuk diketahui total donasi yang terkumpul untuk bencana alam di Januari 2021 sebesar Rp461 juta, dan sudah diserahkan kepada keluarga KPU terdampak longsor Jawa Barat Rp61 Juta, banjir di Kalimantan Selatan Rp150 Juta dan gempa bumi Sulbar Rp250 Juta.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sulbar, gempa bumi yang terjadi 15 Januari 2021 mengakibatkan 105 korban meninggal dunia, ribuan orang luka-luka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dampak gempa juga merusak ribuan rumah, fasilitas kesehatan, perkantoran, hotel, jembatan dan pelabuhan. Salah satu gedung perkantoran yang terdampak gempa adalah kantor KPU Provinsi Sulbar.

Gedung dua lantai tersebut mengalami kerusakan berat dengan beberapa atap dan dinding yang roboh, serta dinding retak hampir di semua tempat. Berdasarkan hasil verifikasi Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), gedung KPU dinyatakan sudah tidak layak untuk digunakan kembali, harus dirobohkan dan dibangun gedung baru yang lebih kuat dan aman. Saat ini jajaran pimpinan dan pegawai KPU Provinsi Sulawesi Barat berkantor di teras dan tenda yang dibangun di samping kantor KPU.

Sementara itu, kantor KPU Kabupaten Majene yang turut diguncang gempa masih berdiri kokoh dan dapat digunakan kembali. Namun para pegawai tetap memilih berkantor di lobi dan tenda yang dibangun di depan kantor untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. Selain itu, faktor trauma atas terjadinya gempa, membuat para pegawai berkantor di dekat pintu keluar yang memudahkan akses untuk menyelamatkan diri.

“Waktu itu gempa terjadi pukul 02.28 WITA dini hari, sebagian pegawai masih lembur di kantor mempersiapkan sengketa Pemilihan 2020 di MK (Mahkamah Konstitusi). Kami semua lari menuju perbukitan yang lebih tinggi, karena khawatir tsunami. Jadi sementara kami berkantor di luar gedung dulu, kami masih trauma jika ada gempa susulan,” tutur Mansur staf KPU Kabupaten Mamuju yang saat kejadian gempa masih berada di kantor. (Hupmas kpu ri arf/foto: arf/ed diR)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 1 =