05 Nov

RAKOR BERSAMA, KPU-BAWASLU SEPAKAT JAGA KERJA SAMA PADA TIAP TINGKATAN

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (5 November 2019) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi “Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2019” di Hotel Whyndam Surabaya, Minggu (3/11/2019). Selain mengundang KPU provinsi, rakor yang dimaksudkan untuk mengevaluasi pelaksanaan pemilu di tingkat Jawa Timur tersebut juga mengundang KPU dan Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur. Tentu, rakor bersama antara KPU dan Bawaslu ini mengandung makna penting bagi keharmonisan dan keselarasan kerja bagi kedua lembaga.

Ketua KPU RI (Arief Budiman) yang hadir dalam agenda tersebut mengatakan tentang pentingnya menjaga relasi dan kerja sama antar KPU dan Bawaslu sebagai sesama penyelenggara pemilu. Menurutnya, relasi yang terbangun dengan baik dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi setiap permasalahan kaitannya dengan pemilu.

“Kenapa relasi ini penting untuk menjadi evaluasi? Biasanya suatu masalah itu muncul dari dalam (internal), bukan dari luar. Maka jika bisa menjaga relasi dengan baik, serangan sedahsyat apapun akan bisa ditangani dengan baik,” terangnya.

Arief melanjutkan guna mendukung terbangunnya hubungan yang baik antara KPU dan Bawaslu maka keduanya harus intensif dalam melakukan komunikasi dan koordinasi. Selain bedampak pada rasa kekeluargaan, sebutnya, hal tersebut juga akan menunjang kinerja positif dalam pelaksanaan pemilu.

Senada dengan Arief, Ketua KPU Jatim (Choirul Anam) menegaskan bahwa ada tiga nilai dasar yang wajib dimiliki oleh penyelenggara agar pemilu bisa sukses . Tiga nilai dasar yang biasa disebut tri kompetensi dasar, lanjutnya, terdiri atas nilai kemandirian, profesionalitas, dan integritas.

“Ada tiga hal (nilai) yang bisa disebut tri kompetensi dasar penyelenggara pemilu. Kesatu, mandiri, penyelenggara pemilu harus mandiri. Tidak tergantung dan tidak dapat dipengaruhi pihak manapun. Dia hanya taat pada regulasi. Lalu profesional, (yakni) harus dapat melaksanakan semua tahapan dengan baik sesuai aturan. Dan integritas, dia harus melaksanakan semua tahapan sejujur mungkin, bisa dipertanggungjawabkan. Bila semua terpenuhi, semua tahapan bisa dijalankan dengan baik maka semua tahapan bisa sukses,” tandasnya. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − = 86