24 Des

PERINGATAN HARI IBU 2019 : PEREMPUAN HARUS BERDAYA

Tlekung, kpu-kotabatu.go.id (23 Desember 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu melaksanakan upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91, Senin (23/12/2019) di halaman kantor KPU, Jl. Raya Tlekung No. 212. Adapun tema yang diangkat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada PHI tahun 2019 ini “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju”.

Komisioner Divisi Parmas dan Sosdiklih (Marlina) saat memimpin upacara menuturkan bahwa hakekat Peringatan Hari Ibu yang dilakukan tiap tanggal 22 Desember ialah bentuk apresiasi terhadap peran dan kontribusi perempuan dalam membangun bangsa.

“Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu, sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional,” terang Marlina membacakan sambutan Menteri PPPA.

Ia melanjutkan jika saat ini perempuan harus memiliki kesadaran tentang pentingnya kesetaraan akses dalam berbagai bidang kehidupan; ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya. Ketersediaan akses yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kontribusi perempuan serta mendorongnya sebagai motor penggerak pembangunan.

“PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian (dan) pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak sekaligus agent of change,” jelasnya.

Terakhir, guna mendukung hal tersebut, sebut Marlina, perlu adanya strategi dan pelibatan seluruh unsur masyarakat dan stakeholder, khususnya laki-laki sebagai partner perempuan dalam penghapusan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + = 3