05 Nov

PEMILU 2019 PENGALAMAN BERHARGA BAGI DEMOKRASI

Makassar, kpu.go.id – Ketuk palu ditutupnya Sidang Sumpah Janji Jabatan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2019 lalu menandai berakhirnya tahapan Pemilu Serentak 2019.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari penyelenggaraan yang persiapannya telah dilakukan sejak dua tahun terakhir ini. Seperti yang diungkapkan Anggota KPU RI Viryan saat menjadi keynote speech dihadapan Mahasiswa S2 Tata Kelola Pemilu pada kegiatan Seminar Nasional di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (31/10/2019).

Diakui Viryan, menyelenggarakan Pemilu 2019 memang rumit dan berat, mengingat proses demokrasi kali ini dilakukan serentak dengan menggabungkan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Meski demikian Viryan mengatakan bahwa pemilu yang digelar pada 17 April 2019 lalu menjadi pembelajaran berharga bagi demokrasi di Indonesia.

Pada kesempatan itu Viryan juga membagikan cerita saat menghadapi persoalan di pelakaanaan Pemilu lalu, mulai dari pendeknya waktu penyusunan regulasi, terjadinya polarisasi antar pendukung peserta pemilu, banyaknya hoaks, hingga dinamika penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) jelang hari pemungutan suara. “Pada kesempatan ini bagi kami sangat berharga, sesuai tema, ini untuk pemilu berikutnya kira-kira seperti apa,” tambah Viryan.

Oleh karena itu evaluasi pasca Pemilu 2019, pihaknya tengah menyiapkan beberapa regulasi, salah satunya seperti rencana menerapkan rekapitulasi berbasis teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan istilah e-rekap.

“Rekapitulasi berjalan lama 30 hari sehingga rekapitulasi di 2024 KPU memutuskan rekapitulasi berbasis elektronik, maka kami mulai dari sekarang pada Pilkada 2020, kalau kejadian secara sederhana dari TPS langsung masuk ke pusat data dalam waktu paling lama 3 hari sudah bisa ditetapkan siapa yang menang,” jelas pria asal Kalimantan Barat itu.

Sementara itu Dekan FISIP Unhas, Armin Arsyad memberikan apresiasi kepada jajaran KPU karena telah berhasil melaksanakan Pemilu Serentak 2019 dengan baik. Meski demikian dia mengusulkan agar pada pelaksanaan pemilu berikutnya KPU bisa mengoptimalkan sistem single identity number sehingga akurasi data pemilih dapat ditingkatkan.

Selain keduanya, Seminar Kepemiluan turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Misna M Attas serta Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, HL Arumahi. (hupmas kpu ri bil/foto: bil/ed diR)

Sumber: kpu.go.id

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 5 = 4