13 Nov

PAW ANGGOTA DEWAN, KPU KOTA BATU KONSULTASI KE KPU PROVINSI

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (12 November 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu melakukan konsultasi ke KPU Provinsi Jawa Timur, Senin (11/10/2019). Hal ini terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu anggota DPRD Kota Batu 2019-2024 dari fraksi Partai Golkar, Sugandi, yang beberapa lalu diketahui meninggal dunia. Konsultasi dilakukan dalam rangka meminta keterangan terkait langkah dan kelengkapan berkas dalam pelaksanaan PAW.

Komisioner Divisi Teknis (Erfanudin) yang didampingi Staf Divisi Hukum (Mahyuni) menerangkan bahwa lembaganya sedang memroses pelaksanaan PAW. Komunikasi kelembagaan, lanjutnya, juga sudah dilakukan dengan DPRD Kota Batu. Menurutnya, KPU Kota Batu harus tetap berkoordinasi dengan KPU di tingkat provinsi agar keputusan yang diambil tepat dan dilandasi dasar hukum yang kuat.

“Konsultasi ke KPU Provinsi ini penting kita lakukan guna meminta masukan dan penjelasan tentang proses PAW yang sedang kita jalankan. Salah satu poin penting ialah kejelasan tentang dokumen EB yang berisi perolahan hasil suara calon dan penetapan hasil pemilu, karena pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 peraturannya berbeda,” terangnya.

Komisioner KPU Jawa Timur (Muhammad Arbayanto) ketika ditemui menjelaskan jika secara tertulis peraturan pada kedua pemilu tersebut berbeda. Menurutnya, hal tersebut juga berdampak pada keterangan pasal-pasal di dalamnya, termasuk penamaan dokumen-dokumen pemilu. Namun, ia menegaskan jika perbedaan penyebutan tidak banyak mengubah esensi pasal yang dimaksud.

“Saya menilai meskipun ada pergantian penyebutan dari EB1 menjadi EB, tapi hal itu tidak merubah esensi atau isinya. Jadi, ya tetap kita gunakan saja dan itu sudah cukup menjadi dasar pengambilan keputusan secara kuat,” jelasnya.

Komisioner lainnya (Insan Qoriawan) di ruangan terpisah mengungkapkan bahwa proses PAW harus segera dituntaskan mengingat tenggat waktu yang diberikan relatif pendek, yakni 5 hari kerja. Hal utama yang harus dilakukan KPU ialah berkoordinasi secara baik dan intensif dengan Pimpinan DPRD agar PAW segera tuntas.

Adapun pengganti (alm.) Sugandi ialah calon dengan suara terbanyak kedua dari Partai Golkar, yakni Susanti Levrika. Pada Pemilihan Legislatif 2019 beberapa waktu lalu Susanti Levrika merupakan calon dengan nomor urut 6 Dapil Kota Batu 2. Ia memperoleh 832 suara, selisih 26 suara dengan (alm.) Sugandi yang menempati posisi pertama. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 7 =