17 Jun

MARDIONO, NAHKODA BARU KPU KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Juni 2019) – Tepat pada Rabu, 12 Juni 2019 lalu jabatan komisioner KPU Kota Batu Periode 2014-2019 telah usai. Bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan tersebut terpilihlah 5 (lima) komisioner baru yang akan memimpin dan mengawal jalannya kehidupan dan kontestasi demokrasi di Kota Batu selama 5 tahun ke depan. Dari kelima komisoner tersebut dipilih satu nama untuk menahkodai KPU Kota Batu, yakni Mardiono. Ia terpilih secara aklamasi.

Mardiono bukanlah nama baru dalam barisan penyelenggara pemilu di Kota Apel ini. Pada periode sebelumnya namanya juga menjadi bagian keluarga besar KPU Kota Batu, tepatnya komisioner yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan. Selama menjalankan jabatan periode 2014-2019 ia menunjukkan kinerja yang baik, khusunya dalam tugas yang dibidanginya. Atasan alasan pengalaman, profesionalitas, dan integritas yang dimiliki itulah ia dinilai layak menjadi sosok ketua.

Mardiono dilahirkan di sebuah desa kecil di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Kebon Senin, Desa Sidomulyo, Lumajang pada 29 Oktober 1981. Kedua orang tuanya sengaja memberikan nama ‘Mardiono’ kepadanya. “Pemberian nama itu bukan tanpa maksud. Ada makna mendalam dibaliknya”, tuturnya suatu ketika.

Ia menceritakan bahwa namanya terdiri dari dua kosa kata Jawa yang memiliki arti filosofis. ‘Mardi’ berarti Jalan, sedangkan ‘Ono’ artinya Ada. Jika digabungkan menjadi Mardiono maka mempunyai makna ‘Ada Jalan’. “Kedua orang tua berharap saya menjadi pribadi yang selalu optimis dan tidak mudah putus asa. Selain itu keduanya juga ingin saya selalu berusaha mencari jalan keluar terbaik dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada,” ceritanya menjelaskan makna Mardiono.

Mardiono dikenal orang sebagai pribadi yang suka bergaul. Di lingkungan pergaulannya ia dinilai oleh teman-temannya dengan gaya bergaul yang luwes dan mudah diajak untuk bercanda. Dengan sikap seperti itu berdampak pada mudahnya ia diterima secara luas di berbagai lingkungan dan komunitas, sehingga berpengaruh pada jalinan pertemanan dan persahabatan yang positif.

Pada sisi lain, watak suka bergaul tersebut secara bersama selaras dengan keaktifannya dalam berorganisasi di tengah masyarakat hingga ia dikenal sebagai seorang organisatoris. Ketika usia remaja ia memulai aktifitas sebagai Remaja Masjid At-Taqwa Kota Batu, bahkan ia menjadi ketuanya. Pada masa kuliah ia juga aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Tamadun FAI dan Badan Eksekutif Mahasiswa UMM. Setelah ia menyelesaikan kuliah aktivitas organisasinya terus berlanjut; menjadi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Lazismu Kota Batu dan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Menurutnya, aktif di organisasi mempunyai nilai penting dan strategis. Lewat organisasi seseorang bisa lebih bermanfaat terhadap kehidupan bermasyarakat, dan tentunya membuat diri lebih produktif. “Bagi saya, beraktifitas dalam sebuah organisasi masyarakat ialah wadah yang produktif untuk belajar banyak hal. (Akhirnya) semua aktifitas tersebut berpengaruh terhadap cara pandang saya terhadap kehidupan sosial, politik, kebudayaan, dan keagamaan”, ungkapnya.

Dari profil singkat tersebut terkandung harapan besar pada sosok organisatoris ini; semoga kepemimpinannya dapat membawa KPU Kota Batu memiliki kinerja yang lebih baik, profesional dan berkualitas. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + = 10