05 Sep

LAKUKAN PENDIDIKAN PEMILIH, KPU KOTA BATU INGATKAN BAHAYA HOAKS

Batu, kpu-kotabatu.go.id (4 September 2019) – Selain memaparkan Hasil Pemilu 2019, KPU Kota Batu juga memberikan materi tentang pendidikan demokrasi kepada kepada 50-an anggota PEPABRI Kota Batu dalam acara Fasilitasi Pendidikan Pemilih, Rabu (3/09/2019) di Aula PEPBARI Jl. Sultan Agung No.4, Kelurahan Sisir. Materi tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM dan Parmas (Marlina)

Pertama, ia memberi pencerahan terkait dengan kehidupan demokrasi pasca-Pemilu 2019. Ia menuturkan jika hal yang paling penting saat ini ialah merajut kembali rasa persatuan dan persaudaraan sebagai sesama masyarakat Indonesia.

“Pemilu kemarin telah menguras tenaga dan pikiran kita. Antar satu dengan yang lain bisa saling bermusuhan disebabkan karena beda pilihan presiden. Belum lagi ditambah berita hoaks yang bertebaran di WhatsApp dan media sosial. Oleh karena itu, sekarang mari kita bangun kembali persatuan dan persaudaraan antara sesama. Pemilu telah usai, dan elite partai politik juga sudah lapang dada tentang siapa presiden terpilih,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut Marlina tak lupa memaparkan tentang pentingnya pendidikan pemilih bagi masyarakat. Menurutnya kualitas seorang pemimpin sangat ditentukan bagaimana pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dan visi-misi pemimpin serta integritas masyarakat sebagai pemberi suara.

“Suara yang kita berikan saat memilih akan sangat menentukan calon pemimpin kita. Jika kita mau diberi uang untuk memilih salah satu calon, ya calon seperti itu yang akan memimpin masyarakat hari besoknya. Nah, hal-hal seperti ini yang harus kita hindari. Oleh karena itu pendidikan demokrasi sungguh sangat penting bagi kita,” tandasnya.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menyukseskan Pemilu 2019 beberapa waktu lalu ialah tersebarnya hoaks (berita bohong) secara masif kepada masyarakat melalui media sosial.

“Pada pemilu kemarin (pra, selama, dan pasca pemilu) berita hoaks tersebar di mana-mana secara masif. Ini menjadi masalah besar bagi banyak kalangan, terutama penyelenggara pemilu. Dampaknya pun luar biasa; tidak percaya kepada KPU, tuduhan curang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu mari bersama-sama kita lawan hoaks. Melalui pendidikan pemilih seperti ini saya yakin masyarakat bisa menjadi pemilih cerdas,” tandasnya. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 83 = 93