07 Feb

KPU KUAT, PEMILU BERJALAN BAIK

Batu, kpu-kotabatu.go.id (6 Februari 2019) – Selain dihadiri oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), kegiatan Bimtek TUNGSURA dan SITUNG yang diselenggarakan oleh KPU RI di Kota Batu juga dihadiri oleh Ketua Komisi ll DPR RI (Zainudin Amali). Ketua Komisi II DPR RI tersebut datang dalam rangka memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kerja keras yang telah dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara utama kontestasi Pemilu Serentak tahun 2019.

Ia mengatakan jika jika proses penghitungan dan rekapitulasi suara ialah puncak tahapan dari pemilu. Perjalanan panjang yang telah dilalui KPU, khususnya sejak adanya Undang-Undang Pemilu Nomor 7 tahun 2017, ia nilai sudah baik dan masih dalam jalur yang benar. “Komisi II sebagai mitra KPU dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) menilai apa yang sudah berjalan masih dalam track record yang benar atau on the track. KPU menjalankan tugas-tugasnya sebagaimana panduan dalam undang-undang pemilu,” terangnya disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Amali juga berpesan agar semua elemen di dalam KPU agar tetap optimis dalam menjalankan tugas, karena pekerjaan panjang yang dilakukan ialah langkah dalam mendukung proses demokrasi di Indonesia. Menurutnya sikap kuat dan optimis adalah bekal utama demi jalannya pemilu yang baik. “Kita harus selalu semangat dan optimis dalam menjalankan setiap tahapan. Jika kita tidak kuat dan optimis, maka banyak tekanan dari luar yang akan membuat tidak percaya diri melaksanakan pemilu. Abaikan penilaian macam-macam dari pihak luar,” jelasnya.

Hal terakhir yang ia sampaikan ialah tentang kesiapan dan pemahaman Petugas Pemungutan Suara (PPS) dalam melaksanakan tugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Amali berharap agar KPU di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus menggiatkan konsolidasi internal. “Tolong Bapak Ibu terus meningkatkan sosialisasi kepada internal penyelenggara. Minimal hal-hal teknis dan mendasar sudah dipahami oleh PPS, sehingga tidak ada keruwetan di saat pelaksanaan,” jelasnya menghimbau.

Jangan sampai ada kejadian “pukul dahulu baru bicara”, dikarenakan peserta pemilu lebih mengetahui daripada penyelenggara, tegas Amali. (ats)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 − 26 =