20 Des

KPU JEMBRANA SHARING PENDIDIKAN PEMILIH KE KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (20 Desember 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menerima kunjungan spesial dari sesama penyelenggara pemilu tingkat daerah, Kamis (19/12/2019). Kali ini tamu tersebut datang dari Pulau Dewata, yakni KPU Kabupaten Jembrana, Bali. Rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut tiba di halaman kantor KPU Kota Batu sekitar pukul 9.00 Wib dan langsung disambut oleh jajaran komisioner dan sekretariat.

Mengawali pembicaraan Ketua KPU Kota Batu (Mardiono) mengucapkan selamat datang kepada rombongan KPU Jembrana. Ia juga mengungkapkan rasa senang dan terima kasih atas dipilihnya lembaga yang ia pimpin sebagai tujuan kunjungan. Tak lupa ia juga memperkenalkan komisioner, sekretaris, dan staf sekretariat yang turut mendampingi.

Komisioner KPU Jembrana (I Nengah Suardana) mengungkapkan jika maksud kunjungan tersebut ialah untuk sharing terkait dengan pengelolaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) dan program pendidikan pemilih sekaligus peningkatan kapasitas kelembagaan. Menurutnya, KPU Kota Batu selangkah lebih maju dalam pemanfaatan RPP sebagai sarana sosialisasi demokrasi dan pemilu, apalagi di Kota Batu akan memiliki RPP tingkat nasional.

Merespons hal tersebut Mardiono menerangkan bahwa selama ini KPU Kota Batu memaksimalkan keberadaan RPP di kantor dengan sebaik mungkin. Selain itu, lanjutnya, KPU Kota Batu juga gencar melakukan sosialisasi ke setiap lapisan masyarakat. Menurutnya upaya tersebut sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Senada dengan Mardiono, Komisioner Divisi Perencanaan dan Data ( Heru Joko Purwanto) yang periode sebelumnya membidangi kegiatan sosialisasi menerangkan bahwa KPU Kota Batu benar-benar memaksimalkan keberadaan Relawan Demokrasi (Relasi) untuk memberikan informasi Pemilu secara langsung ke tengah-tengah masyarakat. Target utamanya, sebut Heru, ialah masyarakat di desa, anak muda, dan pengguna media sosial. Cara itu berdampak positif dalam mendongkrak angka partisipasi, yakni mencapai 84 persen.

Komisioner Divisi SDM, Parmas, dan Sosdiklih (Marlina) melanjutkan, khusus untuk pendidikan pemilih pasca-Pemilu 2019 memiliki tujuan jangka panjang. Ia menerangkan bahwa sasaran kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) ialah masyarakat umum dan pelajar. Adanya pendidikan pemilih ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki wawasan dan pemahaman yang baik tentang kepemiluan dan tekhusus bagi pelajar, baik tingkat SMP maupun SMA, pendidikan pemilih adalah investasi untuk menjadi pemilih-pemilih cerdas di masa depan. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 9 = 1