25 Feb

KETUA KPU KOTA BATU MENJALANI VAKSIN COVID-19

Batu, kpu-kotabatu.go.id (25 Februari 2021), Ketua KPU Kota Batu mengikuti program vaksinasi Covid-19 di balai Kota Among Tani. Sesuai dengan kriteria tahap kedua, vaksinasi akan dilakukan untuk para pejabat publik dan petugas atau orang yang bekerja di sektor pelayanan publik. Ketua KPU Kota Batu, Mardiono mengikuti program tersebut dengan prokes yang ketat.

Disampaikan oleh Mardiono kegiatan vaksinasi tahap kedua di Kota Batu ini dilakukan setelah sebelumnya mendahulukan para petugas kesehatan pada tahap pertama. Tahap kedua program vaksinasi menyasar para pejabat publik dan petugas atau orang yang bekerja di sektor pelayanan publik. Sebelum proses vaksin dilakukan ada beberapa tahapan asesment yang dilakukan para tenaga kesehatan, hal ini dilakukan agar mendapatkan informasi kesehatan orang yang akan divaksin nantinya. Penting untuk petugas nakes yang bertugas untuk mengetahui riwayat kesehatan dan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan para pejabat publik dan petugas atau orang yang bekerja di sektor pelayanan publik, agar pencegahan covid-19 maksimal dan sesuai SOP yang ditentukan.

Pelaksanaan dan lokasi vaksinasi tahap dua ini dilaksanakan dalam dua sampai tiga hari kedepan dengan lokasi vaksinasi, di 9 faskes yang sudah terdaftar. Terdiri dari 5 puskesmas dan 4 rumah sakit. Jika nantinya jumlah vaksin yang diterima Kota Batu lebih banyak, pihak Dinkes akan melakukan vaksinasi di beberapa tempat seperti di balaikota. “Bahkan jika nantinya sudah sampai pada giliran masyarakat umum, vaksinasi akan ditempatkan di fasilitas umum yang lebih luas seperti Gor Gajahmada atau tempat lainnya yang lebih memungkinkan keterangan kepala dinas kesehatan Kota Batu sebagai penyelenggara vaksinasi Caovid-19 di Kota Batu”.

Ketua KPU Kota Batu sangat berharap pada masyarakat Kota Batu, maupun yang sudah divaksin, untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, karena vaksinasi ini hanya untuk pencegahan. “Karena vaksin ini adalah bagian dari upaya pencegahan, tentunya kita harus tetap dengan protokol kesehatan ucapnya”. (ari)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

84 + = 93