27 Okt

KEMBANGKAN PROGRAM PADA TATARAN SINERGITAS DAN REKOMENDASI

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (26 Oktober 2021)   Purna sudah rangkaian diskusi daring (webinar) Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Webinar sebagai penguat modul program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini pada seri ke-7 yang diselenggarakan Selasa (26/10/2021) memberi ruang bagi sejumlah daerah pelaksana program untuk menyampaikan pengalaman menyelenggarakan program yang diluncurkan pada Agustus 2021 silam.

Plh Ketua KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan tema seri terakhir webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, “Potret Perkembangan Pilot Project Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan” dimaksudkan untuk mendapatkan informasi perkembangan program ini, tidak hanya pada tataran diskusi tapi juga pengalaman pelaksanaan, sinergitas bahkan rekomendasi.

Menurut Dewa dalam pelaksanaannya, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan berjalan variatif, dibeberapa wilayah muncul inovasi sehingga banyak desa/kelurahan yang berpartisipasi, namun ada juga yang hingga webinar seri ke-7 belum terlaksana. “Kami tidak maksud membandingkan, tapi kita belajar bersama, sehingga nanti program ini berjalan baik dan merata di semua daerah,” kata Dewa.

Jabar Inspiratif, Malut Terapkan Kearifan Lokal

Sementara itu pada sesi penyampaian pengalaman, KPU Jawa Barat (Jabar) yang diwakili Anggota Idham Holik, menerangkan progres program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan untuk tiga lokus yang ditunjuk, yakni Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, Kab Bandung, Desa Rancasalak, Kec Kadungora Kab Garut dan Desa Cieunteung Kec Darmaraja Kab Sumedang.

Diluar tiga desa tersebut, KPU kab/kota di Jawa Barat menurut dia juga berhasil menjalin kerja sama dengan pemerintah daerahnya, masing-masing antara lain Kota Tasikmalaya, Kab Kuningan, Kota Cimahi, Kota Banjar, Kab Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Majalengka, Kab Bogor, Kab Cirebon dan Kab Tasikmalaya untuk bersama menyukseskan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Idham juga menyampaikan masterplan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini hingga 2024, juga rencana lokus baru program ini di 2022 mencapai 944.

Pada kesempatan berikutnya, KPU Maluku Utara (Malut) yang diwakili Anggota, Safrina R Kamaruddin mengungkapkan penggunaan kearifan lokal dalam pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, yang untuk Maluku Utara menunjuk Kelurahan Kota Baru sebagai lokusnya. Selain menggunakan slogan “Marimoi Ngone Futuru” (bersatu kita teguh), juga memanfaatkan kegiatan “Babari/Leliyan” (gotong royong saat kegiatan adat, hajatan) sebagai sarana komunikasi menyampaikan informasi pemilu guna menghindarkan masyarakat dari terpaan berita bohong (hoaks).

Hadir juga untuk menyampaikan pengalamannya menyelenggarakan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, KPU Provinsi Sulawesi Utara, KPU Kabupaten Badung, KPU Kabupaten Kupang serta KPU Kota Tomohon.

Sementara itu sejumlah kepala daerah maupun perwakilan pemerintah daerah yang mendapat ruang menyampaikan tanggapan, mengaku mendukung suksesnya Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Tanggapan dan dukungan disampaikan Bupati Toraja Utara yang diwakili Sekda Rade Roni Bare, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, Bupati Kupang Korinus Masneno, R Iip Hidajat Kepala Kesbangpol Prov Jabar, Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes.

Disesi pamungkas, Anggota KPU RI, Viryan yang hadir sebagai narasumber kembali menyampaikan semangat hadirnya program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan salah satunya untuk menangkal disinformasi di masyarakat terkait kepemiluan. Desa menurut dia menjadi permulaan yang tepat untuk memperkuat literasi masyarakat, sebagaimana yang disampaikan oleh dua tokoh pendiri bangsa, Soekarno-Hatta. “Terkait dengan DP3 itu sesungguhnya pada sisi lain kita harus lagi mengembangkan demokrasi Indonesia menjadi pondasi dan penguatan pemilu kita,” tutup Viryan. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

78 − 71 =