17 Sep

HOAKS PEMILU SENGAJA DIPRODUKSI UNTUK DELEGITIMASI PENYELENGGARA

Manado, kpu-kotabatu.go.id (14 September 2019) – Berita bohong (hoaks) pada Pemilu 2019 lalu sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan menciptakan kecurigaan dan kebencian di tengah masyarakat. Hal lain yang tak kalah penting ialah masifnya peredaran hoaks pemilu juga bermaksud mendelegitimasi penyelenggara pemilu, yakni KPU dan badan ad-hoc pada semua tingkatan. Kesimpulan itu didapat dari pemamparan beberapa narasumber pada kegiatan Konsolidasi Regional Partisipasi Masyarakat Gelombang ke-II di Manado, Jum’at (13/09/2019).

Henry Subiakto, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerangkan setidaknya ada tiga jenis hoaks, yakni dibuat secara profesional dengan sengaja dan terorganisasi; dibuat secara amatiran oleh aktivis pendukung terlalu fanatik; dibuat tanpa sengaja, serta dinilai lebih murah dan beresiko kecil bagi pelaku dibanding money politic. “Secara legal/hukum hoaks sengaja untuk menerbitkan keonaran, serta berita bohong dapat mengakibatkan kerugian,” tuturnya.

Henry juga mengungkapkan bahwa hoaks dan ujaran kebencian (hate speech) menjadi musuh bersama yang harus dilawan. Bahaya dari keduanya, sebutnya, serupa dengan narkotika namun dengan cara merusak yang berbeda. “Keduanya sama-sama ada yang mendistribusikan, dampaknya sulit disadarkan, merusak mental, cara berpikir dan bahayakan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, pemateri lainnya yakni budayawan Radar Panca Dahana menyampaikan bahwa hoaks secara permanen akan selalu ada, karena selalu diproduksi dengan segala medium yang ada hingga dianggap sebagai suatu kelumrahan dan kebenaran. “Bahkan di seluruh belahan dunia hoaks menyebabkan kematian otoritas,” tandasnya. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46 − 44 =