28 Jun

HASIL KAJIAN AHLI : KARDIOVASKULER DIDUGA MENJADI PENYEBAB GUGURNYA KPPS

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (27 Juni 2019) – Teka-teki penyebab kasus sakit dan meninggalnya petugas KPPS ketika penyelenggaraan Pemilu 2019 akhirnya terjawab. Hal tersebut didapatkan setelah beberapa orang ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar konferensi pers di Media Center KPU RI tentang Kajian Lintas Disiplin atas Meninggal dan Sakitnya Petugas Pemilu 2019, Rabu (25/06/2019).

Secara ringkas dalam rilis yang dipaparkan, ada 3 kesimpulan yang dapat dipelajari kaitannya dengan musibah yang dialami oleh para petugas Pemilu 2019, baik KPPS maupun petugas keamanan. Pertama, Penyebab kematian adalah bersifat alami dan diduga disebabkan riwayat penyakit Kardiovaskuler. Kedua, adanya beban kerja tinggi para petugas, baik sebelum, selama, maupun setelah tanggal 17 April 2019. Dan ketiga, beban kerja yang tinggi berdampak pada terjadinya kematian dan sakit.

Salah satu anggota tim peneliti, yakni Prof. dr. Faturochman menerangkan bahwa faktor terjadinya musibah sakit maupun meninggal para petugas tidak bersifat tunggal. Ia menyebutkan jika beban aktivitas rutin (pekerjaan) ditambah keikutsertaan sebagai penyelenggara pemilu terakumulasi menjadi kelelahan fisik yang berakibat fatal. “Ada keterikatan antara beban kerja yang tinggi dengan keterlibatan mereka sebagai penyelenggara pemilu. (Faktor kelelahan) ini membuat penyelenggara sakit atau sampai meninggal dunia,” terangnya.

Anggota peneliti lain, Abdul Gaffar, menjelaskan lebih spesifik. Ia menyebutkan bahwa para petugas Pemilu 2019 yang menjadi korban, sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit, khususnya Kardiovaskuler, yakni sebuah penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Ia menegaskan jika kasus kematian dan sakit pada pemilu lalu merupakan kejadian natural, bukan disengaja. “Satu hal penting adalah bahwa kematian dan sakit yang terjadi dikarenakan sebab alamiah,” tegasnya. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 8 =