05 Des

HADAPI TAHUN ANGGARAN BARU, KPU JAWA TIMUR GELAR RAPIM

Pasuruan, kpu-kotabatu.go.id (4 Desember 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) ke-II di Royal Tretes View Hotel and Convention, Pasuruan, Selasa-Kamis (3-5/12/2019). Rapim dengan tema Perencanaan Program dan Anggaran Tahun 2020 ini diikuti oleh seluruh komisioner dan sekretaris KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur yang jumlahnya 228 orang.

Ketua KPU Jawa Timur (Choirul Anam) dalam sambutan pembuka menerangkan maksud diadakannya rapat menjelang akhir tahun 2019 ini ialah untuk menyusun bersama rencana program dan anggaran KPU pada tahun mendatang. Hal ini, lanjutnya, selaras dengan kegiatan Rapim KPU RI yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Yogyakarta.

“Satu minggu yang lalu, yakni 25-28 November 2019 kami KPU provinsi seluruh Indonesia bersama KPU RI juga melaksanakan kegiatan yang sama. Dalam Rapim di Yogyakarta tersebut kita membahas tentang rencana strategis KPU sebagai kekuatan lembaga untuk 5 tahun ke depan, yakni 2020 sampai 2025. Rapim kita ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan KPU RI tersebut,” terangnya.

Anam melanjutkan, Rapim di tingkat KPU provinsi idealnya dilaksanakan sebelum Rapim KPU RI. Namun, lanjutnya, hal itu tidak bisa terlaksana karena padatnya jadwal KPU di setiap tingkatan. Menurutnya, ia yakin kendala waktu pelaksanaan ini tidak akan menghilangkan esensi diadakannya Rapim sebagai wadah kolektif untuk menyusun rencana kerja secara efektif.

“Rapim antara KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota ini sifatnya berbeda dengan Rapim KPU RI beberapa waktu kemarin. Kalau kita nanti hanya membahas rencana kerja satu dua tahun ke depan, di Rapim KPU RI membahas renstra selama 5 tahun. Mengapa begitu, karena renstra KPU akan masuk dalam rencana Bappenas sehingga merupakan perencanaan nasional, termasuk terkait alokasi anggaran selama 5 tahun ke depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Anam juga meyampaikan pesan dari Ketua KPU RI (Arief Budiman) tentang perlunya upaya KPU dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan. Ia mengungkapkan bahwa kurun 5 tahun terakhir ini kepercayaan masyarakat kepada KPU terus meningkat. Faktor utama kepercayaan tersebut, lanjutnya, ialah kondisi internal KPU yang baik, dalam artian seluruh SDM-nya dapat menjaga sikap profesional, integritas, dan transparan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa seluruh elemen KPU harus selalu berkolaborasi untuk menjaga prestasi dan kepercayaan tersebut. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 2 =