18 Sep

HADAPI PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 KPU SUSUN STRATEGI LAWAN HOAKS

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (18 September 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak ingin masalah berita bohong (hoaks) menjadi ancaman dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020 mendatang. Oleh karena itu KPU mulai mempersiapkan formula efektif guna meminimalisir peredaran hoaks. Hal tersebut tersaji dalam acara FGD yang digelar Centre for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Facebook Indonesia bersama KPU, Bawaslu, Kemenkominfo dan para NGO pegiat pemilu, Senin (16/9) di Ruang Komunal Facebook, Jakarta.

Komisioner KPU RI (Viryan Azis) mengatakan bahwa salah satu permasalahan serius dalam Pemilu 2019 ialah masifnya peredaran hoaks. Untuk itu ia berharap rentang waktu yang dimiliki KPU saat ini bisa dimanfaatkan untuk sharing dan merumuskan strategi bersama agar pelaksanaan Pilkada 2020 bisa terlaksana dengan baik.

“KPU ingin Pemilihan Serentak 2020 ini bisa lebih baik, terutama dalam pengelolaan hoaks, sehingga pasca pemilu dan jelang pemilihan ini golden time untuk Focus Group Discussion (FGD) dan konsultasi regional,” tuturnya.

Ia melanjutkan salah satu cara konkrit adalah penerbitan buku panduan dalam mengenali hoaks sejak dini. Kemudian, sebutnya, juga terkait manajemen kampanye, tim kampanye dan dana kampanye, penting adanya Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) untuk pengawasan media sosial, serta tim damai seperti pada debat capres dan patroli tim siber dari pihak berwajib.

Hal senada juga disampaikan oleh Komisioner Bawaslu RI (M. Afifudin) tentang perlunya kerja sama antar lembaga dalam rangka melawan hoaks pemilu. Misalnya, kata dia, kerja sama tersebut bisa dijalin antara, KPU, Bawaslu, Kemenkominfo, dan Facebook Indonesia.

“Bawaslu dan Facebook Indonesia sendiri telah melakukan pelatihan kepada Bawaslu Provinsi dalam rangka pengawasan media sosial dan Bawaslu juga telah memiliki jalur khusus untuk pengaduan,” ungkapnya. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 2 =