29 Nov

GELAR RAPIM III, KPU RI SUSUN RENSTRA HADAPI PEMILU 2024

Yogyakarta, kpu-kotabatu.go.id (29 November 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) ke-III dengan mengundang seluruh anggota KPU provinsi se-Indonesia, Senin (25/11/2019). Kegiatan Rapim dimaksudkan untuk menyusun rencana strategis (Renstra) KPU selama 5 tahun ke depan, yakni tahun 2020-2024. Adapun di tahun 2024 ada momen akbar pemilihan yang tentu perlu dipersiapkan dengan baik.

Selain Renstra, Ketua KPU RI (Arief Budiman) juga menegaskan perlu menyusun road map agar pelaksanaan program dan kegiatan yang merupakan turunan renstra, bisa berjalan baik dan terarah. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Arief Budiman mengajak seluruh peserta Rapim untuk memberi ide dan masukan konstruktif melalui kelas-kelas diskusi yang terbagi ke dalam 6 (enam) ruangan.

Kelas A, terkait keuangan, umum, rumah tangga, perencanaan, dan logistik dibahas tentang terpenuhinya kebutuhan operasional perkantoran yang memadai, terwujudnya target opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), meningkatkan transparansi informasi publik tentang perencanaan dan anggaran, terlaksananya penguatan internal antar komisioner dengan sekretariat baik horizontal maupun vertikal hingga penegasan jumlah tenaga kontrak/honorer sesuai dengan DIPA.

Kelas B, terkait data dan informasi dibahas tentang pembuatan program pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan baik dari sisi regulasi, penguatan kelembagaan dan koordinasi, sosialisasi, sistem administrasi, monitoring hingga evaluasi; mengenai penggunaan teknologi informasi dalam seluruh tahapan pemilu serta pengembangan PPID dengan sarana dan prasarana yang memadai serta anggaran yang mencukupi; juga tentang rencana program pengembangan web dan security system, merevitalisasi PPID dan kearsipan untuk menjadi bagian sendiri, membuat perluasan kewenangan PPID yaitu untuk fungsi penyajiannya masuk dalam regulasi, sementara pengolahannya pada bagian divisi-divisi masing-masing.

Kelas C, terkait teknis penyelenggaraan pemilu dibahas tentang terbangunnya Sidapil yang menjadi instrumen utama penyusunan dan penetapan dapil, mendorong Sipol masuk dalam Undang-undang (UU), mereformulasi teknis verifikasi dan input data yang memudahkan bagi peserta pemilu dan penyelenggara pemilu. Termasuk terbangunnya Silon agar menjadi instrumen utama proses pencalonan serta SIPP yang terintegrasi dengan sistem informasi yang lainnya. Selain itu juga dibahas terwujudnya dana kampanye yang akuntabel, terbangunnya Sidalih yang menjadi instrumen utama proses penetapan calon terpilih dan Simpaw yang menjadi instrumen utama proses penggantian calon terpilih.

Kelas D, terkait sosialisasi pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat, sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan dibahas tentang roadmap pembentukan penyelenggara pemilu, rekrutmen komisioner provinsi dan kabupaten kota dilaksanakan setelah pemilu 2024, peningkatan kompetensi ASN KPU, pembentukan pusdiklat KPU, serta promosi, mutasi dan rotasi jabatan secara berkala, dan juga meningkatkan kualitas kelembagaan demokrasi, meningkatkan kesadaran hak sipil dan politik, terjaminnya kesetaraan dan kebebasan dalam pemilu dan pemilihan, serta optimalisasi pendidikan pemilih dan sosialisasi.

Kelas E, terkait hukum dan pengawasan dibahas tentang peningkatan kualitas penyusunan rancangan peraturan keputusan KPU, peningkatan kapasitas telaah hukum dan advokasi hukum, penyelesaian sengketa tahapan proses dan hasil pemilu dan pemilihan, serta non tahapan pemilu dan pemilihan. Peningkatan kapasitas pengawasan dan pengendalian internal, peningkatan kapasitas penanganan pelanggaran administrasi, kode perilaku, sumpah/janji, dan pakta integritas.

Kelas F, terkait fungsi sekretariat dibahas tentang upaya mewujudkan KPU sebagai lembaga yang memiliki integritas, kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan pemilu, serta terlaksananya pemilu/pemilihan yang aman, damai, jujur dan adil, meningkatkan kesadaran masyarakat dan partisipasi politik dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. (ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 32 = 39