23 Sep

EFISIENSI PEMILU JADI TUGAS BESAR KPU DI WAKTU MENDATANG

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (23 September 2019) – Momen pesta demokrasi selalu menjadi perhatian utama masyarakat dalam setiap periode. Hal tersebut tak lepas dari harapan besar masyarakat terhadap terpilihnya pemimpin baru yang dapat membawa kehidupan bangsa menjadi lebih makmur, adil, dan sejahtera. Namun, di sisi lain kesuksesan penyelenggaraan kontestasi pemilu juga membutuhkan SDM dan biaya yang besar. Oleh karena itu, salah satu hal yang menjadi tugas besar KPU di pemilu yang akan datang ialah menciptakan efisiensi dalam pelaksanannya.

Dalam kegiatan Konsolnas 2019, Sabtu (21/09/2019) Ketua KPU RI (Arief Budiman) menuturkan jika setelah selesainya Pemilu 2019 banyak kritikan dan masukan yang ditujukan kepada KPU agar berusaha mendesain pemilu yang efisien. Kritikan itu, lanjutnya, disampaikan publik dengan dalih beratnya tugas penyelenggara di tingkat bawah. Menurutnya, penyederhanaan prosedur penting diupayakan oleh KPU.

“Terkait adanya usulan pemilu jangan serentak, karena banyak KPPS meninggal, kami mengusulkan e-rekap, sehingga dari TPS langsung ke KPU kabupaten/kota, tidak ada rekap di kecamatan lagi, tugas PPS dan PPK menjadi ringan. KPPS bisa juga diperingan tugasnya, misalnya saksi tidak perlu diberi salinan, cukup foto formulir hologram semua, itu dokumennya, sehingga mengurangi pekerjaan KPPS untuk mencatat banyak salinan,” terangnya.

Salah satu hal yang bisa dilakukan penyelenggara, kata Arif, ialah dengan terus menerus melakukan inovasi, baik dalam strategis maupun teknis. Menurutnya, adanya inovasi akan dapat mewujudkan pemilu semakin berkualitas. “Tidak lagi ada kata pemilu itu hanya prosedural, tetapi secara substansional berfungsi dengan baik. KPU harus terus berpikir jauh ke depan dan berinovasi dengan penyelenggaraan pemilu yang lebih berkualitas,” tegas Arif.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Komisioner KPU RI (Pramono Ubaid Tanthawi) bahwa pada Pemilihan 2017, Pemilihan 2018 dan Pemilu 2019 total efisiensi anggaran KPU sebesar 40,78 persen. Sistem juga sudah dibangun melalui Sirup, Silog dan e-Katalog. Khusus e-Katalog, saat ini sudah tersedia 12 item, yaitu surat suara, tinta, segel, hologram, kotak suara, bilik, sampul, formulir hologram, formulir salinan, DPC dan DCT, alat bantu tuna netra dan panduan PPK-KPPS.
(ats/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

36 − 29 =