18 Nov

CALL FOR PAPERS TUMBUHKAN BUDAYA DISKURSUS KEPEMILUAN

Bogor, kpu.go.id – Konferensi Nasional dan Call for Papers Tata Kelola Pemilu Indonesia resmi ditutup, Jumat (15/11/2019) malam. Sebanyak 45 makalah telah selesai dipaparkan oleh para penulis dan juga telah mendapat ulasan oleh para penilai.

Anggota KPU RI (Pramono Tanthowi Ubaid) berharap kegiatan selama tiga hari dapat menjadi awal tumbuhnya budaya diskursus kepemiluan di Tanah Air. Menurut dia sudah saatnya pemilu diisi oleh perdebatan yang bersifat ilmiah, tidak sekadar kontestasi atau hal-hal yang bersifat teknis semata.

Call for Papers sendiri menurut Pramono diadakan tidak sekadar mengevaluasi penyelenggara pemilu semata. Tetapi juga agar diskursus kepemiluan itu menjadi sebuah kebiasaan di Indonesia. “Kita ingin diskursus kepemiluan lebih baik, diruang publik agar keriuhan pemilu tidak hanya kontestasi, tapi juga butuh keriuhan dalam hal diskursus kepemiluan,” tambah Pramono.

Pada sesi penutupan ini, Pramono Secara khusus juga memberikan penilaian singkatnya. Menurut dia makalah yang telah disampaikan masih perlu perbaikan. Terutama mengenai minimnya data yang disampaikan, referensi hingga paper yang disampaikan terlalu kaku (seperti laporan). Hal lain dibeberapa makalah Pramono melihat apa yang disampaikan terlalu deskriptif dan masih ada kekeliruan dalam hal penggunaan EYD dan tanda baca.

Meski begitu Pramono berterima kasih atas evaluasi yang diberikan pada makalah-makalah tersebut. Dia memastikan 45 makalah yang terpilih akan dihimpun dalam satu buku yang diharapkan menjadi bekal dalam penyelenggaraan pemilu berikutnya. “Saya berharap ini menjadi program rutin tahunan KPU,” tambah Pramono.

Salah seorang tim penilai, Erik Kurniawan mengucapkan selamat kepada KPU yang telah berhasil menyelenggarakan Konferensi Nasional dan Call for Papers edisi perdana. Dia melihat KPU menyelenggarakan kegiatan dengan terbuka, menerima masukan dan tidak membantah apabila ada kekurangan.

Erik pada kesempatan itu juga mengatakan ada tiga aspek yang dievaluasi dari sebuah penyelenggaraan pemilu, pertama teknis penyelenggaraan, tata kelola pemilu juga untuk pemilu demokratik.

Secara singkat Erik juga melihat beberapa pokok evaluasi yang disampaikan dalam makalah-makalah tersebut mencakup daftar pemilih, pungut hitung, penerapan teknologi informasi, pembentukan dapil, anggaran kampanye, penggunaan noken hingga penyelesaian sengketa pemilu.

Kepala Biro Perencanaan dan Data Setjen KPU Sumariyandono berterima kasih atas partisipasi peserta dalam menyukseskan kegiatan ini. Dia juga melihat diskusi yang berlangsung ditia kelas cukup dinamis dan pemaparan yang disampaikan cukup baik dan mendapat respon dari penilai. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

Sumber: kpu.go.id

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 8 = 2