02 Jun

HIMPUN MASUKAN UNTUK PUSLATLITBANG KPU YANG BERINTEGRITAS, BERKUALITAS, KOMPETEN DAN PROFESIONAL

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (02 Juni 2021) – Sebagai sebuah lembaga penyelenggara pemilu di Tanah Air, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dituntut untuk bekerja profesional, mandiri, dan berintegritas. Ketiga hal tersebut tentunya harus didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan berkompeten yang dihasilkan melalui proses pelatihan dan pengembangan yang berkesinambungan.

Berangkat dari hal tersebut, KPU RI dalam beberapa waktu terakhir mulai menyiapkan pembangunan Pusat Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Puslatlitbang). Dan untuk memperkuat kesiapannya, pada Rabu (2/6/2021) diselenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Grand Desain Pusat Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan untuk mendapatkan masukan dan formulasi yang tepat, terkait dengan puslatlitbang yang cocok bagi KPU.

Selain itu pada FGD yang berlangsung di Jakarta, dengan  dengan tema “Puslatlitbang: Berintegritas, Berkualitas, Kompeten & Profesional” tersebut diharapkan kelembagaan KPU dan demokrasi pada umumnya bisa lebih diperkuat, sebagaimana program pemerintah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, serta bekal KPU menghadapi pelaksanaan Pemilihan dan Pemilu Serentak 2024.

Hadir pada kegiatan ini Ketua KPU RI Ilham Saputra, Anggota Arief Budiman, Pramono Ubaid Thantowi, Evi Novida Ginting Manik, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dan Viryan. Sedangkan narasumber FGD di antaranya perwakilan dari Pusat Pendidikan, Pelatihan, Pengawasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Kementerian Keuangan RI, Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi MK, Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN-LAN, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) serta perwakilan UI dan UGM.

Saat membuka kegiatan ini, Ketua KPU RI Ilham Saputra berharap kehadiran Puslatlitbang juga mampu merumuskan berbagai kebijakan yang dihasilkan melalui proses akademik, yaitu melalui penelitian dan kajian/riset.

Selain itu Ilham juga menginginkan agar Puslatlitbang memiliki kerja sama yang luas di bidang kepemiluan dan demokrasi baik dalam maupun luar negeri. “Riset kami selama ini mengambil data dari lembaga-lembaga lain yang memiliki riset, alangkah idealnya KPU mampu melakukan penelitian secara mandiri terkait hal-hal yang dapat mendukung kegiatan penyelenggaraan pemilu,” ujar Ilham.

Di kesempatan yang sama, Anggota KPU RI Arief Budiman mengatakan keberadaan puslatlitbang harus kuat dan didukung dengan SDM yang baik. Menurut dia, tujuan dibuatnya puslatlitbang juga karena menyelenggarakan pemilu tidak cukup hanya berdasarkan pengalaman tapi juga basis ilmu tentang kelola manajemen kepemiluan. “Tata kelola pemilu yang dilakukan dengan penelitian dapat memberikan masukan pada kebijakan kepemiluan, seperti riset mengenai surat suara tidak sah dapat terjadi, atau bagaimana desain surat suara yang memudahkan pemilih di TPS,” tutur Arief.

Sementara itu Anggota KPU RI lainnya, Pramono Ubaid Thantowi, menilai lembaga yang dipimpinnya selama ini memang terlalu fokus pada aspek-aspek teknis penyelenggaraan pemilu dan meninggalkan wacara dan diskursus kepemiluan.

Padahal menurut dia sebagai lembaga yang mengelola banyak data pasca penyelenggaraan pemilu, KPU adalah pusat informasi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kepemiluan. “Saran saya anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota harus bisa melakukan penelitian pasca Pemilihan 2020. Hal ini menjadi awalan yang baik terutama dalam hal perbaikan teknis tata kelola pemilu berdasarkan hasil riset yang matang,” harap Pramono.

Di kesempatan lainnya, Anggota KPU RI Viryan mengajak semua yang ada di keluarga besar KPU untuk memahami, tujuan dibuatnya puslatlitbang. Bukan hanya melaksanakan amanat Undang-undang (UU) Pemilu, agar sekretariat menjadi lebih besar tapi juga untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2024 yang dilakukan di tahun yang sama. (humas kpu ri yosara/foto: ajg/ed diR)