30 Sep

DIALOG INTERAKTIF BERSAMA ATV, KPU KOTA BATU SHARING HASIL KONSOLNAS

Batu, kpu-kotabatu.go.id (30 September 2019) – Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Batu (Thomy Rusy Diantoro) hadir dalam program Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh ATV, Senin (30/09/2019). Pada acara yang rutin tayang tiap Senin sore tersebut Thomy berbicara banyak hal tentang pelaksanaan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) dan Orientasi Tugas (Ortug) yang diikuti oleh KPU Kota Batu beberapa waktu lalu di Jakarta. Secara garis besar poin-poin yang diulas dalam dialog tersebut antara lain evaluasi Pemilu 2019, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pengembangan kapasitas penyelenggara.

Pertama, Thomy menyampaikan jika pelaksanaan Pemilu 2019 secara umum telah berjalan dengan baik dan lancar. Indikator yang dapat dijadikan acuan, sebutnya, ialah angka partisipasi masyarakat yang tinggi, sengketa hasil relatif kecil dan dapat terselesaikan dengan baik, serta suasana di tengah masyarakat kondusif dan aman. Poin penting evaluasi, katanya, terletak pada efisiensi pelaksanaan, baik tugas penyelenggara di tingkat bawah (KPPS) dan proses rekapitulasi.

Kedua, ia mengulas tentang tugas besar KPU dalam menjaga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, baik dalam Pilkada 2020 maupun momen pemilu selanjutnya. Adanya peningkatan, sebutnya, akan menjadi tolok ukur terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap KPU. Namun, di saat bersamaan ada tantangan yang harus dihadapi KPU, yakni produksi berita bohong (hoaks) yang dapat merusak suasana dan kondusifitas pemilu.

Ketiga, Thomy menerangkan jika salah satu hal yang tak boleh luput dari perhatian KPU adalah adanya upaya peningkatan kapasitas penyelenggara secara terus menerus dan berkelanjutan. Upaya itu diperuntukkan bagi semua elemen di internal KPU, baik komisioner, sekretaris, staf, maupun badan ad-hoc di bawah kewenangan KPU. Penyelenggara yang berkualitas, sebutnya, akan seleras dengan raihan prestasi yang didapat KPU dalam pemilu. (ats/pdp)

30 Sep

KPU KOTA BATU MEMULAI KEGIATAN ROADSHOW PENDIDIKAN PEMILIH

Batu, kpu-kotabatu.go.id (30 September 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu memulai kegiatan Roadshow Pendidikan Pemilih kepada pelajar sekolah di Kota Batu. Sekolah pertama yang berkesempatan mendapat materi pendidikan pemilih ialah SMA Islam 1 Kota Batu. Komisioner Divisi Teknis (Erfanudin) didampingi beberapa staf sekretariat KPU Kota Batu menyampaikan tentang hal-hal mendasar tentang politik dan pemilu, misalnya makna politik, contoh politik dalam kehidupan sehari-hari, dan sekilas tentang tugas KPU dan pelaksanaan Pemilu 2019.

Mengawali penjelasan Erfanudin mengajak siswa-siswi SMA Islam 1 Kota Batu untuk memahami pengertian politik secara sederhana. Ia meminta kepada mereka untuk menerangkan ‘apa itu politik’. “Adakah yang bisa menjelaskan pengertian tentang apa itu politik?” ajak Erfan. Ada dua hingga empat siswa yang menjawab. Sebagian tidak bisa menerangkan, ada juga sebagian yang mampu menjawab dengan benar. “Politik adalah untuk mempengaruhi,” tutur salah seorang siswa.

Lalu, Erfanudin menjelaskan tentang contoh-contoh politik dalam kehidupan sehari. Ia menyebutkan bahwa sangat banyak sekali hal di dalam kehidupan yang sejatinya merupakan praktek berpolitik. Misalnya, sebutnya, pemilihan ketua OSIS, meminta tambahan uang jajan, dan meminta traktir makan ke teman adalah contoh perilaku politik. “Pernah nggak kalian meminta tambahan uang saku ke orang tua dengan berbagai alasan? Itu adalah politik. Meminta traktir ke teman, itu juga politik. Termasuk pemilihan ketua OSIS di sekoleh juga politik,” ungkapnya disambut antusias.

Kegiatan Roadshow Pendidikan Pemilih di SMA Islam 1 Kota Batu ini merupakan roadshow pertama yang dilakukan. Ke depan KPU Kota Batu akan berkeliling ke sekolah-sekolah di Kota Batu untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada pelajar tentang politik, demokrasi, dan wawasan kepemiluan secara luas. Harapan di baliknya ialah lahirnya pemilih-pemilih cerdas di masa yang akan datang. (ats/pdp)

29 Sep

HADIR DI HUT BRANTAS RESCUE, KPU KOTA BATU SOSIALISASIKAN HASIL PEMILU 2019

Ngantang, kpu-kotabatu.go.id (29 September 2019) – Sekitar 100 orang lebih mengikuti acara perayaan HUT ke-8 Kavling Utara (KU) Brantas Rescue yang diselenggarakan di Balai Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. KPU Kota Batu yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak melewatkan begitu saja kesempatan berharga tersebut. Komisioner KPU (Heru Joko Purwanto) beserta staf memanfaatkannya untuk memberikan sosialisasi hasil Pemilu 2019 kepada peserta yang mayoritas adalah anggota KU Brantas Rescue.

Pertama kali Heru menyampaikan ucapan terima kasih kepada Brantas Rescue yang telah mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 dengan baik. Anggota Brantas Rescue, sebutnya, terdiri atas berbagai elemen masyarakat dari berbagai profesi, lintas umur, dan berasal dari seluruh penjuru Malang Raya. Untuk itu, katanya, keberadaan Brantas Rescue yang befokus pada bidang sosial kemanusiaan sangat membantu dalam menyosialisasikan Pemilu 2019 sekaligus menciptakan suasana kondusif di tengah masyaakat.

Berkaitan dengan hasil Pemilu 2019 Heru menyebutkan bahwa secara umum pelaksanaannya berlangsung dengan baik. Menurutnya, salah satu prestasi yang berhasil diraih ialah tingginya partisipasi masyarakat. Namun, lanjutnya, kesuksesan yang diraih juga tetap membutuhkan evaluasi dari masyaarakat.

“Kami di KPU sangat berharap masyarakat dapat memberikan evaluasi dan masukan terhadap Pemilu 2019 kemarin. Masukan yang bapak/ibu berikan akan berguna agar pemilu selanjutnya lebih baik lagi,” tuturnya.

Anggota Brantas Rescue yang memenuhi Balai Desa Kaumrejo tampak antusias mendengarkan pemaparan tersebut. Bebebrapa dari mereka bertanya seputar pemilu dan komitmen anggota dewan terpilih, misalnya tentang pentingnya perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pelaksanaan janji kampanye oleh dewan terpilih. (ats/pdp)

26 Sep

PILKADES SERENTAK DI 11 DESA, KPU KOTA BATU FASILITASI PEMINJAMAN LOGISTIK

Batu, kpu-kotabatu.go.id (26 September 2019) – Sebanyak 11 desa di Kota Batu akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Wakil Walikota Batu (Punjul Santoso) beberapa waktu lalu, Pilkades Serentak akan diselenggarakan pada awal Oktober 2019. Adapun desa-desa yang akan melaksanakan pemilihan antara lain Sidomulyo, Oro-Oro Ombo, Sumberejo, Tulungrejo, Punten, Gunungsari, Bumiaji, Giripurno, Beji, Junrejo, dan Torongrejo.

Punjul Santoso menerangkan jika penjadwalan Pilkades Serentak adalah di awal Oktober, meskipun masa jabatan masing-masing kepala desa selesainya tidak bersamaan. “Masa habis 11 (sebelas) kepala desa ini memang tidak bersamaan, tapi pelaksanannya nanti bersamaan. Setidaknya Oktober dimulai,” terangnya.

Senada dengan Punjul, Kabag Pemerintahan Pemkot Batu (Dyah Liestina) mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Pilkades Serentak ialah pada awal Oktober dengan alasan agar tidak berbarengan dengan agenda HUT Kota Batu yang jatuh pada tanggal 17 Oktober tiap tahunnya. “Pelaksanaannya diusulkan 2 Oktober mendatang, sebelum HUT Kota Batu agar tidak berbarengan,” ungkapnya.

Sementara itu, KPU Kota Batu mendukung penuh adanya agenda Pilkades Serentak ini. KPU mempersilahkan panitia pemilihan di masing-masing desa untuk meminjam logistik pemilu berupa kotak suara, bilik, alat dan bantalan coblos, dan kelengkapan pemilihan lainnya. “Kami memfasilitasi peminjaman logistik untuk Pilkades. Silakan langsung datang ke kantor KPU. Ini juga sebagai salah satu dukungan kami untuk lancar dan suksesnya agenda Pilkades Serentak di Kota Batu,” terang Thomas Maydo.

Adapun hingga berita ini diterbitkan seluruh panitia pemilihan dari 11 desa telah mengambil kebutuhan logistik di Kantor KPU Kota Batu. (ats/pdp)

26 Sep

KPU RI : ADA PERAN LEADER DAN MANAGER DI KPU, HARUS BERBAGI TUGAS

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (26 September 2019) – Setelah selesai menyelenggarakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas), KPU RI langsung menggembleng komisioner dan sekretaris 30 KPU kabupaten/kota dengan kegiatan Orientasi Tugas Gelombang IV yang akan dilaksanakan 25-29 September 2019. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) pada Rabu (25/09/2019) tersebut bermaksud memberikan bekal pemahaman kepada pimpinan KPU di daerah untuk mengelola lembaga dan tugas secara berintegritas dan profesional.

Kepala Biro SDM KPU RI (Lucky Firnandy Majanto) menerangkan pelaksanaan orientasi tugas ini agar peserta dapat menambah kompetensi dan profesionalitas masing-masing. Selain itu, sebutnya, adanya orientasi tugas juga diharapkan dapat meningkatkan integritas, pengetahuan dan keahlian guna menunjang penyelenggaraan pemilu dan proses ketatanegaraan di Indonesia pada umumnya.

“Orientasi tugas ini sempat tertunda 6 bulan, karena KPU kemarin masih fokus penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, sehingga baru kali ini kegiatan dapat dilaksanakan. Mari kita ikuti orientasi tugas dengan baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam penyelenggaraan pemilu yang lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, secara khusus Arief Budiman menjelaskan tentang perbedaan peran komisioner dan sekretaris dalam menjalankan tugas KPU. Menurutnya, komisioner adalah leader, ia menjalankan peran pengambil kebijakan, pembangun nilai-nilai, pemantik lahirnya inovasi, berpikir out of the box dan beroroentasi focus on people. Sedangkan sekretaris adalah manager, ia pelaksana kebijakan, pengelola personil sekretariat dan berfokus focus on system.

“Leader itu harus punya inovasi dan kreasi yang berbeda, bagaimana nilai-nilai penting bisa dibangun di KPU, apa saja yang bisa dilakukan untuk KPU dan pemilu yang lebih baik, itu tugas ketua dan anggota KPU. Kemudian tugas manager atau sekretaris untuk menjaga semua itu bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya. (ats/pdp)

25 Sep

KPU RI RESMI MELAKUKAN LAUNCHING PILKADA SERENTAK TAHUN 2020

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (25 September 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI secara resmi melakukan launching Pilkada Serentak tahun 2020, Senin (23/09/2019) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Prosesi yang dilaksanakan pada acara puncak kegiatan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) tersebut dilakukan oleh Ketua (Arief Budiman) beserta seluruh Anggota KPU RI dan disaksikan oleh peserta Konsolnas yang berasal dari KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia. Secara simbolis Arief Budiman dan Anggota menekan layar bergambar surat suara sebagai penanda dimulainya tahapan Pemilihan 2020.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri (Tjahjo Kumolo) yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresasi tinggi atas suksesnya Pemilu 2019. Adapun untuk Pemilihan 2020, katanya, pemerintah mendukung penuh pelaksanaannya, khususnya Kemendagri melalui Dirjen Otda telah memanggil seluruh kepala daerah agar menjamin ketersediaan anggaran untuk Pilkada di daerah masing-masing.

“Secara prinsip anggarannya tercukupi, karena saya masih punya wewenang memberi paraf RAPBD. Memang masih ada beberapa daerah yang belum (menemui) titik temu, mohon untuk terus didekati, sinkronkan supaya ada tujuan dicapai,” tuturnya.

Berkaitan dengan agenda Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan di 270 daerah Arief berharap prestasi yang diraih bisa lebih meningkat. Dua hal yang harus menjadi perhatian, lanjutnya, ialah menjaga angka partisipasi masyarakat agar tinggi dan kesiapan dalam menghadapi sengketa. “Penyelenggara harus mampu meningkatkan kesuksesan di Pilkada 2020 (sebagaimana) yang telah dicapai pada Pemilu 2019, antara lain partisipasi pemilih dan penanganan sengketa pasca pemilihan,” tegasnya. (ats/pdp)

25 Sep

POIN-POIN REKOMENDASI DARI 5 KELAS PLENO KONSOLNAS KPU RI

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (25 September 2019) – Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang diselenggarakan oleh KPU RI menjadi wadah penting bagi 548 KPU se-Indonesia untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019, sekaligus mempersiapkan Pilkada Serentak tahun 2020. Adapun pelaksanaan Konsolnas sendiri dibagi ke dalam 5 kelas evaluasi dengan konsep Focus Group Discussion (FGD). Setidaknya ada beberapa poin penting rekomendasi guna perbaikan dan peningkatan kualitas pemilu.

Pertama, rekomendasi kelas A, peserta FGD mendorong adanya peningkatan kapasitas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) karena di beberapa lokasi mereka dinilai tidak menguasai kondisi daerah atau penduduk sehingga pada saat pemetaan tidak bisa menemukan kesesuaian antara pengelompokkan data pemilih dengan penempatannya.

Kedua, rekomendasi kelas B, peserta mendorong agar adanya sinergi antara KPU dengan Dispendukcapil dalam memperkuat kevalidan database penduduk. Temuan di lapangan menemukan adanya WNA yang memiliki KTP-el yang bentuknya mirip dengan KTP-el WNI. Usulan lain adalah agar PPDP diwajibkan membuat laporan mingguan dan memaksimalkan peran KPU kabupaten/kota untuk melakukan pencermatan.

Ketiga, rekomendasi kelas C, peserta mendorong agar proses pemutakhiran data pemilih pada Pemilihan 2020 bersumber pada DP4 yang disinkronkan dengan DPT terakhir atau sebaliknya, DPT terakhir disinkronkan dengan DP4.

Keempat, rekomendasi kelas D, peserta mendorong agar kecermatan dalam pendataan DPK lebih ditingkatkan. Selain itu, perlu diselenggarakannya uji publik data pemilih berbasis RT/RW berjenjang. Usulan lain ialah agar ada regulasi khusus terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki KTP-el.

Kelima, rekomendasi kelas E, peserta mendorong agar KPU RI berkordinasi dengan elemen pemerintahan terkait, yakni Kemenkumham dan Kemendagri agar menggerakkan elemen tingkat di bawahnya mendukung kerja KPU di daerah. Selain itu, koordinasi juga perlu dilakukan dengan media, ormas, LSM, panti sosial, industri, hingga lembaga pendidikan (perguruan tinggi, pondok pesantren) serta partai politik. (ats/pdp)