24 Jun

KPU KOTA BATU LENGKAPI DOKUMEN KECELAKAAN KERJA BADAN AD-HOC

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (24 Juni 2019) – Sebagai tindak lanjut kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan SDM dan Evaluasi Badan Ad-hoc Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Jawa Timur beberapa waktu lalu, hari ini, Senin (24/09/2019) KPU Kota Batu berangkat ke Kantor KPU RI di Jakarta. Tugas yang dijalankan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM & Parmas (Marlina) dan Sekretaris KPU Kota Batu (Thomas Maydo) tersebut guna melengkapi berkas administrasi para anggota badan Ad-hoc KPU Kota Batu yang mengalami kecelakaan kerja pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Marlina menerangkan jika penyelesaian urusan kelengkapan administrasi tersebut sesuai dengan instruksi KPU Jawa Timur sebagai bagian dari keselamatan kerja. Ia menyebutkan jika KPU kabupaten/kota masing-masing harus mengambil langkah cepat agar proses penyelesaian segera tuntas. “Hari ini kita berangkat ke Jakarta guna melengkapi berkas Jaminan Kecelakaan Kerja badan ad-hoc saat pemilu kemarin. Hal ini merupakan perintah dari KPU Jatim, sekaligus sesuai isi Keputusan KPU RI Nomor 926,” terangnya.

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 926 dijelaskan bahwa badan Ad-hoc KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 meliputi anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutsan Suara (PPS), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan Petugas Ketertiban TPS. Kriteria kecelakaan kerja yang berhak mendapatkan santunan antara lain keadaan meninggal dunia, cacat tetap, luka/sakit berat, dan luka/sakit sedang. Adapun besaran santunan yang diberikan, yakni paling rendah Rp. 2.000.000,- hingga paling tinggi Rp. 36.000.000 untuk kasus kematian.

Di Kota Batu sendiri anggota badan Ad-hoc KPU Kota batu yang mengalami kecelakaan kerja saat penyelenggaraan Pemilu 2019 beberapa waktu lalu sebanyak 7 orang, terdiri dari 6 anggota TPS dan 1 anggota PPK Bumiaji. Sedangkan indikasi musibah yang dialami meliputi faktor sakit, kelelahan, dan kesalahan teknis di lapangan. (ats/pdp)

21 Jun

KPU JATIM: DIVISI SDM IBARAT LENTERA, HARUS MEMBERI TELADAN

Batu, kpu-kotabatu.go.id (21 Juni 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu mengikuti acara Rapat Koordinasi Pengelolaan SDM dan Evaluasi Badan Adhoc Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Jawa Timur, Kamis-Jum’at (20-21/06/2019) di Hotel Dafam Jember. Acara tersebut dihadiri oleh anggota KPU Divisi SDM dan sekretaris KPU kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. Dalam hal ini komisioner baru KPU Kota Batu yang membidangi Divisi SDM (Marlina) hadir bersama Sekretaris KPU (Thomas Maydo).

Ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh oleh Rochani selaku Komisioner KPU Jawa Timur yang membidangi Divisi Sosialisasi & Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM. Pertama, Rochani mengungkapkan jika tugas divisi SDM cukup berat dikarenakan berhubungan langsung dengan manusia. “Tugas di divisi SDM itu luarbiasa. Pekerjannya terlihat semu, tapi konflik batinnya luarbiasa. Karena yang kita tangani itu soal manusia, soal hati. Jadi, tetaplah berpikir jernih dalam menangani soal-soal seperti itu,” ungkapnya.

Kedua, menurut Rochani faktor yang menjadikan kinerja divisi SDM memiliki beban berat ialah karena tugasnya mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan sikap dan komitmen. “Beratnya itu karena langsung bersentuhan dengan kinerja, kode etik, kode perilaku, dan sumpah jabatan. Maka ketika kita akan menyuarakan ini kepada pihak lain, yang pertama-tama mematuhi adalah diri kita. Bapak ibu adalah lentera pengingat di organisasi kita,” terangnya.

Kaitan dengan peran penting divisi SDM sebagai penjaga profesionalitas di dalam tubuh KPU tersebut, Rochani mengingatkan komisioner divisi SDM dan sekretaris KPU harus benar-benar teguh dalam menjalankan tugas tersebut. “Kalau kita sebagai lentera saja sudah padam, bagaimana yang lain. Peran sekretaris dan divisi teknis adalah untuk itu (menjaga profesionalitas)”, ungkapnya memberi penegasan.

Terakhir Rochani berharap jika ada masalah-masalah yang berlum selesai terkait dengan urusan SDM agar segera dituntaskan sebelum 30 Juni 2019. “Kami sangat mengharapkan kalau masih ada residu-residu pelanggaran segera selesaikan sebelum akhir masa jabatan pada tanggal 30 juni 2019,” tandasnya. (ats/pdp)

19 Jun

DIVISI TEKNIS: JANTUNG PEMILU YANG DITUNTUT BERWAWASAN LUAS

Malang, kpu-kotabatu.go.id (19 Juni 2019) – Bertempat di Hotel Aria Gajayana Malang, KPU Jawa Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Simulasi Penghitungan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih Pemilu 2019, Selasa-Rabu (18-19/06/2019). Acara ini dapat dikatakan sebagai rapat koordinasi (rakor) perdana bagi anggota baru KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur, khususnya Anggota KPU Divisi Teknis. Erfanudin dan Ariansyah Mustafa masing-masing selaku Anggota Divisi Teknis dan Kasubbag Teknis hadir mewakili KPU Kota Batu

Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab divisi teknis yang secara kuantitas jumlahnya banyak, Ketua KPU Jawa Timur (Choirul Anam) menyebutkan jika ia adalah jantung pemilu. Sebagai jantung pemilih maka Anggota KPU Divisi Teknis harus belajar dan memiliki pemahaman yang luas. “Sebagian besar divisi teknis adalah orang baru, sehingga sebagai jantungnya pemilu ini menjadi tantangan. Divisi teknis harus paham betul bagaimana pemilu (diselenggarakan). Pemahaman ini harus menyeluruh atau komprehensif”, terangnya.

Anam berharap, khusunya kepada anggota baru divisi teknis, agar giat mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kepemiluan. Ia mengatakan jika proses belajar, baik dengan bertanya maupun berdiskusi, bisa dilakukan dengan semua penyelenggara di berbagai tingkatan. “Harapannya, kawan-kawan teknis yang belum punya pengalaman kepemiluan (agar) segera belajar. Jangan malu dan jangan segan untuk bertanya kepada siapapun. Tidak harus ke KPU provinsi, bisa ke PPS, Pantarlih, PPK, atau lainnya agar pemahaman bisa utuh,” pesannya.

Selain pengarahan kepada Anggota KPU Divisi Teknis, pada rakor tersebut juga dilakukan simulasi penghitungan perolehan kursi bagi partai dan penetepan calon terpilih serta pembahasan DIM (Daftar Inventaris Masalah) dan evaluasi Situng. (ats/pdp)

17 Jun

MARDIONO, NAHKODA BARU KPU KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Juni 2019) – Tepat pada Rabu, 12 Juni 2019 lalu jabatan komisioner KPU Kota Batu Periode 2014-2019 telah usai. Bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan tersebut terpilihlah 5 (lima) komisioner baru yang akan memimpin dan mengawal jalannya kehidupan dan kontestasi demokrasi di Kota Batu selama 5 tahun ke depan. Dari kelima komisoner tersebut dipilih satu nama untuk menahkodai KPU Kota Batu, yakni Mardiono. Ia terpilih secara aklamasi.

Mardiono bukanlah nama baru dalam barisan penyelenggara pemilu di Kota Apel ini. Pada periode sebelumnya namanya juga menjadi bagian keluarga besar KPU Kota Batu, tepatnya komisioner yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan. Selama menjalankan jabatan periode 2014-2019 ia menunjukkan kinerja yang baik, khusunya dalam tugas yang dibidanginya. Atasan alasan pengalaman, profesionalitas, dan integritas yang dimiliki itulah ia dinilai layak menjadi sosok ketua.

Mardiono dilahirkan di sebuah desa kecil di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Kebon Senin, Desa Sidomulyo, Lumajang pada 29 Oktober 1981. Kedua orang tuanya sengaja memberikan nama ‘Mardiono’ kepadanya. “Pemberian nama itu bukan tanpa maksud. Ada makna mendalam dibaliknya”, tuturnya suatu ketika.

Ia menceritakan bahwa namanya terdiri dari dua kosa kata Jawa yang memiliki arti filosofis. ‘Mardi’ berarti Jalan, sedangkan ‘Ono’ artinya Ada. Jika digabungkan menjadi Mardiono maka mempunyai makna ‘Ada Jalan’. “Kedua orang tua berharap saya menjadi pribadi yang selalu optimis dan tidak mudah putus asa. Selain itu keduanya juga ingin saya selalu berusaha mencari jalan keluar terbaik dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada,” ceritanya menjelaskan makna Mardiono.

Mardiono dikenal orang sebagai pribadi yang suka bergaul. Di lingkungan pergaulannya ia dinilai oleh teman-temannya dengan gaya bergaul yang luwes dan mudah diajak untuk bercanda. Dengan sikap seperti itu berdampak pada mudahnya ia diterima secara luas di berbagai lingkungan dan komunitas, sehingga berpengaruh pada jalinan pertemanan dan persahabatan yang positif.

Pada sisi lain, watak suka bergaul tersebut secara bersama selaras dengan keaktifannya dalam berorganisasi di tengah masyarakat hingga ia dikenal sebagai seorang organisatoris. Ketika usia remaja ia memulai aktifitas sebagai Remaja Masjid At-Taqwa Kota Batu, bahkan ia menjadi ketuanya. Pada masa kuliah ia juga aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Tamadun FAI dan Badan Eksekutif Mahasiswa UMM. Setelah ia menyelesaikan kuliah aktivitas organisasinya terus berlanjut; menjadi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Lazismu Kota Batu dan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Menurutnya, aktif di organisasi mempunyai nilai penting dan strategis. Lewat organisasi seseorang bisa lebih bermanfaat terhadap kehidupan bermasyarakat, dan tentunya membuat diri lebih produktif. “Bagi saya, beraktifitas dalam sebuah organisasi masyarakat ialah wadah yang produktif untuk belajar banyak hal. (Akhirnya) semua aktifitas tersebut berpengaruh terhadap cara pandang saya terhadap kehidupan sosial, politik, kebudayaan, dan keagamaan”, ungkapnya.

Dari profil singkat tersebut terkandung harapan besar pada sosok organisatoris ini; semoga kepemimpinannya dapat membawa KPU Kota Batu memiliki kinerja yang lebih baik, profesional dan berkualitas. (ats/pdp)

17 Jun

PIMPIN APEL PAGI, INI PESAN KETUA BARU KPU KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Juni 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu memiliki nahkoda baru. Setelah dilakukan rapat pleno pasca-pelantikan, kelima komisoner terpilih secara bulat memilih dan menyepakati Mardiono sebagai Ketua KPU Kota Batu Periode 2019-2024. Periode sebelumnya Mardiono menjabat sebagai komisioner yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan.

Pada Senin (17/06/2019) Mardiono mengawali aktifitas dengan memimpin apel pagi kantor KPU Kota Batu yang rutin dilaksanakan tiap awal pekan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya dapat memimpin kegiatan apel pagi, apalagi dengan dihadiri secara lengkap oleh empat komisioner lainnya serta seluruh pimpinan dan staf sekretariat. Dalam kesempatan berharga tersebut ia menyampaikan beberapa pesan penting.

Pertama, Mardiono mengungkapkan jika dirinya ingin menjalankan kepemimpinan di dalam KPU Kota Batu secara kolektif dan kekeluargaan. Menurutnya istilah ‘sersan’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana ia memimpin organisasi ini. “Teman-teman pastinya sudah mengerti bagaimana gaya saya (dalam bergaul). Saya tipe orang yang santai dan terkadang suka bercanda. Maka sikap itu tetap akan saya terapkan. Mungkin istilah yang cocok ialah sersan, serius tapi santai,” jelasnya.

Kedua, ia bercerita jika banyak pihak luar meragukan kompetensi kelima komsioner baru KPU Kota Batu periode 2019-2024 ini. Menanggapi hal tersebut ia menyebutkan bahwa sikap yang perlu ditunjukkan ialah dengan bekerja secara baik dan beprestasi. “Ada berbagai tuduhan setelah kami berlima terpilih. Saya menilainya itu hanya sikap orang-orang yang tidak suka atas terpilihnya kami sebagai komisioner. Tidak perlu ditanggapi, kita hanya cukup menunjukkan kualitas dan prestasi,” tegasnya.

Pesan terakhir ialah bahwa ia ingin seluruh komponen di dalam organisasi KPU Kota Batu dapat bekerja sama dalam menjalankan tugas dan terus memperbaiki kekurangan yang ada. “Di Kota Batu kita diuntungkan dengan hanya mengurus tiga (3) kecamatan. Bandingkan jika harus mengurus tiga puluh tiga (33) kecamatan seperti di Kabupaten Malang. Keuntungan ini harus kita manfaatkan untuk memperbaiki hal-hal yang selama ini kurang,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Mardiono juga mengajak empat komisioner lainnya berkenalan dan menyapa seluruh anggota sekretariat KPU Kota Batu. Dua komisioner, yakni Heru Joko Purwanto dan Erfanudin ialah incumbent, dan dua komisioner lainnya merupakan anggota baru, yakni Thomi Rusy Diantoro dan Marlina. (ats/pdp)

14 Jun

KOMISIONER BARU KPU KOTA BATU RESMI DILANTIK

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (14 Juni 2019) – Hari Kamis (13/06/2019) kemarin lima orang komisioner baru KPU Kota Batu resmi dilantik. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) di Hotel JW Marriott Surabaya. Acara yang difasilitasi oleh KPU Provinsi Jawa Timur tersebut secara bersama melantik 180 anggota komisioner terpilih dari 36 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan KPU RI Nomor 1052/PP.06-Kpt/05/KPU/VI/ 2019 tanggal 11 Juni 2019 tentang Penetapan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Jawa Timur Periode 2019-2024. Dengan adanya pelantikan ini menandakan 180 komisioner KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur siap bekerja keras menyukseskan agenda demokrasi lima tahun ke depan.

Ketua KPU RI (Arief Budiman) dalam sambutannya mengatakan jika terdapat empat prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh komisioner terpilih, yakni transparansi, profesionalisme, integritas dan teamwork. Menurutnya jika keempat prinsip tersebut dijaga dengan kuat maka dapat menciptakan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Misalnya, ia mencontohkan bahwa selama ini KPU telah berusaha membangun kinerja yang transparan dengan maksud agar seluruh masyarakat dapat mengakses setiap informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. “Semua tahapan pemilu bisa diakses, bisa dilihat oleh siapapun, dari manapun, orang Indonesia bisa ngakses, orang luar Indonesia bisa ngakses. (Hal ini) karena KPU menyediakan pemilu yang bisa diakses oleh siapapun. Jadi, saya ingin berpesan (bahwa) prinsip pertama yang harus dipegang sebagai penyelenggara adalah bekerja transparan,” terangnya.

Pada prinsip profesionalisme Arief menekankan pentingnya pemahaman penyelenggara terhadap kepemiluan, sedangkan prinsip integritas menurutnya dengan taat pada kebenaran. Lalu, ketiga prinsip itu harus dipadukan dengan kerja sama tim yang baik. “Di KPU itu kerjanya kolektif kolegial. Setiap keputusan yang diambil KPU harus diputuskan dalam rapat pleno,” tegasnya.

Selain acara pelantikan, di dalamnya juga ada pembekalan materi, baik oleh KPU RI maupun KPU Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara harapannya 180 komisioner terpilih tersebut dapat bekerja dengan baik di masing-masing daerahnya. (ats/pdp)

12 Jun

UNDANG MEDIA, KPU KOTA BATU SHARING PASCA PELAKSANAAN PEMILU 2019

Kpu-kotabatu.go.id (11 Juni 2019) – Suasana santai dan penuh rasa kekeluargaan terlihat dalam acara Temu Media Pasca-Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Kota Batu, Selasa (11/06/2019). Acara yang berlangsung di aula lantai 2 kantor KPU Kota Batu tersebut dihadiri oleh para jurnalis, baik tv, radio, koran, maupun portal berita online. Hangatnya suasana pertemuan merupakan gambaran keharmonisan antara KPU Kota Batu dengan media yang telah terbangun dengan baik sejak Pilwali 2017 hingga Pemilu 2019.

Dalam sambutan mengawali acara tersebut Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) menerangkan jika acara temu media ini sengaja diadakan guna menguatkan tali silaturahmi sekaligus sebagai ajang KPU melakukan sharing kepada media terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 yang telah usai. Saifudin berpendapat jika keberadaan media massa selama proses Pemilu 2019 memiliki arti penting. Menurutnya, media sangat membantu kerja KPU dalam memberikan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Komisioner KPU Kota Batu yang lain, yakni Erfanudin dan Heru Joko Purwanto, menyebutkan jika kerja sama yang terjalin baik tersebut berdampak baik dalam terwujudnya kesuksesan Pemilu 2019 di Kota Batu, salah satu ialah meningkatnya partisipasi masyarakat. “Kerja sama yang baik antara KPU dan rekan-rekan media selama ini berdampak baik. Salah satu hal yang bisa dilihat ialah tingginya partisipasi masyarakat Kota Batu dalam Pemilu 2019. Angkanya (seperti yang sudah di-share) mencapai 87 persen. Ini merupakan prestasi kita semua,” terang Heru.

Heru juga mengajak para undangan yang hadir untuk menyampaikan evaluasi dan gagasan masing-masing terkait catatan-catatan penting dalam pelaksanaan Pemilu 2019, baik sebelum, selama, dan setelahnya. Adanya sharing, menurut Heru, merupakan sarana penting untuk saling memberikan masukan demi kebaikan penyelenggaraan pemilu pada waktu yang akan datang. “Silahkan teman-teman yang hadir agar bisa menyampaikan sesuatu untuk kita sharing-kan bersama,” tutur Heru mempersilakan.

Dhani Rahman (Times Indonesia) mewakili rekan-rekan sesama jurnalis menyampaikan jika ia mengapresiasi KPU yang telah bekerja keras menyukseskan Pemilu 2019. Pada sisi lain ia juga geram melihat pihak-pihak yang mencaci maki KPU dengan tuduhan negatif. “Saya betul-betul menyaksikan bagaimana teman-teman di TPS bekerja, mulai pagi hingga tengah malam, besoknya bekerja lagi. Pasti sangat lelah. Saya menyesalkan jika ada pihak yang menuduh KPU berbuat curang dan lain-lain,” ungkapnya.

Pada sisi lain Dhani juga memberikan masukan kepada KPU Kota Batu agar ke depan lebih memasifkan lagi kegiatan sosialisasi sehingga dapat menjangkau semua lapisan di dalam masyarakat. Ia mencontohkan jika kegiatan Relawan Demokrasi (Relasi) belum terpublikasikan dengan baik. “Misalnya kegiatan teman-teman relasi, selama ini belum sampai kepada kita. Padahal kegiatan sosialisasi, seperti kepada kelompok disabilitas, sangat perlu disebar-luaskan,” terangnya.

Adapun dalam acara temu media tersebut dihadiri antara lain oleh perwakilan ATV, JTV, Batu TV, Arema TV, RRI, Malang Post, Harian Bhirawa, Harian Surya, Times Indonesia, Malang Voice, dan Malang Times. Selain para jurnalis juga hadir perwakilan Bawaslu, PPK, Korem, dan Polres Kota Batu. (ats/pdp)