08 Apr

PEMILU RUN KPU KOTA BATU BERLANGSUNG MERIAH DAN BERTABUR HADIAH

Batu, kpu-kotabatu.go.id (8 April 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemilu Run” secara serentak pada Minggu (7/04/2019). Kegiatan Pemilu Run ini merupakan bagian dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilu 2019 yang hanya tinggal 10 hari lagi. Sehingga adanya Pemilu Run yang dilaksanakan oleh KPU seluruh kota dan kabupaten di Indonesia ini adalah untuk melangkah bersama menyambut Pemilu 2019 dengan penuh semangat dan antusias.

Tak ingin melewatkan momen akbar ini, KPU Kota Batu juga menyelenggarakan Pemilu Run yang secara spesial dipersembahkan untuk masyarakat Kota Batu. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Balaikota Among Tani ini diikuti oleh sekitar 1000 orang dari semua kalangan; tua, muda, anak-anak, laki-laki dan perempuan. Bahkan Walikota (Dewanti Rumpoko) dan Wakil Walikota Batu (Punjul Santoso) juga turut hadir memeriahkan jalannya Pemilu Run.

Kegiatan Pemilu Run diawali dengan melakukan senam pagi “Among Tani” sebagai senam pemanasan. Dewanti Rumpoko tampak antusias mengikuti gerakan senam, pun juga dengan para komisioner KPU dan Bawaslu Kota Batu serta masyarakat yang hadir. Setelah 3 irama senam selesai dilakukan, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Jingle Pemilu 2019. Setelahnya giliran Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) memberikan sambutan dan membuka kegiatan Pemilu Run secara resmi.

Tepat pukul 07.00 Wib para peserta Pemilu Run melangkah dari titik start. Ada yang benar-benar berlari, ada juga yang berjalan santai. Panjang rute yang dilalui sepanjang 3,5 km; diawali dari Jl. Panglima Sudirman (Depan Balaikota Among Tani), belok kiri menuju Jl. Hasanudin, lalu menyusuri Jl. Suropati, belok ke Jl. Ikhwan Hadi, dan terakhir kembali ke Jl. Panglima Sudirman untuk menuju titik finish.

Di titik finish, para peserta sudah disambut dengan lantunan-lantunan musik dari Guest Star yang dihadirkan, antara lain Deviana Safara, Vinoqi, Amellia Zahra, dan Jingga Band. Adanya penampilan dari para bintang tamu tersebut semakin menambah kemeriahan acara, masyarakat yang memadati lokasi acara pun ikut bernyanyi dan berjoget bersama.

Acara yang tentunya ditunggu-tunggu ialah pembagaian door prize. Para peserta tampak antusias menunggu pengumuman pemenang oleh pembawa acara. Beberapa anak juga terlihat harap-harap cemas, berharap nomor kuponnya disebut untuk mendapatkan hadiah. Ada banyak door prize yang memang sangat menarik; Smartphone, Kompor Gas, Mesin Cuci, Kulkas, Magic Com, Televisi, dan juga Sepeda Gunung. Hadiah utama yang paling ditunggu dan diharapkan oleh semua peserta adalah Sepeda Motor.

“Adanya kegiatan Pemilu Run ini tentunya diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019,” tandas Heru Joko Purwanto. (ats/pdp)

08 Apr

DATANG KE BINUS UNIVERSITY, KPU KOTA BATU BINCANG PEMILIH MILENIAL

Malang, kpu-kotabatu.go.id (8 April 2019) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu (Saifudin Zuhri) hadir sebagai narasumber dalam acara Diskusi Pemilu 2019 bertema “Generasi Milenial Memilih” yang diselenggarakan oleh Binus University Malang, Sabtu (6/04/2019) pagi. Perwakilan kampus dalam sambutannya menyampaikan jika acara ini penting sebagai cara mendidik generasi milenial agar memiliki pemahaman yang baik tentang penyelenggaraan Pemilu 2019.

Kepada sekitar 80-an mahasiswa yang hadir, Saifudin menjelaskan bahwa pemilu merupakan mekanisme yang harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Ia mengatakan jika dengan pemilu maka mekanisme pemilihan calon pemimpin negara, baik eksekutif maupun legislatif, dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan hukum yang berlaku. “Pemilu ini memang harus kita laksanakan, karena sistem di Indonesia demokrasi. Nah, dengan pemilu calon pemimpin yang kita pilih akan mendapat mandat yang kuat dari rakyat,” terangnya.

Selain memberi penjelasan tentang pemilu dan sistem kepemiluan, Saifudin juga mengajak para mahasiswa untuk mengenal tentang jenis dan warna surat suara, tata cara menyoblos, perbedaan pemilih DPT, DPTb, dan DPK, serta konversi suara menjadi kursi. Dalam sesi ini, banyak pertanyaan kritis yang muncul, suasana diskusi pun lebih hidup.

Sebelum acara diskusi diakhiri Saifudin berpesan kepada para mahasiswa yang notabennya adalah generasi milenial sekaligus penerus bangsa, agar pro-aktif ikut menyebar-luaskan informasi Pemilu 2019 kepada semua kalangan. “Saya berharap kepada teman-teman yang hadir agar bisa menjelaskan kepada keluarga, bapak ibu, serta para teman dan sahabat supaya menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini,” tegasnya. (ats/pdp)

08 Apr

BERSAMA PPK BUMIAJI, KPU KOTA BATU DISKUSI SANTAI DENGAN TIM PENGGERAK PKK

Bumiaji, kpu-kotabatu.go.id (8 April 2019) – Demi memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bumiaji mengadakan diskusi santai dengan menggandeng Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kecamatan Bumiaji, Sabtu (6/04/2019) di Aula Kantor Kecamatan Bumiaji. Sekitar 20 orang anggota TP-PKK hadir untuk mendengarkan penjelasan sekaligus sharing tentang Pemilu 2019 dengan Komisioner KPU Divisi Hukum (Mardiono).

Mardiono menerangkan jika Pemilu 2019 ini merupakan pemilu yang berbeda dengan pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya. Alasannya ialah karena pada pemilu kali ini masyarakat akan memilih 5 pilihan sekaligus. Menurutnya hal tersebut menjadikan KPU dan elemen penyelenggara lainnya harus bekerja keras melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Pemilu 2019 ini berbeda. Kita akan menentukan 5 pilihan sekaligus. Ini tugas yang cukup berat bagi kita semua untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” terangnya.

Berkaitan dengan tugas sosialisasi yang merupakan bentuk pendidikan pemilih kepada masyarakat tersebut ia menjelaskan jika KPU tidak bisa melakukannya sendiri, namun membutuhkan bantuan dan dukungan dari elemen masyarakat lain. Tujuannya, agar gerak sosialisasi berjalan efektif. “Saya bersyukur jika yang datang sore ini ternyata adalah ibu-ibu Tim Penggerak PKK. Karena keberadaan ibu-ibu cukup strategis di tengah masyarakat, maka akan sangat efektif untuk meneruskan informasi pemilu yang didapat di sini kepada anggota masyarakat yang lain,” harapnya.

Setelah hampir 30 menit Mardiono menyampaikan materi diskusi, lalu giliran moderator mengambil bagian untuk memandu jalannya diskusi dan sharing. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta. Misalnya, tentang mekanisme pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), persyaratan bolehnya pindah pilih, jumlah surat suara yang diterima oleh pemilih DPTb, hingga pendampingan bagi lansia ketika hari pemungutan suara.

Acara diskusi berlangsung menarik. Para peserta juga tampak antusias untuk mengikuti sesi tanya jawab. Sekitar pukul 17.10 Wib diskusi usai, lalu diakhiri dengan foto dan makan bersama. (ats/pdp)