28 Feb

KPU JATIM MONITORING CEK KESIAPAN LOGISTIK DI KPU KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (28 Februari 2019) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Divisi SDM dan Litbang (Rochani) melakukan kunjungan ke Kantor KPU Kota Batu pada Kamis (28/02/2019). Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kesiapan personel penyelenggara, logistik dan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tiap-tiap kecamatan, kelurahan, dan desa yang ada di Kota Batu. Dalam kesempatan tersebut Rochani didampingi oleh Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri),  Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM dan Parmas (Heru Joko Purwanto) dan Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin).

Hal pertama yang dilakukan oleh Rochani ialah berdiskusi dengan para komisoner KPU Kota Batu membahas kesiapan teknis dan logistik KPU Kota Batu dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Selanjutnya ia melihat proses pengepakan surat suara yang dilakukan di Aula KPU Kota Batu dan kondisi tempat penyimpanan kotak dan surat suara yang berada di gudang KPU lantai 1. Secara umum, menurut Rochani persiapan yang dilakukan oleh KPU Kota Batu dalam menyiapkan logistik pemilu sudah baik, tinggal menguatkan proses penjagaan dan pengawasan sehingga kondisinya tetap aman dan terjaga hingga hari pelaksanaan pada 17 April 2019. “Secara keseluruhan kesiapan logistik di KPU Batu sudah baik. Selanjutnya, seluruh tim tinggal melakukan pengawasan yang baik untuk mengantisipasi adanya kerusakan,” tuturnya.

Agenda selanjutnya yang dilakukan oleh Rochani ialah mengunjungi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan beberapa Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa dan kelurahan untuk melihat kesiapan tim dalam menyelenggarakan rekrutmen anggota KPPS. Adapun PPK yang dikunjungi ialah PPK Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Sedangkan PPS yang mendapat kunjungan ialah PPS Desa Tlekung, Desa Beji, dan Kelurahan Sisir. Dalam penilaian Rochani masih ada beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki dan disempurnakan oleh penyelenggara pemilu di masing-masing tingkat, misalnya kapasitas ruang penyimpanan kotak dan surat suara, serta kesiapan pengumuman penerimaan KPPS. “Misal, tadi ditemukan kantor PPK yang terlalu sempit. Berkaitan dengan penerimaan KPPS, pengumuman yang dibuat juga masih ada kesalahan redaksi. Maka harus segera diperbaiki agar informasi yang dibuat bisa dipahami oleh masyarakat dengan baik,” tutur Heru yang mendampingi Rochani.

Terakhir, secara umum kesiapan yang dilakukan oleh KPU Kota Batu beserta seluruh elemen penyelenggara pemilu dinilai telah siap, baik dari sisi personel, tempat, logistik, dan hal-hal teknis lain. Ke depan KPU Kota Batu tinggal melakukan penyempurnaan agar benar-benar siap dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 ini. (ats)

28 Feb

KPU KOTA BATU HADIRI RAPAT KOORDINASI DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILU 2019

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (28/02/2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menghadiri undangan KPU Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pencermatan Distribusi Logistik Pemilu 2019 yang diselenggarakan di Kantor KPU Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Tenggilis No.1-3, Surabaya, Rabu (27/02/2019). Kegiatan rapat koordinasi tingkat provinsi tersebut dihadiri oleh Ketua KPU dan Sekretaris KPU  kabupaten/kota se-Jawa Timur, sedangkan elemen KPU Kota Batu yang hadir ialah Ketua KPU (Saifudin Zuhri), dan Sekretaris KPU (Thomas Maydo).

Ketua KPU Provinsi dalam sambutannya mengatakan jika dalam rapat koordinasi tersebut terdapat beberapa agenda penting yang akan dilakukan, antara lain ialah perkenalan terhadap komisioner dan sekretaris KPU yang baru dilantik di beberapa kota dan kabupaten, penyampaian jumlah dan kekurangan logistik, dan rencana pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Satu hal, yakni tentang proses pembentukan KPPS, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur (Choirul Anam) menyampaikan jika prosesnya harus dilakukan secara terbuka melalui berbagai media pendukung. “Ada hal yang harus dipahami oleh KPU dalam melakukan rekrutmen KPPS, yakni prosesnya harus dilakukan secara terbuka di berbagai media. Pengumuman resmi hanya berhak dilakukan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara), sedangkan KPU (kabupaten/kota) hanya membantu publikasi,” jelasnya.

Choirul Anam juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar semua elemen yang ada di dalam KPU harus berhati-hati dalam melakukan penyebaran berita. KPU harus pandai dalam memilih dan memilah mana berita yang perlu dikonsumsi publik dan mana yang cukup hanya diketahui oleh internal penyelenggara. Dengan sikap tersebut ia berharap suasana di tengah masyarakat dapat kondusif dan tidak menimbulkan kegaduhan. “KPU dan elemen di dalamnya harus berhati-hati dalam menyebarkan berita kepada media. Jangan sampai terjadi kericuhan karena tersebarnya berita yang tidak baik,” tegasnya.

Terakhir, Choirul Anam berharap agar KPU kabupaten/kota segera mendata anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta KPPS (jika sudah terbetuk) untuk selanjutnya diuruskan jaminan kecelakaan kerja dan kematian, maksimal hingga 27 Maret 2019. (ats)

26 Feb

ASHAR CHILMI : MANFAATKAN PINDAH PILIH UNTUK TINGKATKAN KUALITAS DEMOKRASI

Tlekung, kpu-kotabatu.go.id (26 Februari 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Salah satu hal yang dilakukan ialah dengan memfasilitasi masyarakat untuk pindah tempat memilih. Dengan layanan tersebut KPU berharap partisipasi masyarakat dalam memilih meningkat. Hal tersebut dinilai KPU menjadi salah satu hal yang berpengaruh dalam menciptakan pemilu yang berkualitas.

Hal senada juga disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi Perencanaan dan Data (Ashar Chilmi) beberapa waktu lalu di sela-sela banyaknya masyarakat yang mengurus formulir A5. Ashar mengatakan jika layanan pindah pilih ini merupakan langkah yang diambil KPU dalam rangka mewujudkan pemilu yang lebih baik dan berkualitas. Oleh karena itu masyarakat harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. “Hal mendasar yang perlu diketahui ialah bahwa logistik surat suara ditetapkan berdasarkan jumlah DPT. Nah, jangan sampai, misal hanya satu orang saja, tidak mencoblos, maka itu akan merugikan karena anggaran negara (untuk pemilu) terbuang sia-sia. Oleh karenanya masyarakat harus menggunakan hak pilih dengan baik,” terangnya

Berkaitan dengan Daftar Pemilih Khusus (DPK) lebih lanjut Ashar menjelaskan jika masyarakat juga harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak ikut memilih. Waktu satu jam terakhir saat hari pencoblosan, yakni pukul 12.00 hingga 13.00 Wib, harus dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat yang termasuk dalam DPK. “Meskipun dibatasi hanya di satu jam terakhir, itu masih tetap diberikan keluangan dan kesempatan. Dari sisi penyelenggara harus pandai-pandai memetakan berapa perkiraan orang yang sudah atau belum melakukan perekaman (e-KTP) namun belum masuk DPT. Dan nanti kisarannya akan tersebar di TPS atau desa mana, sehingga tidak mengganggu penyelenggaran pemilu,” tegasnya.

Ashar berharap dengan adanya layanan pindah pilih yang nantinya akan masuk dalam formasi DPTb, termasuk masyarakat dalam DPK, penyelenggaraan Pemilu 2019 ini bisa berlangsung dengan baik dan mewujudkan demokrasi yang berkualitas. (ats)

26 Feb

KPU KOTA BATU SOSIALISASI PEMILU DI GPDI SEJAHTERA

Junrejo, kpu-kotabatu.go.id (25 Februari 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menyelenggarakan sosialisasi Pemilu 2019 kepada jemaat Gereja GPDI Sejahtera Junrejo, Kota Batu, Minggu (24/02/2019). Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi KPU Kota Batu dengan tema “KPU Goes To” yang telah dilakukan ke berbagai tempat di wilayah Kota Batu. Kegiatan sosialisasi kali ini dipimpin langsung oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM dan Parmas (Heru Joko Purwanto) dengan didampingi oleh Kasubbag Teknis (Ariansyah Mustafa) serta staf dan Relawan Demokrasi KPU Kota Batu. Sedangkan jumlah jemaat gereja yang hadir untuk mengikuti sosialisasi sekitar 50-an orang.


Dalam kesempatan tersebut Heru menjelaskan beberapa hal penting berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019, antara lain tentang jumlah dan jenis surat suara, cara mencoblos dengan benar, layanan pindah tempat memilih, dan arahan agar tidak melakukan golput. Misalnya tentang pelayanan formulir A-5 sebagai syarat bisa mencoblos di TPS-TPS yang tersebar di Kota Batu, Heru memberikan arahan agar para anggota jemaat gereja yang belum memiliki formulir tersebut, agar segera datang ke Kantor KPU Kota Batu untuk mengurus pindah pilih. Ia berharap dengan semakin banyak pendatang yang memanfaatkan layanan pindah pilih tersebut, maka akan berdampak positif terhadap partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 ini.

Pada akhir materi sosialisasi yang diberikan, Heru mengajak kepada para jemaat gereja yang hadir agar tidak melakukan golput, termasuk mengajak anggota keluarga di rumah untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan bertanggung jawab. “Saya dan rekan-rekan KPU Kota Batu lainnya berpesan agar Bapak dan Ibu jangan golput. Ajak juga anggota keluarga untuk ikut mencoblos. Dengan ikut mencoblos maka sebetulnya kita mendukung suksesnya penyelenggaran Pemilu 2019,” tegasnya. (ats)

25 Feb

KPU KOTA BATU SOSIALISASI PEMILIH PEMULA KEPADA SAKA BHAYANGKARA

Temas, kpu-kotabatu.go.id (25 Februari 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu tak henti-hentinya melakukan sosialisasi demi kesuksesan Pemilu 2019. Dalam kesempatan akhir pekan kemarin KPU Kota Batu melakukan sosialisasi pada kegiatan diklat Saka Bhayangkara Kota Batu yang diselenggarakan pada Sabtu (23/02/2019) di Kampung Wisata Tani, Kelurahan Temas. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut perwakilan KPU Kota Batu yang hadir ialah Komisioner KPU Kota Batu Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas (Heru Joko Purwanto), Kasubbag Teknis Pemilu (Ariansyah Mustafa) dan beberapa staf bagian teknis, serta Relawan Demokrasi (Relasi) Kota Batu.

Kegiatan diklat yang diikuti oleh siswa siswi dari sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan MA di Kota Batu tersebut menjadi kesempatan yang berharga bagi KPU Kota Batu untuk melakukan pendidikan pemilih bagi generasi muda sebagai pemilih pemula. Kepada para peserta diklat Heru Joko Purwanto memberikan pemahaman mendasar terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. Misalnya, Heru menjelaskan tentang tanggal pencoblosan, contoh surat suara, cara mencoblos, dan pentingnya berpartisipasi dalam memilih.

Salah satu hal, yakni tentang partisipasi anak-anak muda, terutama yang telah berumur 17 tahun, Heru menerangkan jika mereka harus ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019, yakni dengan cara mencoblos. Ia juga berpesan agar tidak melakukan golput. Menurutnya, dengan tidak golput maka akan berperan dalam menentukan siapa yang layak untuk diberi amanah memimpin. “Bersama-sama kita viralkan untuk tidak golput. Kenapa? Karena pemilu adalah alat yang legal untuk memilih pemimpin negara. Nah, karena sistemnya demokrasi maka dari rakyat untuk rakyat. Sejatinya kalian adalah pemimpin, pimpinan kita yang di atas adalah orang yang diberi amanah untuk membantu rakyat atau menjalankan amanah kita semua. Oleh karena itu, sebelum memilih kenali siapa orangnya dan apa visi misinya,” terangnya.


Heru juga berpesan kepada semua anggota Pramuka yang hadir agar selalu menjaga netralitas organisasinya. Ia menilai hingga saat ini Pramuka adalah salah satu organisasi kepanduan yang konsisten dalam menjaga sikap netral dalam momen pemilu. Heru berpendapat bahwa dengan sikap ini akan menguntungkan bagi Pramuka untuk bisa tetap fokus mendidik anak-anak muda bersikap disiplin dalam kehidupan. “Sebagai anggota Pramuka saya harap teman-teman tetap menjaga sikap netral. Jangan ikut-ikutan bela sana bela sini. Saya ingin Pramuka tetap netral, sehingga tidak ke mana-mana tetapi ada di mana-mana,” pesannya disambut tepuk tangan seluruh peserta. (ats)

23 Feb

PESERTA BIMTEK PKPU NOMOR 3 TAHUN 2019 ANTUSIAS IKUTI SIMULASI PENGISIAN FORMULIR MODEL C-1

Bumiaji, kpu-kotabatu.go.id (23 Februari 2019) – Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (P-KPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum yang diselenggarakan di Hotel Purnama pada Kamis (21/02/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu juga mengadakan acara simulasi pengisian catatan hasil penghitungan suara atau lebih dikenal dengan formulir model C-1. Acara simulasi ini diperuntukkan kepada seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Batu sebagai peserta utama kegiatan bimtek. Simulasi pengisian formulir model C-1 tersebut dipimpin oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin) dan Kasubbag Teknis (Ariansyah Mustafa).

Acara simulasi diawali dengan pembagian contoh formulir catatan hasil penghitungan suara yang terdiri dari 5 jenis, yakni catatan hasil penghitungan suara untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), untuk calon perseorangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, dan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota. Setelah semua peserta bimtek mendapatkan contoh formulir, Erfanudin lalu menjelaskan jika simulasi tersebut bertujuan agar PPK dan PPS sebagai penyelenggara pemilu memiliki kemampuan dan pemahaman lebih terkait teknis pemungutan dan penghitungan suara. “Dengan adanya simulasi ini kita berharap semua anggota PPK dan PPS bertambah pemahamannya, terutama tentang bagaimana mengisi formulir catatan surat suara. Juga agar bisa memahami kemungkinan adanya permasalahan ketika hari H penghitungan,” tuturnya.


Beberapa saat kemudian para peserta bimtek mulai berdiskusi dan mengisi contoh formulir model C-1. Mereka terlihat antusias mengisi lembar demi lembar formulir dengan panduan soal bersifat esai. Erfanudin dan Ariansyah juga terlihat berkeliling memandu masing-masing kelompok PPK dan PPS dalam pengerjaan. Menurut Ariansyah alasan dibuatnya esai sebagai panduan pengisian ialah agar para peserta mempunyai gambaran tentang kondisi di lapangan ketika hari pencoblosan dan penghitungan. “Sengaja kami buat dalam bentuk esai, dan memang agak sulit agar anggota PPK dan PPS memiliki pemahaman yang baik. Tentu kondisi di lapangan jauh lebih sulit,” jelasnya.


Tahap terakhir dari acara simulasi tersebut ialah pengisian formulir model C-1 berbentuk plano yang telah disiapkan oleh panitia bimtek. Secara bergantian ada 5 kelompok yang mengisi masing-masing plano. 2 kelompok mengisi formulir dengan benar, 2 kelompok terdapat beberapa kesalahan dalam pengisian, dan 1 kelompok mengkritisi tentang kemungkinan kesalahan esai. Merespon hal tersebut, Erfanudin menjelaskan jika kesalahan tersebut merupakan test case kepada para peserta. “Ya, itu bagian dari latihan sebelum tanggal 17 April nanti. Di lapangan pasti lebih banyak permasalahan yang muncul”, tegasnya disambut gelak tawa semua peserta. (ats)