30 Jun

RESMI DITETAPKAN SEBAGAI PRESIDEN TERPILIH, JOKO WIDODO AJAK MASYARAKAT BERSATU

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (1 Juli 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI secara resmi telah menetapkan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Pemilu 2019, Minggu (30/07/2019). Penetapan yang diselenggarakan di Ruang Utama KPU RI tersebut dihadiri oleh Bawaslu, DKPP, Tim Kampanye Nasional (TKN) 01, Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, dan perwakilan seluruh partai politik pendukung serta jajaran TNI/POLRI. Adanya keputusan ini menandakan bahwa Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada periode 2019-2024.

Ketua KPU RI (Arief Budiman) yang memimpin jalannya Rapat Pleno Terbuka mengatakan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh 85.607.362 suara (55,5 persen) mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno yang memperoleh suara 68.650.239 suara (44,5 persen). “Memutuskan, menetapkan keputusan KPU tentang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2019. Kesatu menetapkan capres cawapres terpilih dalam Pemilu Presiden 2019 Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.607.362 suara sebagai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2019-2024,” ujar Arief.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih kepada KPU dan seluruh elemen penyelenggara yang telah suskses melaksanakan Pemilu 2019. Ia juga berterima kasih kepada rakyat yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin pada periode kedua dan berjanji akan berdedikasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa. “Saya dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin juga mengucapkan terimakasih kepada rakyat yang memberikan kepercayaan melanjutkan tugas, (dan) mendedikasikan diri untuk mencapai cita-cita para pendiri bangsa,” tutur Jokowi.

Jokowi juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu kembali dan melupakan perbedaan politik. Ia berharap setelah ini tidak ada lagi istilah 01 dan 02 yang beberapa waktu lalu sempat memecah persatuan bangsa. “Terakhir, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melupakan perbedaan politik yang sempat membelah kita, (seperti) 02 dan 01. Kita harus bersatu kembali menjadi Indonesia, negeri yang mempersatukan kita semua,” tandasnya. (ats/pdp)

29 Jun

KETUA KPU KOTA BATU : KEPUTUSAN MK ADIL, MASYARAKAT HARUS DEWASA

Tlekung, kpu-kotabatu.go.id (28 Juni 2019) – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Kamis malam (27/06/2019) kemarin. Hasil keputusan menyebutkan, MK menolak seluruh permohonan pemohon dengan alasan bahwa dalil tidak dapat diterima serta tuduhan kecurangan tidak dapat dibuktikan. Merespons keputusan MK ini, baik pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Salahaduin Uno, menyampaikan menerima hasil tersebut.

Menanggapi hal tersebut Ketua KPU Kota Batu (Mardiono) mengungkapkan jika setiap proses persidangan yang diselenggarakan oleh MK sangat baik dan bersifat transparan. Sehingga, menurutnya, keputusan MK telah bersifat adil dan seharusnya bisa diterima semua pihak dengan besar hati. “Selama ini kita sama-sama telah menyaksikan bagaimana persidangan di MK berjalan. Persidangan berjalan dengan baik dan terbuka, bahkan seluruh masyarakat dapat menyaksikan. Kami menilai MK telah adil dalam memberi keputusan,” tuturnya.

Keadilan itu, menurut Mardiono, berdasarkan atas penilaian bahwa para hakim MK telah menjawab setiap keberatan pemohon dengan detail dan alasan yang kuat. Ia juga menuturkan jika keputusan bulat kesembilan hakim konstitusi menunjukkan bahwa hal-hal yang diajukan kuasa hukum pemohon tidak memiliki dasar kuat untuk pertimbangan keputusan hakim. “Berdasarkan Rapat Permusyawaratan Hakim semuanya menyatakan tidak menerima (gugatan pemohon). Keputusan hakim bulat, bahkan tidak ada dissenting opinion dari para hakim.” terangnya.

Untuk itu Mardiono berharap masyarakat dapat menerima hasil keputusan MK tersebut dengan dewasa, sekaligus menghilangkan prasangka terhadap independensi dan integritas MK. “Kita semua yakin MK selalu independen dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu masyarakat harus menerima keputusan MK dengan dewasa,” tandasnya. (ats/pdp)

24 Jun

KPU KOTA BATU LENGKAPI DOKUMEN KECELAKAAN KERJA BADAN AD-HOC

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (24 Juni 2019) – Sebagai tindak lanjut kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan SDM dan Evaluasi Badan Ad-hoc Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Jawa Timur beberapa waktu lalu, hari ini, Senin (24/09/2019) KPU Kota Batu berangkat ke Kantor KPU RI di Jakarta. Tugas yang dijalankan oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM & Parmas (Marlina) dan Sekretaris KPU Kota Batu (Thomas Maydo) tersebut guna melengkapi berkas administrasi para anggota badan Ad-hoc KPU Kota Batu yang mengalami kecelakaan kerja pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

Marlina menerangkan jika penyelesaian urusan kelengkapan administrasi tersebut sesuai dengan instruksi KPU Jawa Timur sebagai bagian dari keselamatan kerja. Ia menyebutkan jika KPU kabupaten/kota masing-masing harus mengambil langkah cepat agar proses penyelesaian segera tuntas. “Hari ini kita berangkat ke Jakarta guna melengkapi berkas Jaminan Kecelakaan Kerja badan ad-hoc saat pemilu kemarin. Hal ini merupakan perintah dari KPU Jatim, sekaligus sesuai isi Keputusan KPU RI Nomor 926,” terangnya.

Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 926 dijelaskan bahwa badan Ad-hoc KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 meliputi anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutsan Suara (PPS), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan Petugas Ketertiban TPS. Kriteria kecelakaan kerja yang berhak mendapatkan santunan antara lain keadaan meninggal dunia, cacat tetap, luka/sakit berat, dan luka/sakit sedang. Adapun besaran santunan yang diberikan, yakni paling rendah Rp. 2.000.000,- hingga paling tinggi Rp. 36.000.000 untuk kasus kematian.

Di Kota Batu sendiri anggota badan Ad-hoc KPU Kota batu yang mengalami kecelakaan kerja saat penyelenggaraan Pemilu 2019 beberapa waktu lalu sebanyak 7 orang, terdiri dari 6 anggota TPS dan 1 anggota PPK Bumiaji. Sedangkan indikasi musibah yang dialami meliputi faktor sakit, kelelahan, dan kesalahan teknis di lapangan. (ats/pdp)

17 Jun

MARDIONO, NAHKODA BARU KPU KOTA BATU

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Juni 2019) – Tepat pada Rabu, 12 Juni 2019 lalu jabatan komisioner KPU Kota Batu Periode 2014-2019 telah usai. Bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan tersebut terpilihlah 5 (lima) komisioner baru yang akan memimpin dan mengawal jalannya kehidupan dan kontestasi demokrasi di Kota Batu selama 5 tahun ke depan. Dari kelima komisoner tersebut dipilih satu nama untuk menahkodai KPU Kota Batu, yakni Mardiono. Ia terpilih secara aklamasi.

Mardiono bukanlah nama baru dalam barisan penyelenggara pemilu di Kota Apel ini. Pada periode sebelumnya namanya juga menjadi bagian keluarga besar KPU Kota Batu, tepatnya komisioner yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan. Selama menjalankan jabatan periode 2014-2019 ia menunjukkan kinerja yang baik, khusunya dalam tugas yang dibidanginya. Atasan alasan pengalaman, profesionalitas, dan integritas yang dimiliki itulah ia dinilai layak menjadi sosok ketua.

Mardiono dilahirkan di sebuah desa kecil di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Kebon Senin, Desa Sidomulyo, Lumajang pada 29 Oktober 1981. Kedua orang tuanya sengaja memberikan nama ‘Mardiono’ kepadanya. “Pemberian nama itu bukan tanpa maksud. Ada makna mendalam dibaliknya”, tuturnya suatu ketika.

Ia menceritakan bahwa namanya terdiri dari dua kosa kata Jawa yang memiliki arti filosofis. ‘Mardi’ berarti Jalan, sedangkan ‘Ono’ artinya Ada. Jika digabungkan menjadi Mardiono maka mempunyai makna ‘Ada Jalan’. “Kedua orang tua berharap saya menjadi pribadi yang selalu optimis dan tidak mudah putus asa. Selain itu keduanya juga ingin saya selalu berusaha mencari jalan keluar terbaik dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada,” ceritanya menjelaskan makna Mardiono.

Mardiono dikenal orang sebagai pribadi yang suka bergaul. Di lingkungan pergaulannya ia dinilai oleh teman-temannya dengan gaya bergaul yang luwes dan mudah diajak untuk bercanda. Dengan sikap seperti itu berdampak pada mudahnya ia diterima secara luas di berbagai lingkungan dan komunitas, sehingga berpengaruh pada jalinan pertemanan dan persahabatan yang positif.

Pada sisi lain, watak suka bergaul tersebut secara bersama selaras dengan keaktifannya dalam berorganisasi di tengah masyarakat hingga ia dikenal sebagai seorang organisatoris. Ketika usia remaja ia memulai aktifitas sebagai Remaja Masjid At-Taqwa Kota Batu, bahkan ia menjadi ketuanya. Pada masa kuliah ia juga aktif dalam organisasi intra dan ekstra kampus, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Tamadun FAI dan Badan Eksekutif Mahasiswa UMM. Setelah ia menyelesaikan kuliah aktivitas organisasinya terus berlanjut; menjadi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Lazismu Kota Batu dan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Menurutnya, aktif di organisasi mempunyai nilai penting dan strategis. Lewat organisasi seseorang bisa lebih bermanfaat terhadap kehidupan bermasyarakat, dan tentunya membuat diri lebih produktif. “Bagi saya, beraktifitas dalam sebuah organisasi masyarakat ialah wadah yang produktif untuk belajar banyak hal. (Akhirnya) semua aktifitas tersebut berpengaruh terhadap cara pandang saya terhadap kehidupan sosial, politik, kebudayaan, dan keagamaan”, ungkapnya.

Dari profil singkat tersebut terkandung harapan besar pada sosok organisatoris ini; semoga kepemimpinannya dapat membawa KPU Kota Batu memiliki kinerja yang lebih baik, profesional dan berkualitas. (ats/pdp)

14 Jun

KOMISIONER BARU KPU KOTA BATU RESMI DILANTIK

Surabaya, kpu-kotabatu.go.id (14 Juni 2019) – Hari Kamis (13/06/2019) kemarin lima orang komisioner baru KPU Kota Batu resmi dilantik. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) di Hotel JW Marriott Surabaya. Acara yang difasilitasi oleh KPU Provinsi Jawa Timur tersebut secara bersama melantik 180 anggota komisioner terpilih dari 36 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan KPU RI Nomor 1052/PP.06-Kpt/05/KPU/VI/ 2019 tanggal 11 Juni 2019 tentang Penetapan Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota Jawa Timur Periode 2019-2024. Dengan adanya pelantikan ini menandakan 180 komisioner KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur siap bekerja keras menyukseskan agenda demokrasi lima tahun ke depan.

Ketua KPU RI (Arief Budiman) dalam sambutannya mengatakan jika terdapat empat prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh komisioner terpilih, yakni transparansi, profesionalisme, integritas dan teamwork. Menurutnya jika keempat prinsip tersebut dijaga dengan kuat maka dapat menciptakan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Misalnya, ia mencontohkan bahwa selama ini KPU telah berusaha membangun kinerja yang transparan dengan maksud agar seluruh masyarakat dapat mengakses setiap informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019. “Semua tahapan pemilu bisa diakses, bisa dilihat oleh siapapun, dari manapun, orang Indonesia bisa ngakses, orang luar Indonesia bisa ngakses. (Hal ini) karena KPU menyediakan pemilu yang bisa diakses oleh siapapun. Jadi, saya ingin berpesan (bahwa) prinsip pertama yang harus dipegang sebagai penyelenggara adalah bekerja transparan,” terangnya.

Pada prinsip profesionalisme Arief menekankan pentingnya pemahaman penyelenggara terhadap kepemiluan, sedangkan prinsip integritas menurutnya dengan taat pada kebenaran. Lalu, ketiga prinsip itu harus dipadukan dengan kerja sama tim yang baik. “Di KPU itu kerjanya kolektif kolegial. Setiap keputusan yang diambil KPU harus diputuskan dalam rapat pleno,” tegasnya.

Selain acara pelantikan, di dalamnya juga ada pembekalan materi, baik oleh KPU RI maupun KPU Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara harapannya 180 komisioner terpilih tersebut dapat bekerja dengan baik di masing-masing daerahnya. (ats/pdp)

01 Jun

KPU KOTA BATU PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

Kpu-kotabatu.go.id (1 Juni 2019) –  Memasuki tanggal 1 Juni 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu turut memperingati Hari Lahir Pancasila dengan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor KPU, Sabtu (1/1/2019). Pelaksanaan upacara yang merupakan tindak lanjut Surat Edaran KPU RI Nomor 9 Tahun 2019 ini diikuti oleh seluruh komisioner, ASN, dan pegawai sekretariat di lingkungan KPU Kota Batu.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini terlihat spesial. Alasannya, selain pelaksanaan upacara di saat ibadah puasa, waktunya juga mendekati momen Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah yang tinggal beberapa hari lagi. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pegawai KPU Kota Batu untuk tetap berkhidmat kepada negara di tengah kesibukan menyiapkan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan jika peringatan Hari Lahir Pancasila ini mempunyai pesan-pesan penting yang harus direnungkan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya pasca-Pemilu 2019. Ia juga menerangkan jika ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merupakan keputusan besar yang mengakhiri perdebatan tentang bagaimana dan kapan Pancasila disepakati sebagai landasan ideologi Negara Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Saifudin juga menyampaikan materi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menjelaskan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar sekaligus tuntutan bagi perjalanan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. “Kita semakin sadar dan yakin bahwa Pancasila sangat relevan dengan kondisi bangsa sekarang. Ia menjadi pemersatu di tengah kehidupan bangsa yang beragam dan dinamis,” tuturnya.

Selamat Hari Lahir Pancasila!

(ats/pdp)

21 Mei

KPU RI UMUMKAN HASIL REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA PEMILU 2019

Batu, kpu-kotabatu.go.id (21 Mei 2019) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 pada Selasa (21/05/2019) dini hari tadi. Pengumuman ini dilakukan satu hari lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya, yakni 22 Mei 2019. Hal ini dikarenakan proses rekapitulasi yang meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri telah selesai dilakukan.

Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) berjabat tangan dengan perwakilan saksi TKN 01 dan BPN 02 seusai mengikuti rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilihan Umum tahun 2019

Hasil rekapitulasi perolehan suara melalui keputusan 987/PL.01.8-KPT/06/KPU/V/2019 tersebut langsung dibacakan oleh Ketua KPU RI (Arief Budiman) di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 01.46 Wib. “Memutuskan menetapkan KPU tentang penetapan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara nasional dalam Pemilihan Umum tahun 2019,” terang Arief.

Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan KPU RI tersebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli perolehan suara dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Adapun jumlah perolehan suaranya, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh 55,50 persen suara (85.607.362 suara) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno memperoleh 44,50 persen suara (68.650.239 suara). Dengan kata lain selisih perolehan suara mencapai 11 persen, Jokowi-Ma’ruf menang di 21 provinsi dan Prabowo-Sandi menang di 13 provinsi. (ats/pdp)