20 Apr

PPK SE-KOTA BATU MULAI LAKUKAN REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA TINGKAT KECAMATAN

Batu, kpu-kotabatu.go.id (20 April 2019) – Memasuki hari ketiga pasca pemungutan suara Pemilu 2019 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Batu mulai melakukan rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan masing-masing. Pelaksanaan rekapitulasi ini dipimpin langsung oleh PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Selain itu proses rekapitulasi juga dihadiri oleh saksi dari masing-masing peserta Pemilu 2019.

Sepanjang pengamatan tim monitoring dari KPU Kota Batu bahwa pelaksanaan rekapitulasi berlangsung lancar dan tertib. Acara juga bersifat terbuka, sehingga masyarakat yang ingin memantau secara langsung proses rekaiptulasi bisa hadir. Hal lain yang ditemukan ialah adanya beberapa kesalahan penulisan perolehan suara, baik di formulir isian C-1 maupun C-1 plano. Namun, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam sebuah keempatan Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin) mengatakan jika proses rekapitulasi tingkat kecamatan di Kota Batu dilaksanakan maksimal hingga 7 hari. Setelah selesai maka rekapitulasi dilanjutkan secara bertahap, yakni tingkat kota, tingkat provinsi, hingga terakhir di tingkat KPU pusat. “Proses rekapitulasi suara ini berlangsung secara bertahap, dari tingkat TPS (yang telah dituntaskan) hingga nanti di tingkat pusat,” ungkapnya.

Seperti telah diketahui bersama, bahwa semua proses penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 akan dilakukan selama 35 hari, sesuai dengan ketetapan KPU. Waktu yang cukup lama tersebut bertujuan agar proses penghitungan dan rekapitulasi dapat dilakukan dengan teliti, cermat, dan hadil sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu KPU juga berpesan agar masyarakat menunggu pengumuman resmi KPU tentang hasil Pemilu 2019 pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. (ats/pdp)

19 Apr

2 HARI INPUT SITUNG DI KPU KOTA BATU SUDAH CAPAI 40 PERSEN

Batu, kpu-kotabatu.go.id (19 April 2019) – Pasca pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April 2019 kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu bergerak cepat dengan melakukan proses penghitungan suara melalui aplikasi Situng. Langkahnya dengan cara melakukan entri data hasil perolehan suara yang didapatkan dari formulir isian C-1 dari seluruh TPS. Adapun formulir isian C-1 berasal dari 757 TPS yang tersebar di seluruh Kota Batu.

Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin) sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan Situng mengatakan jika hari ini (19/04/2019) merupakan hari kedua proses input data ke dalam Situng. Ia mengungkapkan jika selama dua hari ini data yang telah masuk telah mencapai 40 persen suara. “Di hari kedua ini proses input Situng yang dilakukan oleh teman-teman operator (Situng KPU Kota Batu) sudah berhasil mencapai 40 persen. Kita memiliki waktu 5 hari untuk menyelesaikannya hingga mencapai 100 persen,” terangnya.

Ia menegaskan jika proses entri data ke dalam Situng harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati sehingga data yang masuk tidak keliru yang berdampak pada ketidakvalidan. “Proses input ini harus dilakukan dengan teliti, tidak boleh tergesa-gesa. Teman-teman harus mencermati setiap angka yang di-input sehingga hasilnya bisa benar-benar valid,” tegasnya.

Pemanfaatan aplikasi Situng sendiri sebagai langkah KPU untuk memudahkan proses penghitungan suara yang diharapkan dapat merekapitulasi seluruh hasil perolehan suara secara valid. Hasil Situng nantinya juga dapat digunakan sebagai komparasi sekaligus penguat hasil penghitungan suara secara manual (real count) di tiap tingkatan penyelenggara. (ats/pdp)

18 Apr

DUA TPS DI KOTA BATU BERNUANSA LAUT DAN MERAH PUTIH

Batu, kpu-kotabatu.go.id (18 April 2019) – Selain antusiasime menyoblos pada hari pemungutan suara 17 April 2019 kemarin, masyarakat di Kota Batu juga antusias untuk mendesain Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing lokasi secara apik. Hal ini menandakan bahwa masyarakat gembira menyambut perhelatan Pemilu 2019. Seperti tampak di 2 (dua) lokasi TPS yang ada di Kelurahan Temas dan Desa Mojorejo. Masing-masing mengonsep TPS-nya dengan unik, satu TPS bernuansa laut dan satunya bernuansa merah putih.

TPS bernuansa laut tersebut berlokasi di Jalan Patimura Gang VI dan merupakan TPS nomor 37 Kelurahan Temas. Ketika memasuki pintu TPS terlihat warna biru air laut menyambut. Sepanjang mata memandang, dinding yang mengelilingi lokasi TPS juga dominan suasana laut. Terdapat gambar ikan, gurita, ubur-ubur, dan penyu di atasnya. Masyarakat yang datang pun bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan di dalamnya, seperti halnya suasana alami laut.

Sedangkan TPS bernuansa merah putih bisa ditemukan di TPS nomor 14 Desa Mojorejo. Ketika memasuki lokasi TPS nuansa merah putih terlihat bersemangat menyambut masyarakat. Bendera merah putih yang menjadi background TPS sengaja dipasang agar semangat memilih untuk Indonesia kian terasa. Juga ada pernak-pernik lambang burung garuda, gamelan, dan lukisan R.A Kartini. Petugas KPPS juga kompak menggunakan pakaian khas Jawa.

Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) mengapresiasi atas kreatifitas yang dilakukan oleh KPPS dan warga sekitar tersebut. Ia mengatakan jika hal tersebut merupakan gambaran antusiasame warga menyambut pencoblosan pada Pemilu 2019. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasanya menjadikan TPS ini jadi indah dan menarik. Ini merupakan gambaran bahwa warga di sini semangat menyambut momen Pemilu 2019,” ucapnya di saat mengunjungi TPS 14 Desa Mojorejo. (ats/pdp)

18 Apr

KELILING TPS BERSAMA FORKOPIMDA, INI HARAPAN IBU WALIKOTA

Batu, kpu-kotabatu.go.id (18 April 2019) – Pemungutan suara Pemilu 2019 yang digelar Rabu (17/04/2019) kemarin benar-benar menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pemilu serentak untuk memilih pasangan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota ini merupakan pemilu terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia Semua elemen masyarakat tampak gegap gempita dalam melaksanakan pesta demokrasi tersebut.

Di Kota Batu, pelaksanaan pemilu berjalan relatif lancar dan kondusif. Sejak pagi pukul 7.30 Wib masyarakat sudah mulai berbondong-bondong mendatangi tiap TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Ada yang berjalan kaki menuju ke lokasi TPS karena jaraknya dekat dengan rumah. Ada juga yang naik motor. Ketika di TPS, petugas keamanan berjaga dengan sigap, petugas KPPS pun menyambut dengan ramah. Masyarakat yang datang juga terlihat antusias dan tertib.

Tak mau melewatkan momen berharga ini Walikota (Dewanti Rumpoko) dan Wakil Walikota Batu (Punjul Santoso) bersama jajaran Forkopimda Kota Batu berkeliling ke TPS-TPS untuk menyapa masyarakat, sekaligus memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan lancar, tertib, dan aman. Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri), Ketua Bawaslu (Abdur Rochman), Ketua Kejaksaan Negeri (Sri Heny Alamsari), Kapolres Kota Batu (AKBP Budi Hermanto), dan Dandim 0818 (Letkol Inf. Ferry Muzawwad) juga turut mendampingi.

Di sela-sela kunjungan keliling tersebut Dewanti mengungkapkan jika ia bersyukur penyelenggaraan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan kondusif. Ia juga menilai bahwa KPU Kota Batu sukses dalam melaksanakan agenda pesta demokrasi ini. “KPU telah bekerja keras sejak lama untuk melaksanakan Pemilu 2019, dan hari ini kesuksesan itu terwujud. Saya berharap partisipasi masyarakat di Kota Batu meningkat dan situasi setelah ini tetap kondusif,” terangnya.

Adapun TPS-TPS yang dikunjungi oleh Dewanti ialah TPS 40 di Materia Medica yang menjadi lokasi dirinya menggunakan hak pilih, TPS 37 Kelurahan Temas, TPS 14 Desa Mojorejo, dan TPS 02 Desa Tulungrejo. (ats/pdp)

13 Apr

MASUK INJURY TIME, KPU KOTA BATU MAKSIMALKAN SOSIALISASI

Batu, kpu-kotabatu.go.id (12 April 2019) – Beberapa hari ke depan Pemilu 2019 akan sampai pada momen puncak, yakni pelaksanaan pemungutan suara yang digelar Rabu, 17 April 2019. Memanfaatkan hari-hari terakhir ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu berupaya keras dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini sebagai langkah agar seluruh masyarakat di Kota Batu dapat memperoleh informasi Pemilu 2019 secara maksimal.

Upaya itu tampak seperti dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Komisioner Divisi Hukum (Mardiono) kepada sekitar 40-an ibu-ibu anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan Batu, Jum’at (12/04/2019). Betempat di Aula Kantor Kecamatan Batu, Mardiono bersama anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Batu memberikan pemahaman tentang pentingnya pemilu, jenis dan perbedaan warna surat suara, tata cara menyoblos yang benar, dan sharing permasalahan yang sering ada di tengah masyarakat.

Mardiono menerangkan jika Pemilu 2019 ini adalah momentum untuk memilih calon pemimpin yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Dengan adanya pemilu maka proses pemilihan menjadi sah dan sesuai dengan amanat undang-undang. Pada akhirnya pemimpin terpilih akan mendapat mandat yang kuat dari masyarakat Indonesia.

Peserta yang hadir juga diajak untuk sharing permasalahan yang mereka bingungkan terkait dengan proses pelaksanaan pemilu 2019. Misalnya, ada peserta yang menanyakan tentang hak pilih bagi pemilih DPTb yang pindah provinsi, juga tentang kebolehan pendampingan bagi pemilih lanjut usia dan disabilitas. Ada juga peserta yang merasa proses sosialisasi belum maksimal. Dengan adanya sharing ini acara sosialisasi semakin menarik.

Mardiono juga tak lupa berpesan kepada para ibu-ibu anggota Tim Penggerak PKK ini agar menggunakan hak pilihnya dengan baik serta mengajak anggota keluarga dan masyarakat di lingkungannya agar tidak golput. “Ibu-ibu harus milih lho ya. Jangan golput. Ajak juga keluarga dan tetangga sekitar untuk memilih. Suara kita sangat menentukan masa depan Indonesia,” tandasnya. (ats/pdp)

12 Apr

POLRES KOTA BATU GELAR SIMULASI PENGAMANAN PEMILU 2019

Batu, kpu-kotabatu.go.id (11 April 2019) – Kepolisian Resort (Polres) Kota Batu menggelar pertemuan dengan seluruh elemen Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dalam rangka menyiapkan kondisi keamanan jelang pelaksanaan Pemilu 2019, Kamis (11/04/2019). Di dalam acara bertema Forum Silaturahmi Kamtibmas (FSK) tersebut juga dilakukan simulasi pengamanan dalam tahapan-tahapan krusial Pemilu 2019, yakni masa kampanye rapat umum, masa tenang pemilu, serta pemungutan dan penghitungan suara. Semua peragaan pengamanan dilakukan di halaman Mapolres Kota Batu.

Selain Kapolres Kota Batu (AKBP Budi Hermanto) dan jajaran, acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota (Dewanti Rumpoko) dan Wakil Walikota Batu (Punjul Santoso), Ketua DPRD Kota Batu (Cahyo Edi Purnomo), Dandim 0818 (Letkol Inf. Ferry Muzawwad), Ketua Bawaslu (Abdur Rochman) dan perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Batu, serta para tokoh masyarakat. Tentu pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penanggung jawab utama kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 juga hadir, antara lain Ketua KPU Kota Batu (Saifuidin Zuhri), Komisioner Divisi Perencanaan dan Data (Ashar Chilmi), dan Komisioner SDM dan Parmas (Heru Joko Purwanto).

AKBP Budi Hermanto dalam sambutannya menjelaskan jika simulasi yang dilakukan ialah bentuk kesiapan pengamanan Pemilu 2019, khususnya di Kota Batu. Menurutnya, simulasi tidak hanya berkaitan dengan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya kriminalitas ataupun huru-hara massa, namun juga antisipasi terhadap potensi terjadinya bencana alam. “Selama ini simulasi banyak menggambarkan kriminalitas yang terjadi dalam (pelaksanaan) pemilu seperti perusakan kotak suara dan huru-hara. Dalam simulasi ini juga kita sesuaikan dengan kondisi wilayah geografis Kota Batu dan wilayah Malang Barat yang rawan terjadi bencana alam,” terangnya.

Rangkaian simulasi pengamanan Pemilu 2019 sendiri berjalan menarik. Sebelum hari pemungutan suara, semua elemen kamtibmas bekerja keras patroli keliling melihat kondisi keamanan Kota Batu dan memastikan tidak ada lagi Alat Peraga kampanye yang terpasang. Hambatan terjadi ketika proses distribusi kotak dan surat suara ke TPS-TPS. Beberapa lokasi di Kota Batu mengalami banjir dan tanah longsor. Dengan sigap Tim Reaksi Cepat BPBD bergerak menuju lokasi, memberi bantuan untuk mengangkut logistik pemilu tersebut.

Pada hari pemungutan suara, proses pemungutan berlangsung lancar, meskipun beberapa pemilih terlihat tidak mau tertib di lokasi TPS. Situasi mulai memanas menjelang siang hari. Sekelompok massa mendatangi TPS, memrotes petugas karena mereka belum menggunakan hak pilihnya. Mereka beralasan ada beberapa orang mengintimidasi agar tidak perlu menyoblos. Namun pihak keamanan dapat menenangkan kelompok massa ini.

Gelombang protes masih berlanjut. Massa yang tidak puas dengan hasil pemungutan dan penghitungan suara berbondong-bondong melakukan demo. Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Namun situasi semakin tak terkendali, massa mulai melakukan pelemparan, pengrusakan, pembakaran, dan penjarahan. Akhirnya aparat kepolisian bertindak tegas, kerumunan massa terpaksa dibubarkan dengan tembakan peringatan. Secara perlahan massa mundur, situas kembali kondusif. (ats/pdp)