09 Jun

SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA di TPS DALAM PILGUB JATIM 2018

Tlekung, kpu-kotabatu.go.id (09/06/2018), Komisi pemilihan Umum (KPU) Kota Batu meminimalisir kesalahan dan kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Halaman KPU Kota Batu langsung berubah menjadi TPS  sesungguhnya, Sabtu(09/06).

Dibawah tenda yang terpasang, terdapat beberapa meja untuk KPPS 1 sampai dengan KPPS 7, saksi paslon 1 dan paslon 2, Pengawas TPS bahkan Linmas yang siap siaga di pintu masuk dan keluar.

Ada 25 peran yang dimainkan untuk pelaksanaan simulasi. Disamping petugas yang berada di TPS, berbagai macam pemilih juga diperankan seperti : pemilih disabilitas tuna daksa, pemilih disabilitas tuna netra, pemilih tuna aksara, pemilih yang tidak membawa C-6 dan KTP, pemilih pindahan dan pemilih yang terlambat datang, penanganan pemilih di rumah tahanan, pemilih di rumah sakit dan pemilih yang sedang sakit di rumah pada saat pencoblosan.

Semua peran dimainkan untuk mengetahui hal buruk apa yang terjadi sehingga bisa diantisipasi. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua KPU Kota Batu sekaligus Komisioner Divisi Teknis (Rochani) bahwasanya tujuan diadakannya simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pilgub Jatim 2018 adalah untuk memantapkan kegiatan pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 pada tanggal 27 Juni 2018.

“Sengaja kami simulasikan beberapa kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dalam pelaksanaan pencoblosan, supaya kami bisa mengantisipasinya,” terang Rochani.  Lebih lanjut Ketua KPU Kota Batu (Rochani) juga menambahkan bahwasanya dengan adanya simulasi ini, KPU Kota Batu berharap ada masukan dari berbagai stake holder yang hadir  pada  acara simulasi  untuk memberikan solusi apa yang harus dilakukan jika terjadi hal-hal yang buruk atau tidak sesuai.

Seperti adegan dimana ada pemilih yang datang ketika pencoblosan telah selesai. Pemilih tetap ingin memilih karena ingin menggunakan hak suaranya. Namun, petugas KPPS  4  dengan sabar dan telaten menjelaskan bahwasanya waktu pemilihan dimulai pukul 07:00 sampai dengan 13:00 WIB.

Ada juga adegan dimana saksi paslon mengenakan baju dengan tanda partai di lengannya, walaupun gambar partainya kecil namun tetap harus ditutup. Ketua KPPS dengan tegas meminta saksi paslon untuk mengenakan jaket supaya gambar partai tertutup. Kejadian lainnya adalah saksi paslon lainnya lupa membawa surat, walaupun berbagai alasan dikemukakan kepada Ketua KPPS, dengan tegas Ketua KPPS meminta saksi paslon untuk mengambil surat tersebut dan baru diperkenankan masuk ke TPS sebagai saksi.

Layaknya  kegiatan pemilihan sesungguhnya, simulasi yang dilakukan KPU Kota Batu ini dengan runtut  sesuai dengan tata cara pemilihan.(eka/pdp)

  

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + = 25