19 Jan

Radio On TV TALKSHOW CITY GUIDE 911 FM Menggelar Dialog Interaktif Idjen Talk Bersama Ketua KPU Kota Batu

Batu,kpu-kotabatu.go.id (19/01/2018) – Pendidikan Politik dalam masyarakat sangatlah diperlukan. Dalam kaitannya dengan Pelaksanaan Pemilihan Umum untuk Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah, peran Partai Politik sangatlah diperlukan untuk memberikan pembelajaran bagi pemilih. Kesadaran berpolitik dalam masyarakat tidak muncul begitu saja, namun perlu pembelajaran dari berbagai pihak dan salah satunya adalah dari Parpol.

Untuk itulah, City Guide 911 FM menggelar Dialog Interaktif Idjen Talk dengan tema : “Peran Parpol Memberikan Pendidikan Pada Masyarakat”. Dengan narasumber Ketua KPU Kota Batu (Rochani) bersama dengan Direktur Center For Election and Political Party (CEPP) Unilink UMM (DR. Asep Nurjaman,M.Si) dan dipandu oleh Host (Eko Setyawan). Dalam kaitannya dengan peran Parpol dalam memberikan pendidikan pada masyarakat agar tercipta etika politik yang baik, Ketua KPU Kota Batu (Rochani) menjelaskan bahwasanya masyarakat itu sendiri bisa merubah peta politik di Indonesia dan pemegang mandat adalah masyarakat itu sendiri. “Masyarakat bisa menilai kinerja parpol, apakah Parpol yang bersangkutan bisa memberikan kesejahteraan signifikan, kalau tidak maka masyarakat tidak memilih partai yang diharapkan,” terang Rochani.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ketua KPU Kota Batu (Rochani), masyarakat bisa mendesain bagaimana sistem kepartaian yang ada. Jika Parpol tidak memperoleh suara 4 % maka mereka tidak akan diikutkan dalam penghitungan kursi dan parpol tersebut akan tergerus. Pada intinya Parpol harus bisa memperjuangan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat sehingga Parpol tersebut layak dipilih. “Supaya bisa tetap eksis, Parpol yang bersangkutan harus berkomitmen pada apa yang disampaikan,” tutup Rochani.

Direktur Center For Election and Political Party (CEPP) Unilink UMM (DR. Asep Nurjaman, M.Si) menyatakan bahwasanya Parpol harus konsisten pada kaderisasi namun perlu adanya kompetisi yang sehat. Masalah parpol selama ini adalah kaderisasi di tubuh partainya sendiri. “Partai kelimpungan mencari kader-kader, mereka berebut. Artinya kaderisasi belum berjalan,” jelas Asep.
(eka/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *