23 Feb

PESERTA BIMTEK PKPU NOMOR 3 TAHUN 2019 ANTUSIAS IKUTI SIMULASI PENGISIAN FORMULIR MODEL C-1

Bumiaji, kpu-kotabatu.go.id (23 Februari 2019) – Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (P-KPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum yang diselenggarakan di Hotel Purnama pada Kamis (21/02/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu juga mengadakan acara simulasi pengisian catatan hasil penghitungan suara atau lebih dikenal dengan formulir model C-1. Acara simulasi ini diperuntukkan kepada seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Batu sebagai peserta utama kegiatan bimtek. Simulasi pengisian formulir model C-1 tersebut dipimpin oleh Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin) dan Kasubbag Teknis (Ariansyah Mustafa).

Acara simulasi diawali dengan pembagian contoh formulir catatan hasil penghitungan suara yang terdiri dari 5 jenis, yakni catatan hasil penghitungan suara untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), untuk calon perseorangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, dan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota. Setelah semua peserta bimtek mendapatkan contoh formulir, Erfanudin lalu menjelaskan jika simulasi tersebut bertujuan agar PPK dan PPS sebagai penyelenggara pemilu memiliki kemampuan dan pemahaman lebih terkait teknis pemungutan dan penghitungan suara. “Dengan adanya simulasi ini kita berharap semua anggota PPK dan PPS bertambah pemahamannya, terutama tentang bagaimana mengisi formulir catatan surat suara. Juga agar bisa memahami kemungkinan adanya permasalahan ketika hari H penghitungan,” tuturnya.


Beberapa saat kemudian para peserta bimtek mulai berdiskusi dan mengisi contoh formulir model C-1. Mereka terlihat antusias mengisi lembar demi lembar formulir dengan panduan soal bersifat esai. Erfanudin dan Ariansyah juga terlihat berkeliling memandu masing-masing kelompok PPK dan PPS dalam pengerjaan. Menurut Ariansyah alasan dibuatnya esai sebagai panduan pengisian ialah agar para peserta mempunyai gambaran tentang kondisi di lapangan ketika hari pencoblosan dan penghitungan. “Sengaja kami buat dalam bentuk esai, dan memang agak sulit agar anggota PPK dan PPS memiliki pemahaman yang baik. Tentu kondisi di lapangan jauh lebih sulit,” jelasnya.


Tahap terakhir dari acara simulasi tersebut ialah pengisian formulir model C-1 berbentuk plano yang telah disiapkan oleh panitia bimtek. Secara bergantian ada 5 kelompok yang mengisi masing-masing plano. 2 kelompok mengisi formulir dengan benar, 2 kelompok terdapat beberapa kesalahan dalam pengisian, dan 1 kelompok mengkritisi tentang kemungkinan kesalahan esai. Merespon hal tersebut, Erfanudin menjelaskan jika kesalahan tersebut merupakan test case kepada para peserta. “Ya, itu bagian dari latihan sebelum tanggal 17 April nanti. Di lapangan pasti lebih banyak permasalahan yang muncul”, tegasnya disambut gelak tawa semua peserta. (ats)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 1 = 5