08 Mei

MEWUJUDKAN PILGUB JATIM 2018 BERINTEGRITAS, KPU KOTA BATU GELAR SOSIALISASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN KOTA BATU

Punten, kpu-kotabatu.go.id (08/05/2018) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu dalam rangka mewujudkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 yang berintegritas, aman dan lancar, menggelar sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) Tahun 2018 di Purnama Hotel Jalan Raya Selecta Batu, Selasa(08/05).

Sosialisasi pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilgub Jatim 2018 ini dihadiri oleh : Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batu, Panwaslu, Dispendukcapil, Pemilih pemula, Penggiat disabilitas, Kecamatan dan Desa/kelurahan.

Dalam sosialisasi yang digelar oleh KPU Kota Batu, dihadirkan dua narasumber. Narasumber pertama   dari KPU Kota Batu , Ketua KPU Kota Batu sekaligus divisi teknis (Rochani) dan narasumber kedua adalah Ketua Panwaslu Kota Batu sekaligus divisi SDM dan Organisasi (Abdur Rochman) dengan moderator Komisioner KPU Kota Batu divisi SDM dan Parmas (Saifudin Zuhri).

Ketua KPU Kota Batu (Rochani) dalam pemaparannya di depan undangan yang hadir, Rochani  menjelaskan tentang beberapa hal yang terkait dengan pelaksanaan Pilgub Jatim 2018, seperti : Tahapan Pilgub Jatim 2018, kriteria pemilih, perlakuan terhadap pemilih disabilitas, pemilih yang ada di Lembaga Pemasyarakatan, pemilih yang sakit di rumah sakit dan sakit di rumah.

Lebih lanjut, Rochani juga menjelaskan tentang formulir A.5-KWK atau surat pemberitahuan (daftar pemilih pindahan) untuk calon pemilih dimana pada tanggal 27 Juni 2018 sedang berada di luar kota.

  

“Untuk dapat dimasukkan dalam Daftar Pemilihan Pindahan atau DPPh, pemilih harus menunjukkan bukti identitas yang sah dan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS asal,” jelas ibu dua putra dan putri yang juga merupakan Ikatan Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia – Jepang (JICA).

 

Lebih lanjut juga dijelaskan tentang kriteria pemilih DPPh, dimana  pemilih yang terdaftar dalam DPPh merupakan pemilih yang karena keadaan tertentu tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain di Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota yang sedang menyelenggarakan pemilihan dalam satu wilayah.

Rochani juga menekankan tentang pentingnya memberikan layanan yang bersahabat untuk calon pemilih disabilitas.

  

Narasumber kedua, Abdur Rochman dalam materinya tentang Pengawasan Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara pada Pilgub Jatim 2018, memaparkan tentang pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu Kota Batu pada saat pra pemungutan suara, saat pemungutan suara untuk saksi, pemilih, surat suara dan KPPS serta pengawasan pada saat penghitungan suara.

Menurut Abdur Rochman, pemungutan suara ulang dapat dilakukan jika PPL/Pengawas TPS dapat merekomendasikan kejadian-kejadian yang menyebabkan perlunya dilakukan pemungutan suara ulang seperti : pembukaan kotak suara/berkas pungut hitung tidak sesuai dengan  aturan, lebih dari seorang pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda dan lebih dari seorang pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih namun mendapat kesempatan memberikan suara di TPS. (eka/pdp)

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 14 =