20 Okt

KPU RI Terus Implementasikan Kebijakan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan

Banyuwangi, kpujatim.go.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), memastikan terus implementasikan kebijakan Pemutakhiran Daftar Pemilih di lingkungan kerjanya. Satu poin yang disampaikan Divisi Data dan Informasi KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam bimtek Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2016 di ruang Minakjinggo kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi semalam (19/10).

Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan adalah proses memperbaharui data pemilih guna memudahkan proses pemutakhiran daftar pemilih pada Pemilu/ Pemilihan selanjutnya. Atau dapat didefinisikankan pula sebagai proses pengumpulan Data perubahan melalui lembaga/ badan melalui koordinasi dan kerjasama serta langsung dari masyarakat.

Divisi Data dan Informasi KPU RI ini menuturkan pemutakhiran daftar pemilih sekarang ini menjadi hal penting yang perlu KPU implementasikan. “Karena untuk pertama, memperoleh data yang akurat, mutarlih, komprehensif, inklusif.Kedua, memelihara data secara kontinyu serta ketiga, terkoordinasinya data dengan dinas terkait,” ujar Ferry kepada peserta bimtek (19/20/2016).

Ke depan pemutakhiran daftar pemilih ini menurut Ferry memang akan terus diupayakan, meski belum didukung dengan undang-undang. “Sehingga pedoman data pemilih bukanlagi berdasar hasil pemilu terakhir tapi proses pemutakhiran yang Kita lakukan. Selain itu masalah terkait daftar pemilih saat pemilu tidak terjadi atau dapat dikurangi,” kata pria kelahiran Sunda ini.

Dasar hukum yang digunakan untuk pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan sekarang ini adalah MoU/ nota kesepahaman antara Menteri Dalam Negeri RI dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum RI tentang Kerjasama Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan Dan KTP Elektronik Dalam Lingkup Tugas Komisi Pemilihan Umum RI.

Ferry juga berpesan kepada peserta, jika ingin menyelesaikan proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan dengan baik, maka anggota KPU utamanya divisi yang membidangi data harus menguasai data di wilayahnya.

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

63 − 58 =