31 Agu

KPU Kota Batu Selenggarakan Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Dalam rangka menyajikan data pemilih yang akurat, KPU Kota Batu menyelenggarakan Rapat Koordinasi (rakor) Pelaksanaan Pemurakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017 bersama pemangku kepentingan yang dilaksanakan di aula KPU Kota Batu, pagi tadi (31/08).

Dalam sambutannya Ketua KPU Kota Batu, Rochani, mengatakan kegiatan ini merupakan program unggulan KPU RI yang bertujuan agar pemutakhiran data pemilih tidak hanya menjelang pemilu dan pilkada, tetapi updating bisa dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Acara ini dilaksanakan sebagai tidaklanjut Pasal 20 hurul l Undang-Undang Nomor  7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menyatakan bahwa KPU Kabupaten/Kota melakukan pemutakhiran dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan.

Komisioner KPU Kota Batu Divisi Penyelenggaraan dan Data, Ashar Chilmi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan semata menggugurkan kewajiban sebagai penyelenggara pemilu, tetapi tanggungjawab moril sebagai penyelenggara untuk menjaga dan mempertanggungjawabkan, merawat data dari sisi jumlah, substansi mau pun kualitas data pemilih.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dispendukcapil Kota Batu, Tony Hermasyah menyampaikan bahwa Dispendukcapil tiap bulan membuat data statistik atau agregat setiap tanggal 20. Jumlah penduduk per 20 Agustus 2017 sebesar 220.707 jiwa. Untuk pemilih pemula, Dispendukcapil akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Dispendukcapil akan melaksanakan program pencocokan dan penelitian (coklit)  untuk semua penduduk Kota Batu pada awal tahun 2018. Tony mengungkapkan bahwa instansinya telah menggelar rapat koordinasi dimana hasilnya adalah apabila ada warga meninggal maka RT/RW dapat langsung melaporkan sehingga tidak menunggu keluarga warga tersebut untuk mengajukan ada yang meninggal, tapi langsung diubah dalam bentuk KK sehingga meminimalisir permasalahan. “Intinya Dispendukcapil siap untuk melaksanakan suksesnya kegiatan ini,” Tuturnya.

BPS Kota Batu yang diwakili oleh Bagus. S, menyatakan bahwa definisi atau konsep penduduk yang berbeda, yaitu orang atau sekelompok orang yang menetap selama 6 bulan, atau belum 6 bulan tetapi berniat menetap di suatu tempat. Bagus menerangkan bahwa pada saat sensus penduduk, yang dihitung adalah data riil di lapangan. “Ketika kami sensus penduduk, maka mahasiswa dicatat pada tempat kosnya sehingga mau gak mau keluarga asal itu mengeluarkan, bukan (berdasar dari) KK atau usulan keluarga,” Terangnya.

Rita Sari Staf Kemenag Kota Batu menyampaikan untuk penduduk belum usia 17 tahun tapi sudah menikah, pelaksanaan pencatatan nikah ada di KUA. Untuk yang belum 17 tapi sudah memiliki buku nikah mengisi formulir N5 atau surat ijin dari orang tua kemudian mendapatkan putusan dari pengadilan .untuk itu data penduduk yang menikah ada di KUA tingkat kecamatan. “Nanti data-data yang ada di KUA itu akan kami update di Kementerian Agama, untuk kita update datanya di tiap-tiap KUA kecamatan berapa jumlah penduduk yang belum 17 tapi sudah menikah.”  Kemudian data tersebut akan disinkronkan dengan Dispendukcapil dan BPS, per semester.

Kuncoro perwakilan dari Dinas Sosial Kota Batu mengungkapkan program Tenaga Pekerja Sosial Masyarakat (Tenaga PSM) yang memiliki 1 personil di tiap desa/kelurahan. Personil tersebut akan mendata ulang, apakah ada penduduk disabilitas yang belum punya NIK . Dinas Sosial melalui Tenaga PSM akan mengarahkan ke Dispendukcapil, ”Manakala penduduk tidak bisa bergerak atau cacat berat, kami kerjasama dengan Dispendukcapil akan turun ke lokasi,” Terangnya.

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *