22 Nov

Katua KPU Kota Batu Hadiri Rapat Evaluasi Tahapan Dan Konsolidasi Data Pilkada 2017

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Ketua KPU Kota Batu menghadiri Rapat Evaluasi Tahapan Pencalonan dan Konsolidasi Data dan Informasi Penyelenggaraan Tahapan dalam Pilkada 2017.

Rapat koordinasi tersebut berjalan selama 3 hari sejak tanggal 21 November 2016 hingga 23 November 2016. Pada hari kedua pelaksanaan rapat konsolidasi tersebut Ketua Komisi Informasi Publik John Fresly mengatakan bahwa harus adanya komitmen atas transparansi dan keterbukaan sebagai badan publik. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

John juga menyatakan berlakunya asas lex specialis untuk akses informasi publik, “Seluruh badan publik harus dapat memberikan informasi, power is gained by sharing knowledge, not hoarding it, ada hak masyarakat yang sangat luas terhadap akses data pemilihan,” ujar John.

Hal tersebut sejalan dengan adanya petauran KPU Nomor 1 Tahun 2015 tentang pengelolaan dan pelayanan informasi publik di lingkungan KPU. Disampaikan oleh John bahwa untuk menghindari sengketa informasi, maka harus dilakukan penginformasian secara aktif. Diharapkan nantinya keterbukaan informasi dapat membangun kepercayaan publik, “Kebijakan keterbukaan informasi dan open data, dapat membangun kepercayaan publik. Mempersempit ruang gerak para pihak yang memiliki data tidak valid demi meraup keuntungan,” jelas John.

KPU juga telah memiliki tempat untuk mengumpulkan data informasi yaitu Laman KPU dimana Laman tersebut berfungsi untuk mengelolah dan menginformasikan data terkait dengan Pemilu. Selain itu KPU juga memiliki sitem sistem penyampaian informasi antara lain SILON, SITAP, SITUNG, SIPAW, SIDALIH, SIRUP dan SILOG.

Komisioner KPU RI Arief Budiman yang juga menjadi salah satu pembicara dalam rapat konsolidasi tersebut menyebutkan bahwa terdapat perubahan luar biasa dalam penyelenggaraan pemilu, ”intinya demokrasi adalah partisipasi masyarakat, misalnya konkrit terkait data pemilih masyarakat dapat mengecek  data pemilih  melalui  Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih),”  ungkap Arif

Sigit Pamungkas sebagai pembicara terakhir pada hari kedua sessi pertama dalam rapat konsolidasi tersebut menyebutkan bahwa pilkada memiliki kebutuhan besar dan peristiwa besar yang tidak dapat hanya disimpan melalui ingatan saja, “Pilkada butuh biaya besar, banyak aktor yang terlibat, banyak peristiwa yang terjadi maka perlu diingat dengan baik, cara mengingat tidak hanya mengandalkan kecakapan personil karena memory akan hilang seiring dengan selesainya masa jabatan, oleh karenanya perlu memfasilitasi cara mengingat peristiwa dalam memori kolektif lembaga, ” jelas Sigit. Website KPU tidak hanya berfungsi sebagai penyaji berita tetapi yang paling penting juga  penyediaan data yang bisa diakses oleh publik.

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 2