05 Agu

Focus Group Discussion Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan

Batu, kpu-kotabatu.go.id – KPU Kota Batu menyelenggarakan Fokus Grup Discussion Pemutakhiran Daftar Pemilih berkelanjutan Kota Batu Tahun 2016. Acara dihadiri Dispendukcapil Kota Batu, Polres Batu, dan perwakilan SMA dan SMK se Kota Batu.

Ashar Chilmi, Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis mengatakan salah satu maksud diadakannya acara ini adalah untuk menjaga konstitusi hak warga negara. “Tahun 2016 ini sesuai surat edaran 176 KPU RI tertanggal 6 April 201 akan dilakukan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan. Maksudnya untuk dari satu pemilihan ke pemilihan berikutnya data pemilih sudah bisa didapatkan data murni. Selama ini aksesnya hanya dibahas bersama Dispenduk, namun sekarang bisa dilakukan dengan pihak Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Luar Biasa,” jelas Azhar Chilmi. Azhar juga mengatakan, KPU Kota Batu Batu ingin banyak mendengar dari Stakeholder kependudukan dalam hal ini  dispendukcapil dan pihak sekolah Menengah Atas yang memiliki banyak siswa sebagai pemilih pemula,  kemudian juga dengan pihak TNI dan Polri yang ada di Kota Batu untuk mengetahui berapa personil yang sudah memasuki  purnawirawan, sehingga  sudah punya hak untuk memilih.

Joko Purnomo, Kabid PDK Dispendukcapil Batu menjelaskan, data penduduk Kota Batu per 20 juli, sebanyak 216.756 orang, dan yang wajib ber KTP, sebanyak 162.322.
Dari pihak Sekolah SMA dan SMK sekota Batu juga berbagi saran. Solikin, perwakilan SMA Negeri 1 Batu mengatakan, situasi di sekolahnya, bahwa ada siswa yang sudah 18 tahun namun belum berKTP, dan usia yang belum genap 17 namun sudah berKTP.  Sementara itu Suhana, perwakilan dari SLB Eka Mandiri Batu  mengatakan, pihaknya sudah memberikan pengetahuan tentang Pemilu kepada siswa, namun Pihak sekolah nantinya membutuhkan bantuan berupa gambar atau alat peraga agar siswa mengerahui siapa yang ingin dipilih. 

Chariri, Perwakilan dari SMK Islam Batu yang hadir mengakui, belum ada pendataan siswa yang sudah maupun belum ber KTP. “Jarang sekali Siswa yang ijin keluar sekolah untuk membuat KTP. Masih hanya beberapa,” terang Chariri. Selain itu, beberapa siswa juga ternyata  berasal dari Luar Kota Batu. Sehingga diharapkan, sekolah bisa difasilitasi pembuatan KTP.
Perwakilan dari SMK Negeri 1 Batu yang hadir R.N Aini, juga meminta KPU Kota Batu lebih proaktif. Proaktif sebagai penyelenggara yang memberikan langsung sosialisasi kepada siswa, supaya siswa tidak bersikap apatis terhadap pemilu, dan berpolitik secara dewasa. Pihak sekolah menyatakan siap mendukung acara sosialisasi untuk sekolah-sekolah, melalui pembina upacara. Masukan lain dari Siti Muamanah, salah satu guru SLB Dusun Banaran, agar Dispendukcapil bisa datang langsung ke sekolah memfasilitasi pengadaan KTP untuk siswa Difabel yang sudah memiliki hak suara.

Ketua KPU Batu Rochani, diakhir acara juga berharap masing-masing sekolah membuatkan data by name by address per bulan Juli, sehingga agar diketahui siapa saja yang pertanggal 15 februari 2017 nanti sudah bisa menjadi pemilih. Ketua KPU Kota Batu juga berharap permasalahan NIK ganda, atau NIK yang tidak lengkap seperti yang pernah terjadi dalam pemilihan sebelumnya Pileg dan Pilpres, bisa teratasi.

Khusus untuk Pilwali Batu bagi pemilih disabilitas, Ketua KPU Kota  Batu menyatakan KPU Kota Batu perlu kerjasama dengan penggiat difabel Hal ini dikarenakan pada form C1 ada kolom yang berisi pertanyaan berapa jumlah penyandang disabilitas yang memberikan suaranya.

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 12 = 20