28 Sep

Erfanudin Jelaskan Agenda Divisinya pada Audiensi dengan DPRD Kota Batu

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Pada audiensi dengan DPRD Kota Batu, Divisi Umum, Keuangan dan Logistik, Erfanudin menyampaikan laporan hibah Pilwali Kota Batu Tahun 2017 yang anggarannya senilai Rp 12.727.728.000,- Rupiah. Dimana anggaran terbesar diserap oleh Honorarium badan adhoc yaitu sebesar 14,5%, Pokja KPU 11,2%, sosialisasi 11, 2%, dan kegiatan kampanye termasuk APK/BK 10,6 %.

Ada yang mendasar dari beberapa perubahan dari serapan aggaran. Dari semula estimasi calon ada 6 pasang berubah menjadi 4, jadi tidak terserap. Di pengadaan barang dan jasa ada beberapa item yang diwajibkan untuk mengikuti LPSE KPU, jadi KPU kota Batu tidak diperkenankan mengadakan lelang sendiri. Pengadaan tersebut ada 4 item yaitu surat suara, tinta, hologram dan segel. “Sehingga, dari anggaran yg diusulkan dalam RKB tdk terserap sepenuhnya,” terang Erfanudin.

Total serapan dana hibah pada Pilwali Kota Batu Tahun 2017 sebesar 88,3% yaitu 11.234.583.085 rupiah dan pengembalian ke kas daerah sejumlah Rp1.493.144.915 rupiah atau 11,7%. Pengembalian tersebut telah sesuai, baik oleh SP2HL/SP4HL yang diterbitkan oleh DJPB Kemenkeu per Agustus 2017 mau pun berita pengembalian ke KASDA per 7 Juli 2017.

Terkait dengan Pilgub Jatim 2018, minggu yang lalu saat ada rapat kerja keuangan se-Jatim, KPU Kabupaten/Kota harus menyerahkan beberapa dokumen karena terkait anggaran kita bertindak sebagai BP bendahara pengeluaran dan BPP Bendahara pembantu pengeleluaran.

Terkait Pileg dan Pilpres 2019 ada beberapa anggaran yang sudah masuk di DIPA KPU Kota Batu yaitu yang kaitannya dengan verifikasi partai politik. Sesuai Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2017, jadwal pendaftaran partai politik dan penyerahan syarat pendaftaran serta penerimaan kelengkapan dokumen persyaratan dimulai pada 3-16 Oktober 2017.

“Dari masalah anggaran saya kira memang tidak begitu memiliki kendala. Hanya saja di pilgub ini belum menerima RKB itu, sehingga tidak bisa membreakdown alokasi kebutuhan kegiatan. Mulai dari pembentukan Panitia Adhoc, PPK dan PPS yang nantinya mulai oktober ini,” jelasnya.

Asumsinya dalam pilgub ini kemungkinan TPS ini turun, usulan KPU Kota Batu 420 diturunkan 390 berubah lagi 360 sekian. “yang saya khawatirkan berimbas pada partisipasi pemilih. Tapi apa pun itu kita adalah pelaksana dari kebijakan KPU Provinsi,” tutupnya.

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 2 =