02 Nov

Choirul Anam: KPU Berkomitmen Pemilu Berjalan Dengan Fair

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi Perencanaan dan Data Choirul Anam, turut menghadiri acara rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diadakan di Hotel Riverstone Kota Batu, Selasa (1/11).

dalam paparannya kepada seluruh undangan yang hadir, baik dari KPU Kota Batu, Panwas Kota Batu, Dispendukcapil, PPK dan Ketua PPS maupun Tim Sukses Pasangan Calon. Choirul Anam menjelaskan, bahwa saat ini KPU telah melewati tahap pemutakhiran daftar pemilih sementara,  dan diperkirakan tanggal 6 Desember mendatang akan segera ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Choirul Anam menghimbau kepada Tim Pasangan Calon untuk ikut melakukan pemeriksaan kepada daftar pemilih, agar dikemudian hari tidak timbul isu mengenai daftar pemilh yang telah ditetapkan oleh KPU. “Kami khawatir menjelang hari H pemungutan suara, isu-isu data pemilih dimunculkan kembali, oleh karena itu nanti akan kami berikan seluruh by name by address pemilih di Kota Batu sejumlah 149.728, kami berharap mohon dicek jika ada pemilih yang belum masuk, ganda dan sebagainya, KPU telah berkomitmen untuk pemilu ini berjalan dengan fair,” himbau Choirul Anam.

Choirul Anam menegaskan KPU akan selalu terbuka, dan nantinya database Daftar Pemilih Sementara yang telah ditetapkan pada hari Selasa (1/11) akan diunggah ke laman KPU sehingga seluruh masyarakat dapat melihat.  Hal tersebut disampaikan Anam untuk menghindari berbagai tuduhan mengenai daftar pemilih yang akan menyudutkan KPU dikemudian hari.

Dalam proses pemutakhiran data pemilih terdapat pula daftar pemilih potensial Non KTP-elektronik. Dimana dalam daftar tersebut terdapat nama-nama pemilih yang terindikasi belum memiliki KTP elektronik atau belum melakukan perekaman KTP-elektronik. Disampaikan oleh Anam bahwa jumlah daftar pemilih potensial non KTP-elektronik cukup banyak sejumlah 23.937 pemilih, “jumlah pemilih potensial non KTP-elektronik di Kota Batu cukup besar, dari angka 149.728 pemilih ada 23.937 pemilih, yang artinya ada 23.937 pemilih yang terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” ungkap Choirul Anam.

Sesuai dengan Surat yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang menyebutkan dengan tegas bahwa pemilih harus memiliki KTP-elektronik, dan bagi pemilih non KTP elektronik dapat melakukan pemilihan dengan menggunakan surat keterangan sedang melakukan perekaman KTP-elektronik yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil, sehingga Choirul Anam mengarapkan semua pihak ikut serta mensosialisasikan hal tersebut, “Jadi kami meminta tolong pada kawan-kawan, dan semua Paalon dan stakeholder, untuk ikut mensosialisasikan program ini,  sehingga tidak ada alasan tim paslon menyalahkan kawan-kawan penyelenggara kenapa pendukung tidak bisa nyoblos hanya karena tidak memiliki KTP elektronik,” ucap Choirul Anam.  

Komentar via Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *