wordpress stats
SUKSESKAN PILWALI KOTA BATU TAHUN 2017 BERINTEGRITAS                                                                                                                                                                                                                                                                                                 JADWAL KAMPANYE PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BATU KLIK DI SINI                                                                                                                                                                                                                                                                                                Pengumuman Pembentukan KPPS Dalam Pilwali Kota Batu Tahun 2017

Penilaian Masyarat Kota Batu Tentang Vote Buying (Pemberian Uang/Barang)

Batu, kpu-kotabatu.go.id - Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan (LaPoRa) Universitas Brawijaya mengadakan acara pres release hasil survey Pilkada dan diskusi tentang perilaku pemilih, di Gedung FISIP Universitas Brawijaya (25/6/2016)

Dalam acara tersebut Wawan sobari menjelaskan bahwa hasil survey ini sangat Independen (Tidak ada kaitan/pesanan dari pihak manapun), independensi ini merupakan sesuatu yang wajib dilakukan karena LaPoRa merupakan laboratorium Politik Universitas. Wawan juga menjelaskan ada hasil survey yang penting terkait dengan perilaku pemilih sehingga kami merasa perlu untuk mengundang KPU dan Panwaslih Kota Batu dengan harapan data ini bisa dijadikan bahan KPU dan Panwaslih dalam melaksanakan program-progamnya.
Hasil survey LaPoRa ada data yang mengejutkan terkait perilaku pemilih, ketika responden ditanya "bagaimana pendapat Anda terhadap praktik Vote Buying (Pemberian Uang/Barang)?", jawaban dari responden 52% mengatakan "Bisa diterima sebagai hal yang wajar" sedangkan 48% responden menjawab "Tidak bisa diterima". Dari data ini menunjukan bahwa 52% masyarakat batu menganggap Vote Buying (pemberian uang/barang) adalah hal yang bisa diterima dan wajar. Lebih lanjut Wawan menjelaskan Vote Buying adalah Upaya memberikan sesuatu (yang/barang) kepada pemilih dengan tujuan pemilih tersebut memberikan dukungan kepada pemberi uang/barang.
Data survey LaPoRa juga menunjukan bahwa tingkat Vote Buying tidak berbanding lurus dengan hasilnya. Artinya siapapun yang melakukan Vote Buying maka akan ada margin eror yang tinggi artinya masyarakat yang menerima uang/barang tidak memilih calon yang memberi uang akan tetapi mayoritas masyarakat yang menerima uang/barang memilih calon sesuai pilihannya.
Nara sumber tim LaPoRa lainya Faza Dhora Nailufar menjelaskan bahwa hasil survey ini juga menunjukan tingkat kesejahteraan masyarakat batu sangat tinggi, rata-rata pengeluarannya 1 juta perbulan. Akan tetapi tingginya tingkat kesejahteraan tidak ada korelasinya dengan Vote buying, hal ini terbukti dengan tingginya prosentase (52%) masyarakat dalam melihat Vote Buying sebagai hal yang wajar.
KPU kota Batu menganggap data tentang perilaku pemilih (Vote Buying) yang disampaikan LaPoRa merupakan data yang sangat penting, dan akan menjadi semangat bagi KPU Kota Batu untuk terus melakukan Sosialisasi dan memberikan pendidikan politik kepada Pemilih. Hal ini disampaikan Saifudin Zuhri selaku divisi sosialisasi KPU Kota Batu. Lebih lanjut Saifudin menyampaikan untuk mengahpus/mengantisipasi tingginya Vote Buying harus dilakukan hal-hal sebagai berikut: Meningkatkan Pengawasan, memberikan sanksi yang berat bagi pelaku dan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilih.

 



Komisi Pemilihan Umum Kota Batu
Alamat : Jl. Raya Tlekung No. 212 Kota Batu Jawa Timur
Telp : +62 341-532030
Fax : +62 341-531866
Email : humas@kpu-kotabatu.go.id