27 Okt

TINGKATKAN KETERIKATAN MELALUI OPTIMALISASI MEDSOS

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (27 Oktober 2021) – Di era teknologi informasi saat ini, komunikasi tidak sebatas bertemu secara fisik tapi juga dapat dilakukan secara virtual, salah satunya melalui media sosial (medsos) . Pemanfaatan metode berkomunikasi melalui medsos pun dewasa ini bukan hanya digunakan oleh individu tapi juga kelembagaan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga negara penyelenggara pemilu juga telah memanfaatkan medsos untuk berinteraksi menjaga kedekatan dengan pemilih, juga sebagai ruang menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat.

Berangkat dari pentingnya keberadaan dan pemanfaatan medsos ini, sesi diskusi panel kedua, Rakornas PPID KPU dan Workshop Kehumasan Tahun 2021, sengaja mengangkat tema “Strategi Meningkatkan Enggangement Media Sosial KPU Dalam Penyebarluasan Informasi Kelembagaan dan Kepemiluan” dengan menghadirkan pembicara Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno, Rabu (27/10/2021).

Ryno biasa dia disapa pada paparannya memberikan tips dan trik, strategi konten yang berhasil di media sosial. Selain ada interaksi, konten menurut dia juga harus otentik, substansial dan tepat waktu.

Ryno juga menekankan pentingnya kesesuaian antara platform media sosial dengan konten yang dibuat. Juga aspek menyenangkan meski penggunaan medsos untuk hal resmi sekalipun. “Memang harus menyesuaikan dengan platform tapi menyenangkan,” tambah Ryno.

Anggota KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi yang hadir mengikuti acara sepakat jajaran KPU meningkatkan keterikatan dengan publik melalui pemanfaatan medsos. Dan dia melihat Facebook sebagai salah satu media sosial yang memberikan keleluasaan bagi para penggunanya untuk mengeksplorasi diri. “Karena itu trik dan tips dari mas Ryno tadi untuk meningkat enggangement itu penting,” kata Pramono.

Senada, Plh Ketua KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengajak jajaran KPU provinsi, KPU kabupaten/kota mendalami ruang lingkup media sosial. Pola pikir yang tepat dalam melihat media sosial dapat mendukung pada tataran pemanfaatannya. “Samudra IT ini luas, tidak terbatas, tapi setidaknya kita punya pemahaman,” ucap Dewa.

Hadir mengikuti jalannya diskusi panel kedua, Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima, Deputi Bidang Administrasi Purwoto Ruslan Hidayat, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan, Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pemilu Melgia Carolina Van Harling serta Kepala Biro Perencanaan Suryadi. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

27 Okt

KNOWLEDGE SHARING PENGELOLAAN DATABASE BADAN ADHOC

Batu, kpu-kotabatu.go.id (27 oktober 2021) – KPU Provinsi Jawa Timur beserta KPU Kabupaten/Kota se Jawa Timur Kembali mengadakan rapat daring program knowledge sharing dengan tema “Pengelolaan Database Pembentukan Badan Adhoc”. Hadir sebagai peserta Rapat Divisi Sosdiklih dan SDM KPU Kota Batu Marlina dan Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kota Batu Uke Wahyu Hidayati. Program knowledge sharing ke 15 kali ini diisi oleh Dr. Fathor Rachman, M.Pd. (Anggota KPU Kabupaten Pamekasan) selaku narasumber, Marhaendra Pramudya Mahardika, S.AP. (Anggota KPU Kabupaten Malang) selaku pembahas, dan Alim Syaiful Fuad, SE. MA. (Kasubbag KUL KPU Kabupaten Pamekasan) selaku moderator.

Dalam materi yang disampaikan, Fathor Rachman membahas mengenai definisi dan konsep database, fungsi dan manfaat database, bagaimana mengelola database yang efektif, serta tantangan penggunaan database seperti ketersediaan anggaran dan entri data yang terkadang kurang akurat. Sementara Marhaendra Pramudya Mahardika membahas mengapa database perlu dirubah kedalam bentuk digital (digitalisasi database). Menurutnya hal ini karena database dalam bentuk digital dapat diakses dengan cepat dan mudah, data tetap lengkap dan dapat digunakan untuk sekarang dan di masa mendatang, data lebih aman karena kewenangan mengakses data dapat dibatasi dan diberikan pada orang tertentu, data tersimpan dengan baik tidak seperti arsip hardcopy yang rentan hilang dan rusak seiring berjalannya waktu, serta hemat ruang penyimpanan.

Dalam saran yang diberikan pada akhir acara rapat daring, Anggota KPU Provinsi Jawa Timur Divisi SDM dan Litbang Rochani mengingatkan agar teman-teman di KPU Kabupaten/Kota mempunyai inisiatif dalam menyimpan data maupun database badan Adhoc ini. “ Mengelola data kan butuh instrument, dan instrument tersebut bisa dari KPU RI yang sudah terverifikasi, terpusat, dan sifatnya nasional, namun juga bisa instrument lokal dari teman-teman KPU Kabupaten/Kota” jelas Rochani.

Pada kesempatan yang sama Rochani juga menegaskan agar kita tidak selalu bergantung pada aplikasi yang dibuat oleh pusat. Rapat daring ini berakhir pukul 11.30 WIB dan akan dilanjutkan pada hari Jum’at 29 Oktober 2021 dengan tema bahasan lainnya. (uke)

27 Okt

KEMBANGKAN PROGRAM PADA TATARAN SINERGITAS DAN REKOMENDASI

Jakarta, kpu-kotabatu.go.id (26 Oktober 2021)   Purna sudah rangkaian diskusi daring (webinar) Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Webinar sebagai penguat modul program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini pada seri ke-7 yang diselenggarakan Selasa (26/10/2021) memberi ruang bagi sejumlah daerah pelaksana program untuk menyampaikan pengalaman menyelenggarakan program yang diluncurkan pada Agustus 2021 silam.

Plh Ketua KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan tema seri terakhir webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, “Potret Perkembangan Pilot Project Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan” dimaksudkan untuk mendapatkan informasi perkembangan program ini, tidak hanya pada tataran diskusi tapi juga pengalaman pelaksanaan, sinergitas bahkan rekomendasi.

Menurut Dewa dalam pelaksanaannya, program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan berjalan variatif, dibeberapa wilayah muncul inovasi sehingga banyak desa/kelurahan yang berpartisipasi, namun ada juga yang hingga webinar seri ke-7 belum terlaksana. “Kami tidak maksud membandingkan, tapi kita belajar bersama, sehingga nanti program ini berjalan baik dan merata di semua daerah,” kata Dewa.

Jabar Inspiratif, Malut Terapkan Kearifan Lokal

Sementara itu pada sesi penyampaian pengalaman, KPU Jawa Barat (Jabar) yang diwakili Anggota Idham Holik, menerangkan progres program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan untuk tiga lokus yang ditunjuk, yakni Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot, Kab Bandung, Desa Rancasalak, Kec Kadungora Kab Garut dan Desa Cieunteung Kec Darmaraja Kab Sumedang.

Diluar tiga desa tersebut, KPU kab/kota di Jawa Barat menurut dia juga berhasil menjalin kerja sama dengan pemerintah daerahnya, masing-masing antara lain Kota Tasikmalaya, Kab Kuningan, Kota Cimahi, Kota Banjar, Kab Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Majalengka, Kab Bogor, Kab Cirebon dan Kab Tasikmalaya untuk bersama menyukseskan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Idham juga menyampaikan masterplan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini hingga 2024, juga rencana lokus baru program ini di 2022 mencapai 944.

Pada kesempatan berikutnya, KPU Maluku Utara (Malut) yang diwakili Anggota, Safrina R Kamaruddin mengungkapkan penggunaan kearifan lokal dalam pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, yang untuk Maluku Utara menunjuk Kelurahan Kota Baru sebagai lokusnya. Selain menggunakan slogan “Marimoi Ngone Futuru” (bersatu kita teguh), juga memanfaatkan kegiatan “Babari/Leliyan” (gotong royong saat kegiatan adat, hajatan) sebagai sarana komunikasi menyampaikan informasi pemilu guna menghindarkan masyarakat dari terpaan berita bohong (hoaks).

Hadir juga untuk menyampaikan pengalamannya menyelenggarakan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, KPU Provinsi Sulawesi Utara, KPU Kabupaten Badung, KPU Kabupaten Kupang serta KPU Kota Tomohon.

Sementara itu sejumlah kepala daerah maupun perwakilan pemerintah daerah yang mendapat ruang menyampaikan tanggapan, mengaku mendukung suksesnya Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Tanggapan dan dukungan disampaikan Bupati Toraja Utara yang diwakili Sekda Rade Roni Bare, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman, Bupati Kupang Korinus Masneno, R Iip Hidajat Kepala Kesbangpol Prov Jabar, Kepala Desa Manusak Arthur Ximenes.

Disesi pamungkas, Anggota KPU RI, Viryan yang hadir sebagai narasumber kembali menyampaikan semangat hadirnya program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan salah satunya untuk menangkal disinformasi di masyarakat terkait kepemiluan. Desa menurut dia menjadi permulaan yang tepat untuk memperkuat literasi masyarakat, sebagaimana yang disampaikan oleh dua tokoh pendiri bangsa, Soekarno-Hatta. “Terkait dengan DP3 itu sesungguhnya pada sisi lain kita harus lagi mengembangkan demokrasi Indonesia menjadi pondasi dan penguatan pemilu kita,” tutup Viryan. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)