18 Mar

KUMPULKAN PPK DAN PPS SE-KOTA BATU, KPU KOTA BATU AJAK SHARING PENYELESAIAN DIM

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Maret 2019) – Bertema Rapat Koordinasi Kesiapan Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pelaksanaan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu mengumpulkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Batu untuk melakukan pemantapan pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura), Sabtu (16/03/2019) di Aster Hotel. Selain membahas kesiapan Tungsura, di dalam kegiatan rapat koordinasi tersebut juga dilakukan sharing penyelesaian terhadap Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang telah disusun oleh masing-masing PPK dan PPS.

Komisioner KPU Kota Batu Divisi Teknis (Erfanudin) mengatakan jika rapat koordinasi kali ini bersifat penting dikarenakan masih terdapat hal teknis yang perlu benar-benar dipahami secara detail oleh penyelenggara pemilu. Ia juga mengatakan, dengan semakin dekatnya waktu menjelang April 2019, maka koordinasi dan konsolidasi antara KPU Kota Batu dengan penyelenggara di tingkat PPK dan PPS harus sering digiatkan. Hal lain yang menurut Erfanudin juga harus didiskusikan dalam forum tersebut ialah tentang permasalahan-permasalahan yang ditemukan oleh penyelenggara yang pada akhirnya disusun dalam DIM.

Kesempatan pertama diberikan kepada PPK Batu untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Misalnya, mereka becerita tentang adanya rumah salah satu Calon Legislatif (Caleg) yang ditawarkan jadi lokasi TPS dengan alasan bahwa rumah tersebut sedang tidak ditempati karena pemiliknya berada di luar kota. Menanggapi hal ini secara tegas Erfanudin menjawab bahwa tawaran tersebut tidak perlu diambil. Alasannya ialah menghindari kemungkinan penilaian yang tidak baik dari masyarakat luas. “Jika ada kasus seperti itu, lebih baik dihindari karena dapat menimbulkan persepsi macam-macam dari masyarakat,” tegasnya.

Pertanyaan lain juga ke luar dari PPS Sumberejo. Perwakilan dari PPS tersebut menanyakan tentang sikap yang harus dilakukan oleh KPPS jika menemukan ada anggota tim sukses yang ikut campur di dalam TPS dan melakukan instruksi kepada petugas TPS. Menurut Erfanudin mudah saja menyelesaikan masalah ini, yakni melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Yang berkewenangan mengatur di TPS adalah teman-teman KPPS. Laporkan saja ke Bawaslu bahwa orang tersebut telah mengganggu proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan di TPS,” jawabnya.

Dengan adanya sharing penyelesaian masalah tersebut Erfanudin berharap tiap penyelenggara di tingkat PPK dan PPS memperoleh bekal wawasan yang berguna dalam membantu kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019. (ats/pdp)

18 Mar

TUBUH SEHAT, JADI PEMILIH CERDAS

Batu, kpu-kotabatu.go.id (17 Maret 2019) – Tubuh sehat dan menjadi pemilih cerdas. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan acara sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu pada acara senam pagi bersama Komunitas Zumba Kota Batu di Halaman Parkir Lippo Plaza Batu, Minggu (17/03/2019). Acara sosialisasi Pemilu 2019 tersebut menjadi semakin menarik karena dilakukan di saat kondisi hujan. Namun, hujan yang mengguyur Kota Batu sejak pagi hari tersebut tidak menghalangi para peserta untuk melakukan senam pagi dan berpartisipasi aktif dalam agenda sosialisasi yang langsung dipandu oleh Komisoner KPU Divisi SDM dan Parmas (Heru Joko Purwanto).

Acara diawali dengan melakukan senam secara bersama-sama. Terdapat sekitar 50-an orang mengikuti gerakan senam yang dipimpin oleh 3 orang instruktur. Setelah 3 irama senam diikuti oleh peserta, giliran KPU Kota Batu tampil di atas panggung memberikan materi sosialisasi. Pada momen yang bersifat have fun tersebut Heru tidak ingin memberikan materi yang berat dan membosankan, namun ia menyampaikannya dengan santai dan menyenangkan sehingga peserta senam yang mayoritas anggota Komunitas Zumba tersebut dapat menerima dengan mudah.

Berkaitan dengan Pemilu 2019 Heru memberikan informasi tentang jumlah surat suara yang harus dicoblos, perbedaan warna masing-masing surat suara, tanggal dan hari pelaksanaan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan Pemilu 2019. Misalnya, ia memberi pertanyaan berhadiah pulsa senilai 50 ribu kepada peserta. “Ada yang tau nggak kenapa Pemilu 2019 diselenggarakan pada hari Rabu?,” tanyanya. Beragam jawaban pun muncul dari para peserta. Sayangnya tidak ada satupun yang bisa memberikan jawaban dengan tepat.

Heru berharap dengan adanya sosialisasi terhadap komunitas-komunitas seperti ini, maka gaung Pemilu 2019 bisa diterima dan dipahami oleh banyak pihak. Tentunya, KPU Kota juga berharap partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS semakin baik dan meningkat. (ats/pdp)

18 Mar

SAIFUDIN ZUHRI: POLITIK ADALAH KEMANUSIAAN, POLITIK UNTUK KESEJAHTERAAN

Ngaglik, kpu-kotabatu.go.id (18 Maret 2019) –¬† Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu hadir sebagai narasumber dalam acara Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Gusdurian Kota Batu di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik, Minggu (17/03/2019). Tema yang diangkat dalam acara dialog tersebut menarik dan relevan dengan kondisi sosial politik Bangsa Indonesia dewasa ini, yakni “Yang Lebih Penting Dari Politik Adalah Kemanusiaan”. Ketua KPU Kota Batu (Saifudin Zuhri) hadir langsung sebagai narasumber yang didaulat memberikan materi tentang kepemiluan, sedangkan perwakilan dari Gusdurian Kota Batu ialah Haris El Mahdi selaku koordinator.

Haris El Mahdi mengatakan bahwa inspirasi diangkatnya tema ini ialah perkataan Gusdur sebagai seorang tokoh bangsa beberapa waktu silam. Menurutnya esensi dari pesan tersebut sangat penting disampaikan dan diketahui oleh masyarakat luas. Apalagi jika melihat realita di lapangan bahwa setidaknya ada kubu-kubu di tengah masyarakat dalam mendukung calon presiden dan wakil presiden pada kontestasi Pemilu 2019.

Haris menjelaskan lebih jauh jika adanya kontestasi pemilu bukan untuk saling menjelakkan, apalagi menjatuhkan karakter orang lain. Adanya pemilu seharusnya digunakan untuk berdialog membahas gagasan membangun Indonesia di masa depan. “Lawan di dalam politik bukan untuk saling menjatuhkan. Adanya lawan adalah untuk berdialog tentang gagasan membangun Indonesia ke depan. Kita mendorong politik untuk saling bertukar ide dan gagasan,” jelasnya

Berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019 Saifudin Zuhri menyampaikan jika pemilu kali ini berbeda dengan pemilu pada periode-periode sebelumnya. Menurutnya ada lima pilihan yang akan dipilih oleh masyarakat. Oleh karena itu hal tersebut harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Saifudin juga menjelaskan jika dirinya senang dengan aktifitas yang dilakukan oleh Gusdurian dalam rangka menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat luas. “Kita senang jika teman-teman Gusdurian sering terjun ke masyarakat untuk menyebarkan nilai politic is humanity. Politik adalah kemanusiaan, politik untuk kesejahteraan,” tegasnya. (ats/pdp)