28 Des

Rapat Pleno Rutin KPU Kota Batu

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Rabu (28/12) KPU Kota Batu melakukan rapat pleno rutin yang di hadiri oleh Komisioner dan Kasubbag KPU Kota Batu.

Rapat pleno kali ini dipimpin langsung oleh Komisioner KPU Kota Batu divisi Umum, Keuangan dan Logistik Erfanudin. Salah satu pembahasan dalam plen hari ini adalah mengenai Debat Publik yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2017 nanti.

Komisioner KPU Kota Batu Divisi SDM dan Parmas yang juga merangkap menjadi ketua Pokja Kampanye Saifudin mengatakan perlunya persiapan yang matang terkait dengan debat publik tersebut, “Terkait debat perlu persiapan yang lebih matang terkait skenario acara, apakah skenarionya pakai panelis atau tidak, kemudian formatnya seperti apa, “ ungkap Saifudin.

Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, KPU Kota Batu akan bekerjasama dengan Stasiun TV Regional dalam penayangan debat publik kedua, dalam hal ini Stasiun TV Regional yang bekerjasama dengan KPU Kota Batu dalam Debat Publik kedua ini adalah JTV.

28 Des

Ketua KPU Kota Batu Hadiri FGD Evaluasi Tahapan Pilkada Tahun 2015

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Ketua KPU Kota Batu menghadiri Forum Group Discussion (FGD) terkait penyelenggaraan Pilkada tahun 2017.

Forum Group Discussion yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur ini mengusung tema Evaluasi Tahapan Pencalonan, Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara Pilkada Tahun 2015 serta Proyeksi Kesiapan Pilkada Tahun 2018.

Ketua KPU Kota Batu yang juga merangkap Divisi teknis Rochani menyampaikan adanya beberapa paparan dari komisioner KPU Provinsi Jatim Divisi Teknis Muhammad Arbayanto mengenai kemungkinan-kemungkinan munculnya persoalan-persoalan hukum yang akan timbul.

Mengulang pernyataan Arbayanto, Rochani menyebutkan pada Pilkada 2017 terdapat 151 persoalan hukum yang terjadi, “ada 6 permohon sengketa hukum yang dicabut, 137 permohonan sengketa hukum yang tidak diterima dan 5 permohonan sengketa hukum yang ditolak serta adanya 3 permohonan sengketa hukum yang dikabulkan,” ulang Rochani.

Dalam materinya Arbayanto menyebutkan pula adanya beberapa pengalaman berharga saat Pilkada tahun 2015 yaitu adanya daerah yang harus pemungutan suara ulang dimana hasil pemungutan yang pertama diragukan terutama karena kotak suaranya hilang. Bahkan ada juga daerah yang adanya keterlibatan aparat terhadap salah satu Paslon.

28 Des

KPU Jatim Adakan FGD Evaluasi Tahapan Pilkada Tahun 2015

Surabaya, kpujatim.go.id – Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Evaluasi Tahapan Pencalonan, Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara Pilkada Tahun 2015 serta Proyeksi Kesiapan Pilkada Tahun 2018, hari ini, Selasa, tanggal 27 Desember 2016 di hotel Quest Surabaya. Dijadwalkan FGD ini akan berlangsung dua hari, dari hari ini sampai dengan besok, hari Kamis.

Sekretaris KPU Jatim, HM. Eberta Kawima melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri sekitar 54 orang. Yang terdiri dari Divisi Teknis dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur, Ormas, LSM/ NGO, dan akademisi dari beberapa Perguruan Tinggi di Surabaya.

Selanjutnya Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menuturkan kegiatan FGD ini bertujuan ingin mendapatkan masukan terkait tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2015 yang lalu. “Khususnya terkait dengan pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara. Meskipun  pedoman terkait tahapan pilkada yang menyusun adalah KPU RI. Tapi jelas dalam hal-hal yang sifatnya teknis tetap saja KPU Kabupaten/ Kota dan Provinsi yang harus mengambil sikap, dan harus mengambil keputusan,” kata Eko saat memberikan sambutan pada pembukaan FGD (27/12/2016).

Eko menambahkan, “Disamping mengundang kawan-kawan KPU yang telah melaksanakan pilkada pada tahun 2015, Kita juga mengundang kawan-kawan KPU yang belum melaksanakan pilkada. Hal ini agar dapat mengambil pelajaran dari pilkada sebelumnya. Selain itu, diundang pula ormas dan akademisi, agar dapat memberikan masukan terhadap pelaksanaan pilkada tahun 2015,” papar Ketua KPU Jatim.

Sesuai jadwal yang telah dibagikan, pada malam hari ini akan ada diskusi kelompok dan FGD. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, yang terdiri dari kelompok Pencalonan, Pemungutan Suara, Penghitungan Suara serta Rekapitulasi.

27 Des

Rapat Koordinasi Persiapan Bimtek Pemungutan dan Penghitungan Suara

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Selasa (27/12) KPU Kota Batu melalukan rapat koordinasi bersama Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara sebelum dilaksanakannya Bimbingan Teknis Pemungutan dan Penghitugan Suara.

Rapat Koordinasi dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Batu Rochani. Rochani menyebutkan bahwa nantinya tanggal 5 Januari 2017 KPU Kota Batu akan melaksanakan Bimbingan Teknis Pungut Hitung kepada PPK dan PPS se-Kota Batu.

Rochani menyebutkan dirinya berharap Pasca pelantikan ketua KPPS, PPS bisa segera melakukan Bimtek pungut hitung di tingkat KPPS, “Kami berharap setelah pelantikan ketua KPPS pada tanggl 15 Januari 2017 nanti, Bimtek pungut hitung di tingkat KPPS bisa segera dilaksanakan,” ungkap Rochani.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut Rochani juga melakukan pembagian tugas bagi Sekretariat dan Pokja Pungut Hitung untuk kegiatan Bimbingan Teknis pada tanggal 5 Januari 2016 nanti. 

27 Des

Komisioner Jelaskan Logistik Pilwali Kota Batu Tahun 2017

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Jumat (23/12) Komisioner KPU Kota Batu Divisi Umum, Keuangan dan Logistik Erfanuddin menjadi narasumber dalam sesi kedua Bimbingan Teknis dan Simulasi Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Perhitungan Suara Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu Tahun 2017.

Sesi Kedua Bimtek ini Erfanuddin menjelaskan mengenai logistik yang akan digunakan dalam pemungutan dan perhitungan suara dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu Tahun 2017. Dalam penjelasannya Erfanuddin mengharapkan PPK dan PPS mulai menghitung jumlah surat suara yang dibutuhkan, “Mulai sekarang saya harap PPK dan PPS mulai menghitung jumlah DPT ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT per TPSnya sehingga itu menjadi acuan bagi kita untuk mendistribuskan logistik ke TPS nantinya, sehingga bisa dikontrol kelebihan dan kekurangannya,” harap Erfanuddin.

Erfanuddin juga menekankan kepada PPK dan PPS untuk tidak hanya mengecek kuantitas logistik tetapi juga kualitasnya, “Kami akan memudahkan teman-teman semua terkait jumlah dan jenis logistik kemudian kami harap teman-teman juga mengecek kualitas logistik baik bulpoin, spidol dan lain-lain,” ungkap Erfanuddin.

Menutup Bimtek dan Simulasi Pengadaan dan pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Perhitungan Suara dalam Pilwali Kota Batu 2017, Ketua KPU Kota Batu Rocahani menyampaikan kepada PPS untuk melakukan perekapan Surat Oemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih (Form Model C6-KWK) yang sudah didistribusikan, “Hari ini menjadi kewajiban PPS untuk mengontrol C6 yang sudah dan belum didistribusikan, yang belum didistribusikan harus dikembalikan ke PPS paling lambat H-1 sehingga temen-teman logistik bisa menghitung berapa yang disampaikan dan berapa yang kembali harus ada lembar kendali,” tutup Rochani.

23 Des

Arief Budiman Menjadi Narasumber dalam Bimtek Pengadaan dan Pendistribusian Logistik

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Komisioner KPU RI Arief Budiman menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis dan Simulasi Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu Tahun 2017 di Hall Hotel Agrowisata Kota Batu, Jumat (23/12).

Arief Budiman yang didampingi Komisioner KPU Provinsi Jatim Divisi Umum, Keuangan dan Logistik Dewita Hayu Shinta sebagai moderator, melakukan bimbingan teknis kepada PPK dan PPS se-Kota Batu terkait dengan perlengkapan pemungutan dan Penghitungan suara dalam Pilwali Kota Batu Tahun 2017.

Dewita Hayu Shinta yang lebih akrab dipanggil Sisin ini menyampaikan bahwa bimbingan teknis (bimtek) tersebut merupakan hal yang istimewa, “Ini bimtek yang istimewa karena saya rasa di Indonesia cuma di sini dilakukan bimtek secara langsung dari KPU RI ke tingkat PPK dan PPS, jadi jangan disia-siakan karena ini moment yang sangat langka,” ungkap Sisin.

Mengawali materinya Arief Budiman menyatakan harapannya terkait adanya bimbingan teknis yang diadakan secara terpadau antara KPU Kota Batu dengan Panwas Kota Batu, “Secara Nasional kita telah melakukan bimbingan teknis bersama dengan Bnwaslu RI, saya minta nanti coba KPU Kota Batu bersama dengan Panwas Kota Batu untuk membuat satu bimtek lagi bersama-sama, sehingga memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi dan persoalan-persoalan yang mungkin muncul,” harap Arief.

Dalam materinya Arief Budiman menjelaskan mengenai teknis pengepakan logistik berserta jenis-jenis logistik yang nantinya akan didistribusikan di TPS se-Kota Batu. Setelah penyampaian materi bimbingan teknis (bimtek) oleh Arief Budiman, dalam acara Bimtek tersebut juga dilakukan simulasi setting pengemasan logistik mulai dari tingkat PPK hingga di tingkat KPPS.

23 Des

Ketua KPU RI Menekankan Pentingnya Kesiapan KPU Kota Batu Menjelang Hari Pemungutan Suara

Batu, kpu-kotabatu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Juri Ardiantoro menekankan pentingnya kesiapan KPU Kota Batu dalam hal logistik dan koordinasi, menjelang hari pemungutan suara, Rabu, 15 Februari 2017. Karena tantangan bagi penyelenggara adalah menghasilkan pemilihan yang baik, sehingga yang menang (pasangan calon dan tim sukses, red) juga gembira dan yang kalah juga dapat menerima.

Hal tersebut diutarakan dalam sambutannya kepada peserta acara Bimbingan Teknis dan Simulasi Pengadaan dan Pendistribusian Kelengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu tahun 2017, yang berlangsung di Hibisscus hall hotel Agrowisata, Pagi tadi (23/12).

Mantan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta periode 2008-2013 ini juga mengatakan  ujung tombak untuk menghasilkan pemilihan yang baik dan dapat diterima oleh semua pihak berada di tangan di PPK, PPS dan KPPS. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat pilkada di Kota Batu ini sebaik-baiknya. Sehingga nanti hasilnya semua orang bisa terima. “Semua orang terasa apa yang dilakukan oleh KPU,  PPK dan PPS itu sudah benar, sehingga yang menang (pilwali, red)  juga menerima dengan gembira, yang kalah juga menerima.” Karena mereka bisa menerima perolehan suara yang diraih pada hari pemungutan suara.

Menghasilkan pemilihan yang dapat diterima oleh semua pihak adalah tantangan bagi KPU dan jajaran di bawahnya. “Itu adalah tantangan kita, dan tantangan itu hanya bisa dijawab dengan kerja yang benar” ujarnya.

Ujung tombak Pilkada itu adalah di tangan PPK PPS dan KPPS, karena yang akan mampu bisa memfasilitasi orang yang memilih, yang akan mengumpulkan surat suara dan  merekapitulasi penghitungan surat suara adalah PPK, PPS dan KPPS.  “Yang akan mengirimkan suara itu adalah Bapak Ibu sekalian. Maka aman tidaknya surat suara itu sangat tergantung apakah PPK PPS dan KPPS bisa mengamankan suara atau tidak. Karena di kabupaten kota hanya menerima rekap Jadi apabila tidak bisa mengamankan maka akan terjadi masalah,” terangnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota KPU RI Koodinator Wilayah Jawa Timur Arief Budiman, Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Dewita Hayu Shinta dan Gogot Cahyo Baskoro, Komisioner KPU Kota Bojonegoro dan peserta bimtek terdiri dari 15 ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 3 kecamatan dan 72 ketua dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 24 desa/kelurahan se-Kota Batu.

Kota Batu sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan pilkada tahun 2017, akan menjadi perhatian banyak pihak, selain pilkada DKI Jakarta, yang setiap hari menjadi pemberitaan nasional. “Nah karena ini kota yang tenang, jangan sampai tenang itu menghanyutkan kemudian nanti ada menyebabkan masalah lain,” ujar Juri. Dan berpesan jangan sampai ada berita negatif mengenai penyelenggaraan Pilwali Kota Batu Tahun 2017.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) tak luput dari perhatian Alumnus Universiti Malaya, Malaysia. Jaminan hak pilih sama pentingnya dengan menggunakan hak pilih. “Jadi, jangan sampai ada (pemilih, red) yang tidak masuk di DPT”. Ada 1371 orang yang diketahui belum mempunyai e-KTP Kota Batu. Walaupun nanti ada jalan keluar yaitu yang memiliki KTP elektronik maupun surat keterangan dari Dispendukcapil Kota Batu, bisa memberikan hak suara pada satu jam terakhir. Tapi hal tersebut merupakan langkah darurat. langkah yang benar adalah masukkan mereka semua dalam Daftar Pemilih Tetap. “Ini harus jadi perhatian kita semua, untuk memastikan fasilitasi, penuhi persyaratan mereka sebagai penduduk, kecuali dari mereka betul-betul bukan warga Kota Batu”. Juri mensarankan untuk mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah setempat, dan memastikan bahwa semua warga kota Batu yang punya hak pilih bisa menggunakan hak pilih.

Juri Ardiantoro juga berpesan kepada seluruh peserta bimtek agar secara adil memfasilitasi peserta pemilu, karena mereka yang berkepentingan untuk bisa mengumpulkan dukungan. “Jadi pertama harus dihargai, jangan sampai diperlakukan tidak adil. Tidak boleh tidak adil dan kelihatan tidak adil. Jadi teman-teman netral karena sikap dan keseharian kita bisa dibaca orang, tidak netral ini juga tidak baik,” terangnya. “Kalau sering bergaul pada moment yang tidak bisa dipertanggungjawabkan orang akan punya presepsi lain”. Juri juga menegaskan agar hasil rekapitulasi penghitungan surat suara mulai dari TPS, PPS, PPK dan kota harus segera dikirim dan diunggah di server website KPU. “Ini nantinya Apa yang dilakukan kita di sini akan dibaca oleh seluruh dunia tidak hanya Indonesia, maka harus autentik. Jangan sampai ada suara berkurang. Jangan sampai ada suara berlebih dari pasangan.  Buatlah suara itu apa adanya,” tegasnya.

Untuk bisa menyelenggarakan pemilihan secara baik, KPU Kota Batu memfasilitasi pemilh dan peserta pilwali. Persiapan dan perlengkapan harus disiapkan baik, karena pilwali dan pemungutan suara tidak dapat berjalan apabila logistiknya tidak ada. Pemungutan, penghitungan suara sampai rekapitulasi penghitungan surat suara nanti akan berantakan, apabila logistiknya juga berantakan. Maka terkait dengan logistik harus diperhatikan dan harus menjadi komitmen dan harus dilaksanakan. Oleh karena itu harus dicek apa saja jenis-jenis logistik yang menjadi ketentuan peraturan perundang-undangan, ”Tidak boleh kurang satu pun. Karena kalau satu saja kurang. akan dicari oleh pengawas atau saksi di TPS itu,” paparnya.

Dalam penutupnya, Ketua KPU RI berpesan agar KPU Kota Batu dan jajaran dibawahnya melaksanakan penyelenggaraan Pilkada di Kota Batu dengan baik, “Sekali lagi karena kpu adalah penanggung jawab akhir, dan penanggung jawab utama dari seluruh Pilkada di Indonesia yang tahun ini ada 101 daerah yang hanya satu sehingga selamatkan Indonesia mulai dari selamatkan pemilu Indonesia, buat kepercayaan masyarakat internasional dan nasional dengan melaksanakan Pilkada di Kota Batu ini sebaik-baiknya”.